alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Kilas Balik, Pameran Foto Rwa Bhineda Digelar

KUTA, BALI EXPRESS – Mengenang peristiwa yang terjadi di Bali, NTB, dan NTT, Kantor Berita Antara menampilkan pameran foto yang bertajuk Rwa Bhineda. Acara yang digelar di Seminyak Village, Kelurahan Seminyak, Kuta ini tidak hanya menampilkan kondisi daerah yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Namun beberapa peristiwa juga menunjukkan kondisi perekonomian yang mulai bangkit.

Sebanyak 55 foto yang dipamerkan sejak 13 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Seluruhnha merupakan hasil karya enam orang pewarta foto yaitu, Ahmad Subaidi (NTB), Naufal Fikri Yusuf (Bali), Kornelis Kaha (NTT), I Nyoman Budhiana (Bali), dan I Nyoman Hendra Wibowo (Bali).

“Pameran ini menjadi salah satu medium distribusi informasi dan pemberitaan, sekaligus sebuah retrospeksi mengenai hal-hal yang terjadi khususnya di sepanjang tahun 2021 ini,” ujar Kurator Pameran Rawa Bhineda Ismar Patrizki Kamis (16/12).

Menurutnya, pameran ‘Rwa Bhineda’ sebelumnya telah diselenggarakan Kantor Berita ANTARA Biro Bali pada tahun 2017, 2018, dan 2019 lalu dengan menyajikan foto-foto jurnalistik karya pewarta foto setempat. Namun, pada penyelenggaraan pameran tahun 2021, cakupan wilayah pameran foto jurnalistik diperluas. Tidak hanya Bali, tapi juga mencakup wilayah NTB dan NTT.

“Pameran ini merupakan salah satu bentuk apresiasi atas kiprah para pewarta foto ANTARA di wilayah Sunda Kecil (Bali, NTB, dan NTT) dan dalam rangka memeriahkan HUT ke-84 Perum LKBN ANTARA,” ungkap Patrizki.

Ia menjelaskan, tajuk Rwa bhineda, dalam Bahasa Bali, bermakna dua sisi atau sifat yang berlawanan. Meski bertolak belakang, kedua sisi itu justru menjaga harmoni alam semesta.

“Dua hal yang bertentangan, hitam-putih, gelap-terang, baik-buruk, siang-malam, kiri-kanan, serta laki-laki-perempuan, mewarnai kehidupan, membentuk sebuah keseimbangan mikrokosmos bhuwana alit dan makrokosmos atau bhuwana agung,” jelasnya.

Tema Rwa Bhineda ini dipilih, lanjut Patrizki, karena selama hampir dua tahun terakhir situasi dunia sedang berada di sisi gelap. Kegelapan itu muncul karena penyebaran pandemi Covid-19. Pulau Dewata juga tak luput dari hantaman virus SARS-CoV-2 itu.

Hingga pada 14 Oktober 2021 lalu, pemerintah memutuskan untuk membuka pariwisata internasional Pulau Dewata. Secara perlahan, Bali yang bertumpu pada sektor pariwisata kembali menggeliat. Meskipun hingga pertengahan bulan Desember 2021 belum ada satu pun penerbangan internasional yang membawa wisatawan mancanegara menuju Bali.

“Suluh yang nyaris padam itu mulai menyala lagi. Sisi terang ‘Rwa Bhineda’ terlihat di cakrawala Pulau Dewata. Dan suasana gelap-terang Pulau Dewata sepanjang pandemi COVID-19 melanda ini tak luput dari reportase visual yang diberitakan para pewarta foto Kantor Berita ANTARA,” imbuhnya.

Sementara, Seorang pewarta foto yang ikut berpameran Naufal Fikri Yusuf mengatakan, melalui foto-foto yang dipamerkan ia ingin mengajak masyarakat luas agar bisa melihat realita dan kondisi yang terjadi selama dua tahun terakhir, khususnya di wilayah Bali yang sangat terdampak pandemi Covid-19.

