alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Tindaklanjuti PPLN Tanpa PCR, Dinas Pariwisata Bali Gencarkan Promosi  

DENPASAR, BALI EXPRESS – Paska Gubernur Bali Wayan Koster usulkan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) tanpa PCR dan Bali jadi endemi membuat Dinas Pariwisata Provinsi Bali sumringah. Bahkan, semakin gencar melakukan promosi pariwisata, salah satunya dengan Bali Spirit Festival maupun event-event tahunan lainnya yang sempat ditiadakan selama pandemi Covid-19.

Promosi pariwisata juga dilakukan setelah Pemprov Bali berhasil memperjuangkan kebijakan Visa on Arrival (VoA), bebas karantina dan tanpa PCR bagi wisatawan yang telah tuntas mengikuti vaksinasi. Termasuk Gubernur Bali Wayan Koster bersurat ke Kementerian Kesehatan untuk mengubah status pandemi menjadi endemi untuk Bali.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun menyampaikan, hal itu dilakukan Gubernur Koster dalam membangkitkan pariwisata Bali. “Ini merupakan perjuangan yang dilakukan Bapak Gubernur untuk membangkitkan kembali pariwisata Bali yang telah lama terpuruk, lebih dari dua tahun sejak pandemi ini melanda,”  jelasnya, Kamis (19/5).

Disebutkan perubahan status akan meyakinkan kepada para calon wisatawan bahwa Bali sudah berhasil menghadapi wabah ini. “Situasi dan kondisi Bali saat ini sangat kondusif. Ini terlihat dari data kasus yang sangat kecil. Bahkan informasi yang saya dapat, kasus aktif itu dipicu testing pelaku perjalanan yang masuk ke Bali. Itu jumlahnya hanya 10 sampai 20 orang,” imbuhnya.

Cok Pemayun juga menambahkan  masyarakat Bali sangat disiplin menjalan protokol kesehatan. Apalagi 70 persen diantaranya sudah mengikuti vaksinasi yang ketiga atau booster.

Diungkapkan bahwa industri dan pelaku pariwisata juga sangat ketat menerapkan prokes. “Industri pariwisata di Bali telah menerapkan CHSE yang merupakan program Kemenparekraf yang berupa penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada CHSE, yakni cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan), dan environment sustainability atau kelestarian lingkungan,” tandas dia.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS – Paska Gubernur Bali Wayan Koster usulkan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) tanpa PCR dan Bali jadi endemi membuat Dinas Pariwisata Provinsi Bali sumringah. Bahkan, semakin gencar melakukan promosi pariwisata, salah satunya dengan Bali Spirit Festival maupun event-event tahunan lainnya yang sempat ditiadakan selama pandemi Covid-19.

Promosi pariwisata juga dilakukan setelah Pemprov Bali berhasil memperjuangkan kebijakan Visa on Arrival (VoA), bebas karantina dan tanpa PCR bagi wisatawan yang telah tuntas mengikuti vaksinasi. Termasuk Gubernur Bali Wayan Koster bersurat ke Kementerian Kesehatan untuk mengubah status pandemi menjadi endemi untuk Bali.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun menyampaikan, hal itu dilakukan Gubernur Koster dalam membangkitkan pariwisata Bali. “Ini merupakan perjuangan yang dilakukan Bapak Gubernur untuk membangkitkan kembali pariwisata Bali yang telah lama terpuruk, lebih dari dua tahun sejak pandemi ini melanda,”  jelasnya, Kamis (19/5).

Disebutkan perubahan status akan meyakinkan kepada para calon wisatawan bahwa Bali sudah berhasil menghadapi wabah ini. “Situasi dan kondisi Bali saat ini sangat kondusif. Ini terlihat dari data kasus yang sangat kecil. Bahkan informasi yang saya dapat, kasus aktif itu dipicu testing pelaku perjalanan yang masuk ke Bali. Itu jumlahnya hanya 10 sampai 20 orang,” imbuhnya.

Cok Pemayun juga menambahkan  masyarakat Bali sangat disiplin menjalan protokol kesehatan. Apalagi 70 persen diantaranya sudah mengikuti vaksinasi yang ketiga atau booster.

Diungkapkan bahwa industri dan pelaku pariwisata juga sangat ketat menerapkan prokes. “Industri pariwisata di Bali telah menerapkan CHSE yang merupakan program Kemenparekraf yang berupa penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada CHSE, yakni cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan), dan environment sustainability atau kelestarian lingkungan,” tandas dia.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/