alexametrics
29.8 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

54 Wartawan Ikuti Uji Kompetensi

DENPASAR, BALI EXPRESS – Sebanyak 54 wartawan di Bali mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Four Star By Trans Hotel, Renon, Denpasar, Jumat (19/3).

UKW yang dilakukan oleh Dewan Pers bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali, Ikatan Jurnalistik Televisi Indonesia dan London School Of  Public Realations ini, merupakan ajang untuk menggodok sekaligus membekali dengan pemahaman yang berkaitan dengan jurnalistik. 

Sehingga berita yang disampaikan tidak melanggar kode etik jurnalistik dan hukum. Juga sekaligus dapat menangkal berita hoaks.

Ketua Komisi Pemberdayaan Organisasi Dewan Pers, Dr Asep Setiawan menjelaskan, seorang jurnalis di tengah perkembangan zaman sekarang ini sangat penuh tantangan. Khususnya dengan adanya media sosial yang lebih cencerung menyebar berita yang tidak benar atau hoaks. Maka, wartawan memiliki tugas menjawab ‘gemuruh’ yang ada saat ini.

“Wartawan adalah saksi sejarah, dan wartawan juga pelaku sejarah. Profesionalisme seorang wartawan di tengah zaman saat ini diperlukan. Seba, ada gemuruh di media sosial, karena pendengung yang bergerak secara otomatis dan senyap. Maka perslah yang menjadi penjernih di tengah gemuruh itu,” jelasnya.

Terlebih di tengah pandemi saat ini sangat banyak tantangan yang dihadapi wartawan, khususnya dalam menjaga kondisi agar tetap sehat. Dr Asep Srtiawan menyampaikan, pers harus membangun komunikasi di komunitas pers di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, ia menambahkan, wartawan agar bisa dan mampu memberikan informasi kepada masyarakat.  “Wartawan harus bisa memberi informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Tanggung jawab lebih di tengah pandemi, agar setiap orang patuh dan  menerapkan protokol Kesehatan,” tandasnya. 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Sebanyak 54 wartawan di Bali mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Four Star By Trans Hotel, Renon, Denpasar, Jumat (19/3).

UKW yang dilakukan oleh Dewan Pers bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali, Ikatan Jurnalistik Televisi Indonesia dan London School Of  Public Realations ini, merupakan ajang untuk menggodok sekaligus membekali dengan pemahaman yang berkaitan dengan jurnalistik. 

Sehingga berita yang disampaikan tidak melanggar kode etik jurnalistik dan hukum. Juga sekaligus dapat menangkal berita hoaks.

Ketua Komisi Pemberdayaan Organisasi Dewan Pers, Dr Asep Setiawan menjelaskan, seorang jurnalis di tengah perkembangan zaman sekarang ini sangat penuh tantangan. Khususnya dengan adanya media sosial yang lebih cencerung menyebar berita yang tidak benar atau hoaks. Maka, wartawan memiliki tugas menjawab ‘gemuruh’ yang ada saat ini.

“Wartawan adalah saksi sejarah, dan wartawan juga pelaku sejarah. Profesionalisme seorang wartawan di tengah zaman saat ini diperlukan. Seba, ada gemuruh di media sosial, karena pendengung yang bergerak secara otomatis dan senyap. Maka perslah yang menjadi penjernih di tengah gemuruh itu,” jelasnya.

Terlebih di tengah pandemi saat ini sangat banyak tantangan yang dihadapi wartawan, khususnya dalam menjaga kondisi agar tetap sehat. Dr Asep Srtiawan menyampaikan, pers harus membangun komunikasi di komunitas pers di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, ia menambahkan, wartawan agar bisa dan mampu memberikan informasi kepada masyarakat.  “Wartawan harus bisa memberi informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Tanggung jawab lebih di tengah pandemi, agar setiap orang patuh dan  menerapkan protokol Kesehatan,” tandasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/