“Kami berharap agar pameran ini bisa memberikan semangat kepada masyarakat termasuk pelaku seni untuk terus berkreativitas selama masa pandemi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” katanya.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

KUTA, BALI EXPRESS – Mengenang peristiwa yang terjadi di Bali, NTB, dan NTT, Kantor Berita Antara menampilkan pameran foto yang bertajuk Rwa Bhineda. Acara yang digelar di Seminyak Village, Kelurahan Seminyak, Kuta ini tidak hanya menampilkan kondisi daerah yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Namun beberapa peristiwa juga menunjukkan kondisi perekonomian yang mulai bangkit.

Sebanyak 55 foto yang dipamerkan sejak 13 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Seluruhnha merupakan hasil karya enam orang pewarta foto yaitu, Ahmad Subaidi (NTB), Naufal Fikri Yusuf (Bali), Kornelis Kaha (NTT), I Nyoman Budhiana (Bali), dan I Nyoman Hendra Wibowo (Bali).

“Pameran ini menjadi salah satu medium distribusi informasi dan pemberitaan, sekaligus sebuah retrospeksi mengenai hal-hal yang terjadi khususnya di sepanjang tahun 2021 ini,” ujar Kurator Pameran Rawa Bhineda Ismar Patrizki Kamis (16/12).

Menurutnya, pameran ‘Rwa Bhineda’ sebelumnya telah diselenggarakan Kantor Berita ANTARA Biro Bali pada tahun 2017, 2018, dan 2019 lalu dengan menyajikan foto-foto jurnalistik karya pewarta foto setempat. Namun, pada penyelenggaraan pameran tahun 2021, cakupan wilayah pameran foto jurnalistik diperluas. Tidak hanya Bali, tapi juga mencakup wilayah NTB dan NTT.

“Pameran ini merupakan salah satu bentuk apresiasi atas kiprah para pewarta foto ANTARA di wilayah Sunda Kecil (Bali, NTB, dan NTT) dan dalam rangka memeriahkan HUT ke-84 Perum LKBN ANTARA,” ungkap Patrizki.

Ia menjelaskan, tajuk Rwa bhineda, dalam Bahasa Bali, bermakna dua sisi atau sifat yang berlawanan. Meski bertolak belakang, kedua sisi itu justru menjaga harmoni alam semesta.

“Dua hal yang bertentangan, hitam-putih, gelap-terang, baik-buruk, siang-malam, kiri-kanan, serta laki-laki-perempuan, mewarnai kehidupan, membentuk sebuah keseimbangan mikrokosmos bhuwana alit dan makrokosmos atau bhuwana agung,” jelasnya.

Tema Rwa Bhineda ini dipilih, lanjut Patrizki, karena selama hampir dua tahun terakhir situasi dunia sedang berada di sisi gelap. Kegelapan itu muncul karena penyebaran pandemi Covid-19. Pulau Dewata juga tak luput dari hantaman virus SARS-CoV-2 itu.

Hingga pada 14 Oktober 2021 lalu, pemerintah memutuskan untuk membuka pariwisata internasional Pulau Dewata. Secara perlahan, Bali yang bertumpu pada sektor pariwisata kembali menggeliat. Meskipun hingga pertengahan bulan Desember 2021 belum ada satu pun penerbangan internasional yang membawa wisatawan mancanegara menuju Bali.

“Suluh yang nyaris padam itu mulai menyala lagi. Sisi terang ‘Rwa Bhineda’ terlihat di cakrawala Pulau Dewata. Dan suasana gelap-terang Pulau Dewata sepanjang pandemi COVID-19 melanda ini tak luput dari reportase visual yang diberitakan para pewarta foto Kantor Berita ANTARA,” imbuhnya.

Sementara, Seorang pewarta foto yang ikut berpameran Naufal Fikri Yusuf mengatakan, melalui foto-foto yang dipamerkan ia ingin mengajak masyarakat luas agar bisa melihat realita dan kondisi yang terjadi selama dua tahun terakhir, khususnya di wilayah Bali yang sangat terdampak pandemi Covid-19.

“Kami berharap agar pameran ini bisa memberikan semangat kepada masyarakat termasuk pelaku seni untuk terus berkreativitas selama masa pandemi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” katanya.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru

/