alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Kebut Target Vaksinasi, Ubud Terapkan Sistem Banjar

GIANYAR, BALI EXPRESS – Sebagai salah satu daerah yang akan dijadikan percontohan zona hijau atau bebas Covid-19 di Bali, Ubud mendapatkan perlakuan khusus. Dimana vaksinasi akan menerapkan sistem banjar.

 

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra menerangkan jika disamping mendapatkan pasokan vaksin secara reguler, Gianyar juga mendapatkan pasokan vaksin khusus untuk Ubud sebanyak 50.000 vial. 

 

Dan Pemkab Gianyar sendiri sudah menerapkan sistem Banjar dalam pelaksanaan vaksinasi Covid di Ubud. Di Ubud pihaknya menyasar 33 banjar, sehingga dalam satu hari, dalam satu banjar akan ada 150 orang yang divaksin. “Dengan demikian kita target dalam 5 hari, kegiatan vaksinasi di 33 banjar ini akan tuntas,” tegasnya.

 

Lebih lanjut Bupati Mahayastra mengatakan jika setelah Ubud, vaksinasi akan menyasar Desa Peliatan. Menurutnya saat perhitungan vaksin di Ubud kemarin, pihaknya lupa mengurangi penduduk usia di bawah 18 tahun belum bisa divaksin. Sehingga diperkirakan ada sisa vaksin sebanyak 12.000 vial.

 

Sisa vaksin inilah yang akan digunakan untuk vaksinasi tahap pertama di Peliatan termasuk Desa Mas. Awalnya vaksinasi direncanakan menyasar Kelurahan Ubud, Petulu, Sayan dan Kedewatan.”Kita nantinya juga akan menyasar vaksinasi kawasan Ubud secara umum,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Sebagai salah satu daerah yang akan dijadikan percontohan zona hijau atau bebas Covid-19 di Bali, Ubud mendapatkan perlakuan khusus. Dimana vaksinasi akan menerapkan sistem banjar.

 

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra menerangkan jika disamping mendapatkan pasokan vaksin secara reguler, Gianyar juga mendapatkan pasokan vaksin khusus untuk Ubud sebanyak 50.000 vial. 

 

Dan Pemkab Gianyar sendiri sudah menerapkan sistem Banjar dalam pelaksanaan vaksinasi Covid di Ubud. Di Ubud pihaknya menyasar 33 banjar, sehingga dalam satu hari, dalam satu banjar akan ada 150 orang yang divaksin. “Dengan demikian kita target dalam 5 hari, kegiatan vaksinasi di 33 banjar ini akan tuntas,” tegasnya.

 

Lebih lanjut Bupati Mahayastra mengatakan jika setelah Ubud, vaksinasi akan menyasar Desa Peliatan. Menurutnya saat perhitungan vaksin di Ubud kemarin, pihaknya lupa mengurangi penduduk usia di bawah 18 tahun belum bisa divaksin. Sehingga diperkirakan ada sisa vaksin sebanyak 12.000 vial.

 

Sisa vaksin inilah yang akan digunakan untuk vaksinasi tahap pertama di Peliatan termasuk Desa Mas. Awalnya vaksinasi direncanakan menyasar Kelurahan Ubud, Petulu, Sayan dan Kedewatan.”Kita nantinya juga akan menyasar vaksinasi kawasan Ubud secara umum,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/