alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Parta Datangi Kandang Babi yang Digugat Pemilik Restaurant

BALI EXPRESS, GIANYAR – Gugatan sebesar Rp 2,9 miliar yang dihadapi oleh I Nyoman Suastawa mendapat respon dari Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali. I Nyoman Parta mendatangi Suastawa untuk mengetahui asal-usul permasalahannya. Bahkan Parta juga langsung mengecek lokasi kandang babi yang berdampingan dengan restaurant milik PT Nandini Bali di Banjar Susut, Desa Buahan, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Sabtu (18/5). 

 

“Saya sudah tanya ke kepada prajuru, kenapa urusan sederhana sampai harus ke Pengadilan. Bukankah sekarang sudah ada teknologi pakan agar tidak menimbulkan bau. Pihak prajuru juga merasa terkejut kenapa tidak diselesaikan dulu di tingkat prajuru,” paparnya. 

 

Dalam kesempatan itu, ia juga mengatakan belum sempat bertemu dengan pihak manajemen PT Nandini Bali. Meski demikian, ia berharap masih ada celah untuk melakukan sebuah komunikasi yang tujuannya memediasi kedua belah pihak tersebut. “Saya belum ketemu dengan pihak manajemen, mudahan-mudahan masih ada ruang untuk komunikasi,” terang politisi asal Guwang Sukawati tersebut. 

 

Selain Suastawa, ia juga didampingi oleh Petajuh Bendesa setempat, I Made Gunawan, Pekaseh Wayan Sabar serta Kelian Dinas, I Wayan Sudiantara. Dijelaskan kandangnnya  itu juga memang sengaja dibuat di empat penjuru, tujuannya untuk mempermudah mendapatkan lemekan atau pupuk. Lantaran pupuk dari kotoran babi dirasakan sangat cocok dengan biyu batu yang menghasilkan daun lebar. 

 

Menurut Suastawa, seperti disampaikan Parta dengan pupuk kotoran babi daun yang dihasilkan sangat disukai konsumen. “Itu yang memotivasinnya untuk membuat kandang secara tersebar agar memudahkan mendapatkan pupuk. Kebun pisangnnya secara merata dapat pupuk, karena setiap pojokan ada kandang, tidak perlu jauh mengangkut pupuk,” imbuhnya.


BALI EXPRESS, GIANYAR – Gugatan sebesar Rp 2,9 miliar yang dihadapi oleh I Nyoman Suastawa mendapat respon dari Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali. I Nyoman Parta mendatangi Suastawa untuk mengetahui asal-usul permasalahannya. Bahkan Parta juga langsung mengecek lokasi kandang babi yang berdampingan dengan restaurant milik PT Nandini Bali di Banjar Susut, Desa Buahan, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Sabtu (18/5). 

 

“Saya sudah tanya ke kepada prajuru, kenapa urusan sederhana sampai harus ke Pengadilan. Bukankah sekarang sudah ada teknologi pakan agar tidak menimbulkan bau. Pihak prajuru juga merasa terkejut kenapa tidak diselesaikan dulu di tingkat prajuru,” paparnya. 

 

Dalam kesempatan itu, ia juga mengatakan belum sempat bertemu dengan pihak manajemen PT Nandini Bali. Meski demikian, ia berharap masih ada celah untuk melakukan sebuah komunikasi yang tujuannya memediasi kedua belah pihak tersebut. “Saya belum ketemu dengan pihak manajemen, mudahan-mudahan masih ada ruang untuk komunikasi,” terang politisi asal Guwang Sukawati tersebut. 

 

Selain Suastawa, ia juga didampingi oleh Petajuh Bendesa setempat, I Made Gunawan, Pekaseh Wayan Sabar serta Kelian Dinas, I Wayan Sudiantara. Dijelaskan kandangnnya  itu juga memang sengaja dibuat di empat penjuru, tujuannya untuk mempermudah mendapatkan lemekan atau pupuk. Lantaran pupuk dari kotoran babi dirasakan sangat cocok dengan biyu batu yang menghasilkan daun lebar. 

 

Menurut Suastawa, seperti disampaikan Parta dengan pupuk kotoran babi daun yang dihasilkan sangat disukai konsumen. “Itu yang memotivasinnya untuk membuat kandang secara tersebar agar memudahkan mendapatkan pupuk. Kebun pisangnnya secara merata dapat pupuk, karena setiap pojokan ada kandang, tidak perlu jauh mengangkut pupuk,” imbuhnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/