alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Kejari Klungkung Geledah BUMDes dan Kantor Perbekel Besan

SEMARAPURA, BALI EXPRESS- Kejaksaan Negeri (Kejari) Klungkung menggeledah Kantor Perbekel Besan dan BUMDes Kertha Jaya di desa setempat, Rabu (17/11). Kedatangan kejari ke desa di Kecamatan Dawan, Klungkung  itu untuk menindaklanjuti dugaan korupsi di BUMDes Kertha Jaya.  Penggeledahan dipimpin oleh Kasi Pidsus, Bintarno.

BACA: Diduga Korupsi Rp 650 Juta, Bendahara BUMDes Besan Tersangka

Seperti diketahui dugaan korupsi yang merugikan negara sekitar Rp 650 juta tersebut  telah menyeret Bendahara BUMDes berinisial IKN sebagai tersangka. Ia diduga melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. “Hasil kegiatan penggeledahan ditemukan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penyalahgunaan pada BUMDes Kertha Jaya Desa Besan,” ungkap   Kepala Seksi Intelijen Kejari Klungkung W. Erfandy Kurnia Rachman.

Dokumen yang dimaksud Erfandy, antara lain berkas-berkas keuangan, buku rekening BUMDes, dan beberapa dokumen lain yang terkait dengan perkara yang sedang disidik oleh penyidik untuk selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Erfandy kembali menjelaskan bahwa penyidikan terhadap penyalahgunaan dana BUMDes tersebut berawal dari adanya laporan masyarakat yang melaporkan adanya dugaan penyelewengan dana di sana. Selanjutnya dilakukan penyelidikan hingga menetapkan IKN sebagai tersangka. Tersangka diduga melakukan penyelewengan dengan cara membuat kredit fiktif simpan pinjam, tidak menyetorkan dana pembayaran pinjaman yang dititipkan oleh debitur kepadanya dan tidak menyetorkan uang hasil usaha toko BUMDes Kertha Jaya. Uangnya  digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka. Perbuatan tersangka diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp 650 juta.

Perbekel Besan I Wayan Yasa membenarkan bahwa BUMDes Kertha Jayadan Kantor Perbekel Besan digeledah kejari. Hanya saja, saat penggeledahan dirinya tidak berada di tempat karena menghadiri pelantikan perbekel di TOSS Center Desa Kusamba.  Penyidik melakukan penggeledahan didampingi sekretaris Desa Besan. Menurut Yasa, ada beberapa dokumen diambil penyidik. “Yang diambil peraturan-peraturan kemanten,” kata Yasa saat dikonfirmasi Bali Express (Jawa Pos Group).


SEMARAPURA, BALI EXPRESS- Kejaksaan Negeri (Kejari) Klungkung menggeledah Kantor Perbekel Besan dan BUMDes Kertha Jaya di desa setempat, Rabu (17/11). Kedatangan kejari ke desa di Kecamatan Dawan, Klungkung  itu untuk menindaklanjuti dugaan korupsi di BUMDes Kertha Jaya.  Penggeledahan dipimpin oleh Kasi Pidsus, Bintarno.

BACA: Diduga Korupsi Rp 650 Juta, Bendahara BUMDes Besan Tersangka

Seperti diketahui dugaan korupsi yang merugikan negara sekitar Rp 650 juta tersebut  telah menyeret Bendahara BUMDes berinisial IKN sebagai tersangka. Ia diduga melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. “Hasil kegiatan penggeledahan ditemukan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penyalahgunaan pada BUMDes Kertha Jaya Desa Besan,” ungkap   Kepala Seksi Intelijen Kejari Klungkung W. Erfandy Kurnia Rachman.

Dokumen yang dimaksud Erfandy, antara lain berkas-berkas keuangan, buku rekening BUMDes, dan beberapa dokumen lain yang terkait dengan perkara yang sedang disidik oleh penyidik untuk selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Erfandy kembali menjelaskan bahwa penyidikan terhadap penyalahgunaan dana BUMDes tersebut berawal dari adanya laporan masyarakat yang melaporkan adanya dugaan penyelewengan dana di sana. Selanjutnya dilakukan penyelidikan hingga menetapkan IKN sebagai tersangka. Tersangka diduga melakukan penyelewengan dengan cara membuat kredit fiktif simpan pinjam, tidak menyetorkan dana pembayaran pinjaman yang dititipkan oleh debitur kepadanya dan tidak menyetorkan uang hasil usaha toko BUMDes Kertha Jaya. Uangnya  digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka. Perbuatan tersangka diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp 650 juta.

Perbekel Besan I Wayan Yasa membenarkan bahwa BUMDes Kertha Jayadan Kantor Perbekel Besan digeledah kejari. Hanya saja, saat penggeledahan dirinya tidak berada di tempat karena menghadiri pelantikan perbekel di TOSS Center Desa Kusamba.  Penyidik melakukan penggeledahan didampingi sekretaris Desa Besan. Menurut Yasa, ada beberapa dokumen diambil penyidik. “Yang diambil peraturan-peraturan kemanten,” kata Yasa saat dikonfirmasi Bali Express (Jawa Pos Group).


Most Read

Artikel Terbaru

/