alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Ruang Isolasi Covid di RS Mulai Kosong

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Dinas Kesehatan Karangasem mencatat ada penurunan kasus Covid-19 selama sepekan terakhir. Tingkat keterisian tempat tidur perawatan Covid-19 atau Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karangasem 10,4 persen.

 

Sejumlah ruang hanya diisi tujuh pasien suspect atau diduga tertular Covid-19. Mereka tengah menunggu hasil uji usap (swab test) PCR. Jika hasilnya negatif, dapat dipastikan tidak ada lagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirawat. Sebab, empat ruang isolasi di RSUD Karangasem kini mulai kosong.

 

Direktur RSUD Karangasem, dr I Wayan Suardana mengakui, lonjakan kasus sempat terjadi pada Juli-Agustus dengan jumlah pasien yang dirawat di atas 100 orang. Tapi gejala penurunan pasien Covid mulai terlihat pada awal September. Saat itu, hanya ada 46 orang yang dirawat di ruang isolasi.

 

Penurunan tajam terjadi pada Oktober. Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit hanya belasan orang lalu berangsur berkurang. Kasus mulai melandai sejak awal bulan ini. “Yang dirawat pada Nopember ini hanya satu dua orang saja. Tidak pernah ada lonjakan kasus,” jelas Suardana, Rabu (17/11).

 

Meski begitu, manajemen rumah sakit belum bisa menutup ruang isolasi atau mengembalikan fungsinya semula. Ada empat sal yang dipakai, di antaranya sal Gangga, Kenanga, Mawar, dan Melati. Jumlah tempat tidur pasien korona 67 bed. Sejumlah perawat di ruang isolasi pun masih disiagakan.

 

Tim tenaga kesehatan dibagi 15-20 orang di tiap sal, termasuk dokter. “Kami pernah tarik beberapa tenaga kesehatan di sal lain untuk diperbantukan ke ruang isolasi akibat lonjakan kasus. Sekarang sudah kembali karena kasus melandai. Semoga tidak ada pasien Covid lagi,” harapnya.

 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Karangasem, dr I Wayan Nariata, Sp. PD menambahkan, penurunan kasus dapat terjadi karena beberapa faktor. Satu di antaranya keberhasilan tracing dan testing besar-besaran sehingga potensi penularan dapat dicegah.

 

Pihaknya juga menilai keberhasilan pelaksanaan isolasi terpusat (Isoter) juga memengaruhi penurunan angka kasus. Risiko penularan dapat ditekan. Kemudian tak kalah penting vaksinasi untuk mewujudkan Herd Immunity (kekebalan kelompok).

 

Ini penting agar risiko akibat tertular Covid-19 tidak tinggi. “Sebab selama ini yang dirawat di rumah sakit itu pasien bergejala sedang hingga berat dan punya riwayat komorbit (penyakit penyerta). Yang gejala ringan justru tidak ada ke rumah sakit,” kata Nariata. 


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Dinas Kesehatan Karangasem mencatat ada penurunan kasus Covid-19 selama sepekan terakhir. Tingkat keterisian tempat tidur perawatan Covid-19 atau Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karangasem 10,4 persen.

 

Sejumlah ruang hanya diisi tujuh pasien suspect atau diduga tertular Covid-19. Mereka tengah menunggu hasil uji usap (swab test) PCR. Jika hasilnya negatif, dapat dipastikan tidak ada lagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirawat. Sebab, empat ruang isolasi di RSUD Karangasem kini mulai kosong.

 

Direktur RSUD Karangasem, dr I Wayan Suardana mengakui, lonjakan kasus sempat terjadi pada Juli-Agustus dengan jumlah pasien yang dirawat di atas 100 orang. Tapi gejala penurunan pasien Covid mulai terlihat pada awal September. Saat itu, hanya ada 46 orang yang dirawat di ruang isolasi.

 

Penurunan tajam terjadi pada Oktober. Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit hanya belasan orang lalu berangsur berkurang. Kasus mulai melandai sejak awal bulan ini. “Yang dirawat pada Nopember ini hanya satu dua orang saja. Tidak pernah ada lonjakan kasus,” jelas Suardana, Rabu (17/11).

 

Meski begitu, manajemen rumah sakit belum bisa menutup ruang isolasi atau mengembalikan fungsinya semula. Ada empat sal yang dipakai, di antaranya sal Gangga, Kenanga, Mawar, dan Melati. Jumlah tempat tidur pasien korona 67 bed. Sejumlah perawat di ruang isolasi pun masih disiagakan.

 

Tim tenaga kesehatan dibagi 15-20 orang di tiap sal, termasuk dokter. “Kami pernah tarik beberapa tenaga kesehatan di sal lain untuk diperbantukan ke ruang isolasi akibat lonjakan kasus. Sekarang sudah kembali karena kasus melandai. Semoga tidak ada pasien Covid lagi,” harapnya.

 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Karangasem, dr I Wayan Nariata, Sp. PD menambahkan, penurunan kasus dapat terjadi karena beberapa faktor. Satu di antaranya keberhasilan tracing dan testing besar-besaran sehingga potensi penularan dapat dicegah.

 

Pihaknya juga menilai keberhasilan pelaksanaan isolasi terpusat (Isoter) juga memengaruhi penurunan angka kasus. Risiko penularan dapat ditekan. Kemudian tak kalah penting vaksinasi untuk mewujudkan Herd Immunity (kekebalan kelompok).

 

Ini penting agar risiko akibat tertular Covid-19 tidak tinggi. “Sebab selama ini yang dirawat di rumah sakit itu pasien bergejala sedang hingga berat dan punya riwayat komorbit (penyakit penyerta). Yang gejala ringan justru tidak ada ke rumah sakit,” kata Nariata. 


Most Read

Artikel Terbaru

/