Minggu, 28 Nov 2021
Bali Express
Home / Bali
icon featured
Bali

Didatangi Satpol PP, Trek-trekan di GOR Swecapura Bubar

18 Oktober 2021, 06: 05: 59 WIB | editor : Nyoman Suarna

Didatangi Satpol PP, Trek-trekan di GOR Swecapura Bubar

PATROLI: Satpol PP Klungkung patroli di areal GOR Swecapura, Sabtu (16/10). (Istimewa)

Share this      

SEMARAPURA, BALI EXPRESS- Trek-trekan atau balap liar sepeda motor masih terjadi di Klungkung. Sabtu (16/10) sekitar pukul 22.30, Satpol PP Kabupaten Klungkung mendatangi sekitar 100-an anak muda kumpul di GOR Swecapura, Klungkung. Mereka diduga akan trek-trekan di jalan melingkar GOR Swecapura.

Tidak sampai ada yang diamankan, karena begitu Pol PP tiba di lokasi, mereka yang di sana langsung kabur. Kasat Pol PP Kabupaten Klungkung I Putu Suarta mengatakan hanya sempat mendapati dua orang perempuan muda di sebuah warung di sana. Keduanya tidak membawa identitas. Hanya mengaku dari Bangli. “Kami bina secara lisan,” ujar Suarta.

Suarta menegaskan bahwa rutin menggelar patroli siang dan malam di tiga kecamatan (Klungkung,Banjarangkan dan Dawan). Selain dengan alasan keamanan, patroli juga mencegah kerumunan, mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19 . “Khusus malam minggu dilakukan lebih extra karena malam minggu biasanya waktunya anak muda kumpul-kumpul,” ungkap Suarta.

Baca juga: Dinas Kesehatan Siapkan 62 Rumah Sakit untuk Tangani Pasien Covid

Ia menegaskan baru kali ini mendapati anak muda kumpul-kumpul dengan jumlah banyak hendak trek-trekan. Bisa jadi para pelaku balap liar ini sengaja mencari waktu saat tidak patroli di wilayah, sebab berdasarkan informasi warga bahwa sering digelar trek-trekan di sana. Mereka ada dari Karangasem, Bangli, termasuk dari Klungkung. “Melihat hal ini, diharapkan kepada orang tua agar perhatian pada anak-anaknya. Kalau sudah lewat jam 21.00, cari tahu di mana anaknya, sehingga tidak melakukan hal-hal yang tidak baik,” katanya.

Suarta juga meminta aparat desa, linmas dan pacalang agar memperhatikan lingkungannya masing-masing. “Lebih-lebih anak yang kumpul bukan berasal dari desanya. Kalau melihat hal ini hendaknya disuruh plang agar tidak mengganggu ketertiban umum,” jelas Suarta.

(bx/wan/man/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia