alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Dinilai Sudutkan Korban, Supriyono Tuntut Alit Cabut Pernyataan

BALI EXPRESS, DENPASAR – Kuasa hukum kedua korban KDRT di Gianyar, Supriyono, merasa gregetan terhadap ocehan I Nyoman Alit Sutarya alias Alit Rama, yang diduga suami siri Desak Made Wiratningsih alias Gek Blondy, 36.

 

Pasalnya, ucapan caleg terpilih DPRD Gianyar sekaligus pengacara tersangka   dalam video klarifikasinya beberapa waktu lalu, dinilai menyudutkan klien Supriyono, yakni kedua korban KDRT Eka Febriyanti, 21, dan adik tirinya Santi Yuni Astuti, 19.

 

Alit Rama, kata Supriyono, mengatakan luka korban adalah luka koreng, serta menyebut kedua korban ada hubungan dengan terduga mantan suami Desak, yang dikatakan terus meneror tersangka.

 

Berikut kutipan ucapan Alit Rama dalam video klarifikasinya. “Banyak logika-logika yang perlu dikutip. Yaitu ee.. pertama dari luka diduga korban itu bisa dilihat apakah luka baru atau luka lama. Kedua masih sangat mencurigakan sekali tentang pakaian ee..perawat kesehatan. Kalau di Bali saya lihat pakaian warnanya pink, itu kayaknya masih perlu diselidiki. Kedua ee..si korban ini dia punya waktu yang sangat luas untuk melapor atau berteriak. Karena dia sering ee..diberi kesempatan untuk menjaga warung. Banyak sekali-kejanggalan-kejanggalan di sini. Kalu dilihat dari segi disiram air panas, katanya dengan dua panic, itu secara logika tidak masuk akal,”  ucap Alit.

 

Menanggapi pernyataan-pernyataan bahwa kasus ini ada kaitannya dengan terduga mantan suami Desak, Supriyono meminta Alit Rama menguji penyataannya.

“Alit Rama jangan asal ngomong. Jangan semena-mena sama orang miskin. Dibilang klien saya korengan lah. Kalau Alit Rama ingin membela, ya harus dibuktikan. Jangan asal bicara. Jangan asal ngomong. Kalau membela, jangan membabi buta. Gali lubang sendiri nantinya,” ucap Supriyono kepada koran ini, Minggu (19/5).

 

Pihaknya juga menegaskan bahwa kedua korban tidak ada hubungannya dengan Muklis yang disebut-sebut mantan suami Desak.

“Saya beri waktu paling lambat 7 hari untuk mencabut pernyataannya. Atau saya laporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 27 (3) UU ITE juncto Pasal 311 KUHP juncto Pasal 310 KUHP,” tegasnya.


BALI EXPRESS, DENPASAR – Kuasa hukum kedua korban KDRT di Gianyar, Supriyono, merasa gregetan terhadap ocehan I Nyoman Alit Sutarya alias Alit Rama, yang diduga suami siri Desak Made Wiratningsih alias Gek Blondy, 36.

 

Pasalnya, ucapan caleg terpilih DPRD Gianyar sekaligus pengacara tersangka   dalam video klarifikasinya beberapa waktu lalu, dinilai menyudutkan klien Supriyono, yakni kedua korban KDRT Eka Febriyanti, 21, dan adik tirinya Santi Yuni Astuti, 19.

 

Alit Rama, kata Supriyono, mengatakan luka korban adalah luka koreng, serta menyebut kedua korban ada hubungan dengan terduga mantan suami Desak, yang dikatakan terus meneror tersangka.

 

Berikut kutipan ucapan Alit Rama dalam video klarifikasinya. “Banyak logika-logika yang perlu dikutip. Yaitu ee.. pertama dari luka diduga korban itu bisa dilihat apakah luka baru atau luka lama. Kedua masih sangat mencurigakan sekali tentang pakaian ee..perawat kesehatan. Kalau di Bali saya lihat pakaian warnanya pink, itu kayaknya masih perlu diselidiki. Kedua ee..si korban ini dia punya waktu yang sangat luas untuk melapor atau berteriak. Karena dia sering ee..diberi kesempatan untuk menjaga warung. Banyak sekali-kejanggalan-kejanggalan di sini. Kalu dilihat dari segi disiram air panas, katanya dengan dua panic, itu secara logika tidak masuk akal,”  ucap Alit.

 

Menanggapi pernyataan-pernyataan bahwa kasus ini ada kaitannya dengan terduga mantan suami Desak, Supriyono meminta Alit Rama menguji penyataannya.

“Alit Rama jangan asal ngomong. Jangan semena-mena sama orang miskin. Dibilang klien saya korengan lah. Kalau Alit Rama ingin membela, ya harus dibuktikan. Jangan asal bicara. Jangan asal ngomong. Kalau membela, jangan membabi buta. Gali lubang sendiri nantinya,” ucap Supriyono kepada koran ini, Minggu (19/5).

 

Pihaknya juga menegaskan bahwa kedua korban tidak ada hubungannya dengan Muklis yang disebut-sebut mantan suami Desak.

“Saya beri waktu paling lambat 7 hari untuk mencabut pernyataannya. Atau saya laporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 27 (3) UU ITE juncto Pasal 311 KUHP juncto Pasal 310 KUHP,” tegasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/