alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Anjing ‘Gila’ Mengamuk, Gigit Empat Warga di Melaya

NEGARA, BALI EXPRESS – Empat orang warga Pangkung Dedari, Desa/Kecamatan Melaya, secara beruntun digigit anjing yang belakangan diketahui positif rabies. Mereka yang digigit yakni Ni Ketut Sariningsih,57, Ni Nengah Weli,81, Ni Nyoman Suarti,62 dan Putu Bangkit Artajaya,5. 

 

Kasi Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana IGNB Rai Mulyawan seizin Kadis Peternakan dan Kabid Keswan dan Kesmavet, Jumat (19/3) mengatakan kasus gigitan anjing itu merupakan kasus rabies yang pertama di tahun 2021.

“Ini kasus pertama di 2021, korban gigitan semuanya sudah di berikan suntikan vaksin anti rabies (VAR),” ujarnya.

 

Rai menambahkan, gigitan pertama dari anjing milik Gede Sutarya di Pangkung Dedari itu menimpa Ni Ketut Sariani yang merupakan tetanggannya. Gigitan terjadi pada 3 Maret lalu di bagian betis kanan dan kiri korban. Setelah itu, anjing itu memilih kabur.

 

“Tiga hari berikutnya, yakni pada 6 Maret, giliran Ni Nengah Weli digigit anjing yang sama,” imbuhnya.

 

Saat itu, anjing secara tiba-tiba menggigit bagian jari kaki kirinya pada saat hendak ke kamar tidur. Setelah itu anjing tersebut kembali mengamuk dan menggigit korban lainnya yakni Nyoman Suarti dan Putu Bangkit.

Mengetahui anjing peliharaannya bergejala rabies, pemilik anjing kemudian berinisiatif mengurungnya hingga akhirnya mati pada 12 Maret lalu.

 

Mendapati anjing yang menggigit mati dalam masa waktu observasi, Kemudian petugas Kesmavet mengambil sample otak untuk dikirim ke Balai Besar Veteriner di Denpasar untuk diteliti.

“Tanggal 18 Maret, hasil sample otak anjing tersebut datang dan dinyatakan positif rabies,” terangnya.

 

Dari data yang tercatat, anjing gila itu merupakan anak anjing usia 6 bulan dan belum tervaksin rabies karena tahun 2020 tidak dilaksanakan vaksin akibat Covid-19. 

 

Selanjutnya, untuk mengetahui dan mengantisipasi penularan rabies di tempat itu, Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana bersama Dinas Kesehatan Jembrana langsung melakukan vaksinasi terhadap anjing warga. Selain itu, mereka juga melakukan eliminasi selektif terhadap anjing warga yang diduga sempat kontak langsung dengan anjing yang positif rabies.

 

Kegiatan vaksinasi rabies sebanyak 22 ekor anjing dilaksanakan Jumat (19/3) siang. Usai pemberian vaksin, pihaknnya lanjut Rai Mulyawan melakukan eliminasi selektif terhadap 6 ekor anjing.


NEGARA, BALI EXPRESS – Empat orang warga Pangkung Dedari, Desa/Kecamatan Melaya, secara beruntun digigit anjing yang belakangan diketahui positif rabies. Mereka yang digigit yakni Ni Ketut Sariningsih,57, Ni Nengah Weli,81, Ni Nyoman Suarti,62 dan Putu Bangkit Artajaya,5. 

 

Kasi Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana IGNB Rai Mulyawan seizin Kadis Peternakan dan Kabid Keswan dan Kesmavet, Jumat (19/3) mengatakan kasus gigitan anjing itu merupakan kasus rabies yang pertama di tahun 2021.

“Ini kasus pertama di 2021, korban gigitan semuanya sudah di berikan suntikan vaksin anti rabies (VAR),” ujarnya.

 

Rai menambahkan, gigitan pertama dari anjing milik Gede Sutarya di Pangkung Dedari itu menimpa Ni Ketut Sariani yang merupakan tetanggannya. Gigitan terjadi pada 3 Maret lalu di bagian betis kanan dan kiri korban. Setelah itu, anjing itu memilih kabur.

 

“Tiga hari berikutnya, yakni pada 6 Maret, giliran Ni Nengah Weli digigit anjing yang sama,” imbuhnya.

 

Saat itu, anjing secara tiba-tiba menggigit bagian jari kaki kirinya pada saat hendak ke kamar tidur. Setelah itu anjing tersebut kembali mengamuk dan menggigit korban lainnya yakni Nyoman Suarti dan Putu Bangkit.

Mengetahui anjing peliharaannya bergejala rabies, pemilik anjing kemudian berinisiatif mengurungnya hingga akhirnya mati pada 12 Maret lalu.

 

Mendapati anjing yang menggigit mati dalam masa waktu observasi, Kemudian petugas Kesmavet mengambil sample otak untuk dikirim ke Balai Besar Veteriner di Denpasar untuk diteliti.

“Tanggal 18 Maret, hasil sample otak anjing tersebut datang dan dinyatakan positif rabies,” terangnya.

 

Dari data yang tercatat, anjing gila itu merupakan anak anjing usia 6 bulan dan belum tervaksin rabies karena tahun 2020 tidak dilaksanakan vaksin akibat Covid-19. 

 

Selanjutnya, untuk mengetahui dan mengantisipasi penularan rabies di tempat itu, Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana bersama Dinas Kesehatan Jembrana langsung melakukan vaksinasi terhadap anjing warga. Selain itu, mereka juga melakukan eliminasi selektif terhadap anjing warga yang diduga sempat kontak langsung dengan anjing yang positif rabies.

 

Kegiatan vaksinasi rabies sebanyak 22 ekor anjing dilaksanakan Jumat (19/3) siang. Usai pemberian vaksin, pihaknnya lanjut Rai Mulyawan melakukan eliminasi selektif terhadap 6 ekor anjing.


Most Read

Artikel Terbaru

/