alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Cegah PMK, Distan Gencarkan Dekontaminasi dan Pengecekan Hewan Ternak

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar kini sedang gencar melakukan dekontaminasi serta pemeriksaan hewan dengan menyasar kandang ternak di Kota Denpasar. Langkah ini dilakukan untuk antisipasi pencegahan PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) yang kini sedang merebak.

 

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, Made Ngurah Sugiri, Kamis (19/5) menjelaskan, pencegahan ini tindak lanjut supaya PMK tidak bisa meluas di Bali, khususnya Kota Denpasar.

 

“Dekontaminasi ini berupa spraying (penyemprotan) desinfektan terhadap kandang ternak di Kota Denpasar. Kemudian langkah lainnya berupa pemeriksaan secara klinis daerah yang gejala penyakit PMK,” ujar Ngurah Sugiri saat melakukan pencegahan PMK di┬áKelompok Ternak Sedana Sari, Banjar Gunung Sari, Desa Padangsambian Kaja

 

Dari pemeriksaan itu, Ngurah Sugiri mengatakan hasilnya tidak ada yang mengarah ke PMK. Di sisi lain, pihaknya terus melakukan pengawasan, koordinasi serta edukasi dengan kelompok peternak.

 

“Lebih memaksimalkan terkait dengan pencegahan PMK masuk ke Denpasar. Kemudian sinergi dengan pihak kepolisian, terutama Kamtibnas yang menjadi ujung tombak kepolisian di desa-desa. Kolaborasi ini diharapkan bisa memberikan informasi secara cepat dan tentunya ada tindakan teknis untuk pengendalian PMK,” bebernya.

 

Sementara Ketua Kelompok Ternak Sedana Sari, Banjar Gunung Sari, Desa Padangsambian Kaja, I Nyoman Merta membeberkan di kelompok ternaknya kini terdapat 18 ekor sapi dari 22 orang peternak.

 

“Kami berterima kasih Dinas Pertanian bergerak cepat dengan melakukan pencegahan ini. Kami khawatir sapi-sapi kami nanti ada yang sakit lalu mati, karena itu sangat mempengaruhi nilai jual,” ujar Nyoman Merta.

 

Baginya, jika ada sapi yang mati tidak ada nilai jual dan tidak bisa dimanfaatkan. “Dulu sempat ada sapi sakit, cuma mencret-mencret saja. Menurut saya sekarang masih aman, dan mudah-mudahan tetap aman,” harapnya.

 

Untuk sapi yang masih sehat, Nyoman Merta menyebut ciri-cirinya mulut berlendir dan ada air liurnya. Kemudian nafsu makannya lahap serta enerjik.






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar kini sedang gencar melakukan dekontaminasi serta pemeriksaan hewan dengan menyasar kandang ternak di Kota Denpasar. Langkah ini dilakukan untuk antisipasi pencegahan PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) yang kini sedang merebak.

 

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, Made Ngurah Sugiri, Kamis (19/5) menjelaskan, pencegahan ini tindak lanjut supaya PMK tidak bisa meluas di Bali, khususnya Kota Denpasar.

 

“Dekontaminasi ini berupa spraying (penyemprotan) desinfektan terhadap kandang ternak di Kota Denpasar. Kemudian langkah lainnya berupa pemeriksaan secara klinis daerah yang gejala penyakit PMK,” ujar Ngurah Sugiri saat melakukan pencegahan PMK di┬áKelompok Ternak Sedana Sari, Banjar Gunung Sari, Desa Padangsambian Kaja

 

Dari pemeriksaan itu, Ngurah Sugiri mengatakan hasilnya tidak ada yang mengarah ke PMK. Di sisi lain, pihaknya terus melakukan pengawasan, koordinasi serta edukasi dengan kelompok peternak.

 

“Lebih memaksimalkan terkait dengan pencegahan PMK masuk ke Denpasar. Kemudian sinergi dengan pihak kepolisian, terutama Kamtibnas yang menjadi ujung tombak kepolisian di desa-desa. Kolaborasi ini diharapkan bisa memberikan informasi secara cepat dan tentunya ada tindakan teknis untuk pengendalian PMK,” bebernya.

 

Sementara Ketua Kelompok Ternak Sedana Sari, Banjar Gunung Sari, Desa Padangsambian Kaja, I Nyoman Merta membeberkan di kelompok ternaknya kini terdapat 18 ekor sapi dari 22 orang peternak.

 

“Kami berterima kasih Dinas Pertanian bergerak cepat dengan melakukan pencegahan ini. Kami khawatir sapi-sapi kami nanti ada yang sakit lalu mati, karena itu sangat mempengaruhi nilai jual,” ujar Nyoman Merta.

 

Baginya, jika ada sapi yang mati tidak ada nilai jual dan tidak bisa dimanfaatkan. “Dulu sempat ada sapi sakit, cuma mencret-mencret saja. Menurut saya sekarang masih aman, dan mudah-mudahan tetap aman,” harapnya.

 

Untuk sapi yang masih sehat, Nyoman Merta menyebut ciri-cirinya mulut berlendir dan ada air liurnya. Kemudian nafsu makannya lahap serta enerjik.






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

Most Read

Artikel Terbaru

/