Rabu, 01 Dec 2021
Bali Express
Home / Bali
icon featured
Bali

Diduga Terima Gratifikasi Rp 16 M, Mantan Sekda Buleleng Ditahan

18 Oktober 2021, 20: 19: 16 WIB | editor : I Putu Suyatra

Diduga Terima Gratifikasi Rp 16 M, Mantan Sekda Buleleng Ditahan

DITAHAN: DKP dites swab antigen sebelum dibawa ke LP Kerobokan. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejati Bali, Senin (18/10) kembali memanggil mantan Sekda Buleleng, DKP. Dia ditetapkan sebagai tersangka perkara penerimaan sejumlah uang dalam kaitannya dengan pembangunan Bandara Bali Utara di Kabupaten Buleleng, pengurusan izin pembangunan Terminal Penerima LNG Celukan Bawang dan penyewaan lahan tanah Desa Yeh Sanih.

“Jumlah uangnya kurang lebih Rp 16 miliar,”beber Kasipenkum dan Humas KejatiBali, A. Luga Harlianto dalam keterangan persnya.

Dijelaskan Harlianto, tersangka DKP disangka melanggar Pasal 11 atau Pasal 12 huruf e atau huruf a atau huruf b atau huruf g UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU NO 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan tindak pidana pencucian uang terkait penerimaan tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 3, 4 dan 5 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Baca juga: Mensos Risma Angkut Logistik, Beri Santunan Korban Gempa di Ban

Adapun tersangka DKP memenuhi panggilan penyidik pukul 10.00 Wita dengan didampingi kuasa hukumnya, Agus Sujoko dkk. Setibanya di kejati, DKP langsung diperiksa kesehatannya dengan hasil dalam kondisi sehat. Sementara hasil tes swab antigen dinyatakan negatif covid-19. “Selanjutnya penyidik melakukan penahanan terhadap tersangka DKP selama 20 hari ke depan di Rutan Kerobokan,”imbuh Luga Harlianto.

Tersangka DKP minggu lalu telah memenuhi panggilan penyidik. Pemeriksaan yang dilakukan secara marathon mengakibatkan kondisi kesehatan DKP drop. Penyidik akhirnya memutuskan menunda penahanan meski hasil tes swab dan lainnya bagus. Disisi lain, proses penahanan DKP mendapat perhatian khusus aparat kepolisian. Pengamanan ini meningkat dari penahanan tersangka lainnya. “Ah gak apa-apa itu biasa pengamanan polisi,”sebut Luga Harlianto.

Sementara Agus Sujoko dikonfirmasi terpisah mengatakan pihaknya akan koperatif menjalani proses hukum. “Kita hadapi saja nanti di pengadilan,” kata Agus Sujoko.

(bx/har/yes/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia