alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Antisipasi Kasus Baru, Gianyar Kebut Vaksinasi Rabies

GIANYAR, BALI EXPRESS – Vaksinasi rabies untuk ternak anjing di wilayah Gianyar mulai dikebut di setiap desa. Terlebih desa yang memasuki zona kuning di Gianyar bertambah.

 

Saat ini estimasi populasi anjing di Gianyar sebanyak 88.833 ekor dari data tahun 2019 dan sampai Juni 2022 vaksinasi baru sekitar 16.000 ekor lebih.

 

Kabid Keswan Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, Made Santiarka menyampaikan bahwa untuk di Kabupaten Gianyar belum ada penambahan kasus maupun zona merah dengan artian desa zona merah tetap 12 desa.

 

Meskipun demikian, vaksinasi rabies di desa zona merah dan kuning terus dikebut. Adapun desa zona merah tersebut adalah Desa Bitera, Tampaksiring, Peliatan, Ubud, Taro, Melinggih, Kelusa, Buruan, Lodtunduh, Sebatu dan Medahan.

 

Seementara itu, untuk zona kuning, adalah Desa Lebih, Serongga, Abiabase, Singakerta, Gianyar, Manukaya. Bertambah dua desa yaitu Tulikup dan Desa Sidan.

 

“Meskipaun di Gianyar tidak ada temuan kasus baru, namun kasus yang di Buleleng patut kita waspadai, tim vaksin bergerak serentak kebut vaksinasi,” tegasnya.

 

Ditambahkannya jika secara umum ada kemungkinan populasi anjing bertambah, dari kisaran 88.833 ekor tersebut. Sedangkan yang dikhawatirkan adalah peningkatan populasi anjing lepas liar, terutama pada tempat-tempat sampah liar atau seperti di GOR Kebo Iwa Gianyar.

 

Lebij lanjut dirinya mengatakan jika kegiatan vaksinasi pada pertengahan Juni ini akan dipusatkan di Desa Tulikup dan Desa Sidan. Dimana dua desa ini juga memiliki cakupan wilayah yang luas dan berada di perbatasan Kabupaten.

 

Pihaknya pun mengimbau agar warga yang memelihara anjing dapat mengandangkan anjingnya di pekarangan rumah agar tidak ada kontak dengan anjing liar. “Kalau idealnya satu pekarangan memelihara 2 ekor, namun kadang bisa lebih. Sebagiannya lagi, ada warga yang ingat punya anjing, namun lupa memberi pakan,” paparnya.

 

Adapun personel vaksinasi lapangan, kaya dia terbagi dalam 4 tim yang jumlah personelnya 23 petugas. Sehingga dalam satu tim jumlahnya 6 petugas. Sedangkan sebelumnya jumlah sebanyak 20 tim baik dari tenaga ASN dan tenaga relawan. “Jumlah tim menyusut dari 20 ke 4 tim, sehingga pergerakan vaksinasi melambat, kita optimalkan tim yang ada,” tandasnya.

 

Sementara itu berdasarkan data Bidang Kesehatan Hewan, populasi anjing di Kelurahan Bitra dan sudah divaksin sebanyak 1.426 ekor, Tampaksiring 1.264 ekor, Peliatan 1.212 ekor. Sedangkan pada zona kuning rabies yang sudah divaksin di Desa Lebih 1.634 ekor, Serongga 781 ekor, Abianbase 860 ekor, Singakerta 1.161 ekor, Gianyar 1.634 ekor dan Desa Manukaya 1.515 ekor.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Vaksinasi rabies untuk ternak anjing di wilayah Gianyar mulai dikebut di setiap desa. Terlebih desa yang memasuki zona kuning di Gianyar bertambah.

 

Saat ini estimasi populasi anjing di Gianyar sebanyak 88.833 ekor dari data tahun 2019 dan sampai Juni 2022 vaksinasi baru sekitar 16.000 ekor lebih.

 

Kabid Keswan Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, Made Santiarka menyampaikan bahwa untuk di Kabupaten Gianyar belum ada penambahan kasus maupun zona merah dengan artian desa zona merah tetap 12 desa.

 

Meskipun demikian, vaksinasi rabies di desa zona merah dan kuning terus dikebut. Adapun desa zona merah tersebut adalah Desa Bitera, Tampaksiring, Peliatan, Ubud, Taro, Melinggih, Kelusa, Buruan, Lodtunduh, Sebatu dan Medahan.

 

Seementara itu, untuk zona kuning, adalah Desa Lebih, Serongga, Abiabase, Singakerta, Gianyar, Manukaya. Bertambah dua desa yaitu Tulikup dan Desa Sidan.

 

“Meskipaun di Gianyar tidak ada temuan kasus baru, namun kasus yang di Buleleng patut kita waspadai, tim vaksin bergerak serentak kebut vaksinasi,” tegasnya.

 

Ditambahkannya jika secara umum ada kemungkinan populasi anjing bertambah, dari kisaran 88.833 ekor tersebut. Sedangkan yang dikhawatirkan adalah peningkatan populasi anjing lepas liar, terutama pada tempat-tempat sampah liar atau seperti di GOR Kebo Iwa Gianyar.

 

Lebij lanjut dirinya mengatakan jika kegiatan vaksinasi pada pertengahan Juni ini akan dipusatkan di Desa Tulikup dan Desa Sidan. Dimana dua desa ini juga memiliki cakupan wilayah yang luas dan berada di perbatasan Kabupaten.

 

Pihaknya pun mengimbau agar warga yang memelihara anjing dapat mengandangkan anjingnya di pekarangan rumah agar tidak ada kontak dengan anjing liar. “Kalau idealnya satu pekarangan memelihara 2 ekor, namun kadang bisa lebih. Sebagiannya lagi, ada warga yang ingat punya anjing, namun lupa memberi pakan,” paparnya.

 

Adapun personel vaksinasi lapangan, kaya dia terbagi dalam 4 tim yang jumlah personelnya 23 petugas. Sehingga dalam satu tim jumlahnya 6 petugas. Sedangkan sebelumnya jumlah sebanyak 20 tim baik dari tenaga ASN dan tenaga relawan. “Jumlah tim menyusut dari 20 ke 4 tim, sehingga pergerakan vaksinasi melambat, kita optimalkan tim yang ada,” tandasnya.

 

Sementara itu berdasarkan data Bidang Kesehatan Hewan, populasi anjing di Kelurahan Bitra dan sudah divaksin sebanyak 1.426 ekor, Tampaksiring 1.264 ekor, Peliatan 1.212 ekor. Sedangkan pada zona kuning rabies yang sudah divaksin di Desa Lebih 1.634 ekor, Serongga 781 ekor, Abianbase 860 ekor, Singakerta 1.161 ekor, Gianyar 1.634 ekor dan Desa Manukaya 1.515 ekor.


Most Read

Artikel Terbaru

/