alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Diseret Anak Terpeleset, Pendaki Puncak Mangu Dislokasi Lutut

BADUNG, BALI EXPRESS – Seorang pendaki Gunung Catur Pura Puncak Mangu, bernama Martin, 47, terpaksa dievakuasi Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Provinsi Bali. Lantaran dirinya tak mampu lagi berjalan, akibat cidera.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (17/10), sekitar pukul 13.00. Bermula ketika, pria paro baya itu bersama lima rekannya yakni Iwan, 51, Silviana, 45, Yeni, 44, Cleef, 22, dan Celsy, 20, mendaki gunung tersebut sekitar pukul 08.00.

Kemudian saat hendak turun, salah satu anak korban yakni Cleef tiba-tiba terpeleset. Apesnya, pemuda itu memegang punggung sang ayah dan menariknya hingga jatuh. “Benar satu orang pendaki terjatuh, dan kami menerima laporan informasi dari rekan pendaki yaitu Iwan pukul 14.35,” kata Kepala Basarnas Bali Gede Darmada, Senin (18/10).

Akibatnya, pria yang tinggal di Jalan WR Supratman, Denpasar ini mengalami dislokasi pada lutut kirinya. Sehingga, Martin tak bisa berjalan dan memerlukan evakuasi dari petugas. Sekitar pukul 17.00, Tim Rescue Basarnas Bali tiba bersama unsur SAR lainnya. Seperti dari Polsek Baturiti, BPBD Kabupaten Tabanan, PMI Tabanan.

Selain itu Potensi SAR Radio 115, SAI Rescue, keluarga korban dan masyarakat setempat. Mereka langsung melakukan pendakian dari jalur Desa Baturiti, Tabanan. Hingga pukul 19.15, Tim SAR Gabungan menemukan lokasi kornan, tepatnya di ketinggian 1960 Mdpl. Selanjutnya proses evakuasi dilakukan melalui jalur pendakian Beratan, Bedugul. 

“Target tidak bisa berjalan, evakuasi dilakukan dengan menggunakan tandu, kendati medan sulit dan licin Tim Rescue harus tetap berhati – hati” tuturnya. Keesokan harinya, Senin (18/10) Tim SAR tiba di Pos 1 pukul 06.30. Selanjutnya membawa korban menggunakan ambulance Potensi SAR 115 menuju Rumah Sakit Bali Med, Denpasar. (ges)


BADUNG, BALI EXPRESS – Seorang pendaki Gunung Catur Pura Puncak Mangu, bernama Martin, 47, terpaksa dievakuasi Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Provinsi Bali. Lantaran dirinya tak mampu lagi berjalan, akibat cidera.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (17/10), sekitar pukul 13.00. Bermula ketika, pria paro baya itu bersama lima rekannya yakni Iwan, 51, Silviana, 45, Yeni, 44, Cleef, 22, dan Celsy, 20, mendaki gunung tersebut sekitar pukul 08.00.

Kemudian saat hendak turun, salah satu anak korban yakni Cleef tiba-tiba terpeleset. Apesnya, pemuda itu memegang punggung sang ayah dan menariknya hingga jatuh. “Benar satu orang pendaki terjatuh, dan kami menerima laporan informasi dari rekan pendaki yaitu Iwan pukul 14.35,” kata Kepala Basarnas Bali Gede Darmada, Senin (18/10).

Akibatnya, pria yang tinggal di Jalan WR Supratman, Denpasar ini mengalami dislokasi pada lutut kirinya. Sehingga, Martin tak bisa berjalan dan memerlukan evakuasi dari petugas. Sekitar pukul 17.00, Tim Rescue Basarnas Bali tiba bersama unsur SAR lainnya. Seperti dari Polsek Baturiti, BPBD Kabupaten Tabanan, PMI Tabanan.

Selain itu Potensi SAR Radio 115, SAI Rescue, keluarga korban dan masyarakat setempat. Mereka langsung melakukan pendakian dari jalur Desa Baturiti, Tabanan. Hingga pukul 19.15, Tim SAR Gabungan menemukan lokasi kornan, tepatnya di ketinggian 1960 Mdpl. Selanjutnya proses evakuasi dilakukan melalui jalur pendakian Beratan, Bedugul. 

“Target tidak bisa berjalan, evakuasi dilakukan dengan menggunakan tandu, kendati medan sulit dan licin Tim Rescue harus tetap berhati – hati” tuturnya. Keesokan harinya, Senin (18/10) Tim SAR tiba di Pos 1 pukul 06.30. Selanjutnya membawa korban menggunakan ambulance Potensi SAR 115 menuju Rumah Sakit Bali Med, Denpasar. (ges)


Most Read

Artikel Terbaru

/