alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Kabarnya Ada Dana Untuk Treding Indra Kens

Kasus LPD Intaran Oleng, Kejari Turun Tangan

DENPASAR, BALI EXPRESS-Kejari Denpasar akhirnya merespons kasus keuangan nasabah  LPD Intaran, Desa Pekraman Sanur. Kasi Intel Kejari Denpasar, Putu Eka Suyantha dikonfirmasi, Minggu (19/6) membenarkan. Hanya saja menurut Putu Eka Suyantha dalam kasus ini, penyidik Kejari Denpasar baru tahap pengumpulan keterangan belum sampai penyelidikan. “Baru tahap meminta keterangan, belum sampai penyelidikan atau penyidikan,” ujar Eka Suyantha.

Informasi yang berkembang di lapangan masalah ini mencuat setelah nasabah LPD tidak bisa menarik tabungannya. Nasabah menduga LPD Intaran saat ini sedang krisis sehingga tidak mampu membayar tabungan dan deposito. Parahnya lagi untuk mengambil bunga tabungan para nasabah harus daftar dulu. Misalnya ada satu warga yang sudah daftar untuk ambil tabungan, tapi hanya dikasi bunganya saja. Bahkan jumlahnya sangat sedikit diluar harapan.  Lebih apes bagi nasabah yang lain,  karena tidak dapat menarik tabungan atau bunga.

Kondisi ini dikabarkan sudah terjadi beberapa bulan terakhir. Informasi lainnya menyebutkan ada oknum di LPD yang menggunakan uang nasabah untuk treding. “Kabarnya main Binomo, Indra Kens itu dan main Forex. Awalnya dapat, setor leboh besar dikit dapat lagi, terakhir pas setor sangat banyak langsung hilang,” imbuh sumber lain.

Adanya tudingan nasabah tersebut sempat dibantah Ketua LPD Intaran, Wayan Mudana. Dia menyebut sampai saat ini kondisi LPD Intaran baik-baik saja. Mudana menyatakan penarikan tabungan atau deposito nasabah dibatasi. Tapi bukan berarti kondisi LPD Intaran sedang kolaps. Bahkan dia menyebut saat ini LPD Intaran masih memiliki aset senilai Rp 160 miliar.






Reporter: Suharnanto

DENPASAR, BALI EXPRESS-Kejari Denpasar akhirnya merespons kasus keuangan nasabah  LPD Intaran, Desa Pekraman Sanur. Kasi Intel Kejari Denpasar, Putu Eka Suyantha dikonfirmasi, Minggu (19/6) membenarkan. Hanya saja menurut Putu Eka Suyantha dalam kasus ini, penyidik Kejari Denpasar baru tahap pengumpulan keterangan belum sampai penyelidikan. “Baru tahap meminta keterangan, belum sampai penyelidikan atau penyidikan,” ujar Eka Suyantha.

Informasi yang berkembang di lapangan masalah ini mencuat setelah nasabah LPD tidak bisa menarik tabungannya. Nasabah menduga LPD Intaran saat ini sedang krisis sehingga tidak mampu membayar tabungan dan deposito. Parahnya lagi untuk mengambil bunga tabungan para nasabah harus daftar dulu. Misalnya ada satu warga yang sudah daftar untuk ambil tabungan, tapi hanya dikasi bunganya saja. Bahkan jumlahnya sangat sedikit diluar harapan.  Lebih apes bagi nasabah yang lain,  karena tidak dapat menarik tabungan atau bunga.

Kondisi ini dikabarkan sudah terjadi beberapa bulan terakhir. Informasi lainnya menyebutkan ada oknum di LPD yang menggunakan uang nasabah untuk treding. “Kabarnya main Binomo, Indra Kens itu dan main Forex. Awalnya dapat, setor leboh besar dikit dapat lagi, terakhir pas setor sangat banyak langsung hilang,” imbuh sumber lain.

Adanya tudingan nasabah tersebut sempat dibantah Ketua LPD Intaran, Wayan Mudana. Dia menyebut sampai saat ini kondisi LPD Intaran baik-baik saja. Mudana menyatakan penarikan tabungan atau deposito nasabah dibatasi. Tapi bukan berarti kondisi LPD Intaran sedang kolaps. Bahkan dia menyebut saat ini LPD Intaran masih memiliki aset senilai Rp 160 miliar.






Reporter: Suharnanto

Most Read

Artikel Terbaru

/