alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Kotak Harapan Penyelamat Manusia Setelah Pandemi Covid-19

Covid-19 merenggut harapan masyarakat. Cita-cita yang pernah dipupuk oleh banyak orang, seakan sirna seketika karena hantaman virus bernama korona.

Manusia sepatutnya harus tegak berdiri ketika terjatuh. Sama halnya ketika pandemi ini nanti selesai, manusia harus kembali membangun cita-citanya.

Adalah Pandora Paradise, instalasi yang dibangun di titik nol km Kota Denpasar oleh seorang seniman Bali bernama I Ketut Putrayasa. Pandora Paradise ini sangat erat kaitannya dengan Covid-19.

“Kotak pandora itu kan kotak yang menyimpan keburukan manusia, termasuk penyakit. Kotak itu tertembus bambu, artinya terbuka, dan ada satu kotak yang belum tertembus bambu adalah kotak harapan,” kata Ketut Putrayasa saat pembangunan instalasi ini.

Sehingga kotak harapan tersebut merupakan harapan yang menyelamatkan manusia setelah pandemi Covid-19. Ia menambahkan, inspirasi karya seni instalasi ini datang dari mitologi Yunani, tentang sebuah kotak istimewa yang kemudian hari menjadi sebab datangnya malapetaka.

 “Karya seni instalasi Pandora Paradise merupakan tafsir bebas atas mitologi Kotak Pandora itu. Kata ‘paradise’ tentu sebuah metafora, ia sebuah perumpamaan, sebagai imaji ruang dengan dalil matematik, dimana segala hal bisa dihitung, diketahui, dan dijelajahi,” imbuhnya.

Pandora Paradise, menurutnya, seakan medan tarung antara keindahan dan kengerian yang menghujam. Instalasi ini, katanya, merupakan penanda awal dari serangkaian proyek seni rupa Kuta Sunrise Project Art 2021 yang digelar pada 15 Agustus 2021 mendatang di Discovery Shopping Mall.

Instalasi yang menggunakan akrilik dan bambu sintetis ini rencananya dipajang seminggu hingga dua minggu ke depan. Bentuk dari instalasi ini yakni terdiri atas 5 kotak dari akrilik, serta bambu sintetis berwarna merah, putih, kuning, hijau, orange, dan juga warna emas.

Ia mengaku, pembuatan instalasi ini menghabiskan dana hampir Rp 80 juta yang dikerjakan bersama 20 orang pekerja dengan estimasi waktu 20 hari.

Selain di titik nol km Kota Denpasar, pihaknya juga akan memasang hal instalasi di 8 kabupaten lainnya. Pemasangannya akan dilakukan setiap tanggal 15 dan berjalan secara bergantian dengan arah berlawanan jarum jam.

 “Bulan depan atau tanggal 15 Januari 2021 akan dipasang di Gianyar, lalu di Klungkung, Karangasem, Bangli, Buleleng, Jembrana, Tabanan, dan puncaknya di Kuta, sehingga berlawanan arah jarum jam,” tandasnya sembari mengatakan, pusatnya akan dilakukan di Kuta dan akan menghadirkan instalasi matahari dengan sentuhan teknologi sehingga seolah-olah matahari terbit di Kuta, Badung.


Covid-19 merenggut harapan masyarakat. Cita-cita yang pernah dipupuk oleh banyak orang, seakan sirna seketika karena hantaman virus bernama korona.

Manusia sepatutnya harus tegak berdiri ketika terjatuh. Sama halnya ketika pandemi ini nanti selesai, manusia harus kembali membangun cita-citanya.

Adalah Pandora Paradise, instalasi yang dibangun di titik nol km Kota Denpasar oleh seorang seniman Bali bernama I Ketut Putrayasa. Pandora Paradise ini sangat erat kaitannya dengan Covid-19.

“Kotak pandora itu kan kotak yang menyimpan keburukan manusia, termasuk penyakit. Kotak itu tertembus bambu, artinya terbuka, dan ada satu kotak yang belum tertembus bambu adalah kotak harapan,” kata Ketut Putrayasa saat pembangunan instalasi ini.

Sehingga kotak harapan tersebut merupakan harapan yang menyelamatkan manusia setelah pandemi Covid-19. Ia menambahkan, inspirasi karya seni instalasi ini datang dari mitologi Yunani, tentang sebuah kotak istimewa yang kemudian hari menjadi sebab datangnya malapetaka.

 “Karya seni instalasi Pandora Paradise merupakan tafsir bebas atas mitologi Kotak Pandora itu. Kata ‘paradise’ tentu sebuah metafora, ia sebuah perumpamaan, sebagai imaji ruang dengan dalil matematik, dimana segala hal bisa dihitung, diketahui, dan dijelajahi,” imbuhnya.

Pandora Paradise, menurutnya, seakan medan tarung antara keindahan dan kengerian yang menghujam. Instalasi ini, katanya, merupakan penanda awal dari serangkaian proyek seni rupa Kuta Sunrise Project Art 2021 yang digelar pada 15 Agustus 2021 mendatang di Discovery Shopping Mall.

Instalasi yang menggunakan akrilik dan bambu sintetis ini rencananya dipajang seminggu hingga dua minggu ke depan. Bentuk dari instalasi ini yakni terdiri atas 5 kotak dari akrilik, serta bambu sintetis berwarna merah, putih, kuning, hijau, orange, dan juga warna emas.

Ia mengaku, pembuatan instalasi ini menghabiskan dana hampir Rp 80 juta yang dikerjakan bersama 20 orang pekerja dengan estimasi waktu 20 hari.

Selain di titik nol km Kota Denpasar, pihaknya juga akan memasang hal instalasi di 8 kabupaten lainnya. Pemasangannya akan dilakukan setiap tanggal 15 dan berjalan secara bergantian dengan arah berlawanan jarum jam.

 “Bulan depan atau tanggal 15 Januari 2021 akan dipasang di Gianyar, lalu di Klungkung, Karangasem, Bangli, Buleleng, Jembrana, Tabanan, dan puncaknya di Kuta, sehingga berlawanan arah jarum jam,” tandasnya sembari mengatakan, pusatnya akan dilakukan di Kuta dan akan menghadirkan instalasi matahari dengan sentuhan teknologi sehingga seolah-olah matahari terbit di Kuta, Badung.


Most Read

Artikel Terbaru

/