alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Di Denpasar, Kaling dan Pensiunan PNS Meninggal Akibat Covid-19

DENPASAR, BALI EXPRESS – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar kembali mengumumkan dua orang meninggal akibat Covid-19. Di antaranya adalah seorang pensiunan PNS dan seorang kepala lingkungan di kawasan Sesetan.

Dari data yang diperoleh, dua orang pasien yang terkonfirmasi positif virus korona tersebut meninggal pada 17 Juli. Satu di antaranya adalah seorang pensiunan PNS berumur 59 tahun dari Kelurahan Sumerta. Sebelumnya, ia dirawat di RSPTN Unud dan dinyatakan positif pada tanggal 14 Juli. Almarhum dinyatakan meninggal sekitar pukul 10.00 pagi. Sedangkan satunya lagi berusia 49 tahun adalah seorang kepala lingkungan di Sesetan. Almarhum dinyatakan meninggal pada sore hari pada tanggal 17 Juli. Sebelumnya dinyatakan positif tanggal 12 Juli dan dirawat di RSUP Sanglah.  

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai dihubungi via telepon Minggu (19/7) sore menerangkan, GTPP kembali merilis kasus kematian sebanyak dua orang di Kota Denpasar. Keduanya meninggal karena dinyatakan positif Covid-19 yang disertai juga dengan penyakit bawaan. Hingga saat ini kedua jenazah tersebut masih dititipkan di RSUP Sanglah.

“Mereka memang memiliki riwayat penyakit sebelumnya. Yang pensiunan PNS itu punya riwayat jantung, dan kaling ini menderita sesak napas. Jenazahnya belum dikebumikan. Masih dititipkan di RSUP Sanglah dan masih menunggu hari baik untuk prosesi,” kata dia.

Selain kasus meninggal, GTPP Covid-19 Kota Denpasar juga mencatat 31 orang yang diyatakan positif, Minggu (19/9). “Kasus positif juga mengalami peningkatan sebanyak 31 orang, di samping ada kabar duka, 2 pasien Covid-19 di Kota Denpasar dinyatakan meninggal dunia,” tambahnya.

Namun angka kesembuhan juga semakin menunjukkan peningkatan. Sebanyak 61 orang dinyatakan sembuh setelah menjalani serangkaian perawatan, baik di rumah sakit, rumah singgah maupun isolasi mandiri. Secara kumulatif, jelas Dewa Rai, kasus Covid-19 di Kota Denpasar sebanyak 1.057. Rincianya adalah 736 orang sembuh, 14 orang meninggal dunia, dan 307 orang masih dalam perawatan.

Lebih lanjut Dewa Rai menjelaskan angka kesembuhan pasien dan penambahan kasus positif Covid-19 masih fluktuatif. Di tengah banyaknya pasien yang sembuh, juga masih ditemukan kasus positif Covid-19. Untuk itu, harapnya, diperlukan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan.  “Kita bersama memiliki tanggung jawab untuk memutus penyebaran. Saat ini GTPP tetap fokus melakukan 3 T yakni tracing, testing dan treatmen. Untuk menemukan kasus, melalui tracing, tes, dan isolasi atau perawatan, dan masyarakat diharapkan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” ujar Dewa Rai

Dewa Rai menjelaskan walaupun saat ini sudah memasuki adaptasi kebiasaan baru, kasus positif baru di internal keluarga dan pasien positif dengan riwayat perjalanan dalam daerah  masih meningkat. Kedua klaster baru inilah yang patut diwaspadai bersama, mengingat mobilitas penduduk cukup tinggi di Kota Denpasar.

“Masyarakat diharapkan lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah, mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah mulai mendominasi, karena arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi,” ujar Dewa Rai

Melihat perkembangan kasus yang terjadi, Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak berpartisipasi untuk mencegah penularan Covid-19 agar tidak semakin meluas.  Karena dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 ini terdapat dua cara. Yakni tracing masif yang agresif disertai tes dan isolasi, serta kesadaran masyarakat untuk melaksanakan pencegahan dengan penerapan protokol kesehatan. 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar kembali mengumumkan dua orang meninggal akibat Covid-19. Di antaranya adalah seorang pensiunan PNS dan seorang kepala lingkungan di kawasan Sesetan.

Dari data yang diperoleh, dua orang pasien yang terkonfirmasi positif virus korona tersebut meninggal pada 17 Juli. Satu di antaranya adalah seorang pensiunan PNS berumur 59 tahun dari Kelurahan Sumerta. Sebelumnya, ia dirawat di RSPTN Unud dan dinyatakan positif pada tanggal 14 Juli. Almarhum dinyatakan meninggal sekitar pukul 10.00 pagi. Sedangkan satunya lagi berusia 49 tahun adalah seorang kepala lingkungan di Sesetan. Almarhum dinyatakan meninggal pada sore hari pada tanggal 17 Juli. Sebelumnya dinyatakan positif tanggal 12 Juli dan dirawat di RSUP Sanglah.  

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai dihubungi via telepon Minggu (19/7) sore menerangkan, GTPP kembali merilis kasus kematian sebanyak dua orang di Kota Denpasar. Keduanya meninggal karena dinyatakan positif Covid-19 yang disertai juga dengan penyakit bawaan. Hingga saat ini kedua jenazah tersebut masih dititipkan di RSUP Sanglah.

“Mereka memang memiliki riwayat penyakit sebelumnya. Yang pensiunan PNS itu punya riwayat jantung, dan kaling ini menderita sesak napas. Jenazahnya belum dikebumikan. Masih dititipkan di RSUP Sanglah dan masih menunggu hari baik untuk prosesi,” kata dia.

Selain kasus meninggal, GTPP Covid-19 Kota Denpasar juga mencatat 31 orang yang diyatakan positif, Minggu (19/9). “Kasus positif juga mengalami peningkatan sebanyak 31 orang, di samping ada kabar duka, 2 pasien Covid-19 di Kota Denpasar dinyatakan meninggal dunia,” tambahnya.

Namun angka kesembuhan juga semakin menunjukkan peningkatan. Sebanyak 61 orang dinyatakan sembuh setelah menjalani serangkaian perawatan, baik di rumah sakit, rumah singgah maupun isolasi mandiri. Secara kumulatif, jelas Dewa Rai, kasus Covid-19 di Kota Denpasar sebanyak 1.057. Rincianya adalah 736 orang sembuh, 14 orang meninggal dunia, dan 307 orang masih dalam perawatan.

Lebih lanjut Dewa Rai menjelaskan angka kesembuhan pasien dan penambahan kasus positif Covid-19 masih fluktuatif. Di tengah banyaknya pasien yang sembuh, juga masih ditemukan kasus positif Covid-19. Untuk itu, harapnya, diperlukan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan.  “Kita bersama memiliki tanggung jawab untuk memutus penyebaran. Saat ini GTPP tetap fokus melakukan 3 T yakni tracing, testing dan treatmen. Untuk menemukan kasus, melalui tracing, tes, dan isolasi atau perawatan, dan masyarakat diharapkan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” ujar Dewa Rai

Dewa Rai menjelaskan walaupun saat ini sudah memasuki adaptasi kebiasaan baru, kasus positif baru di internal keluarga dan pasien positif dengan riwayat perjalanan dalam daerah  masih meningkat. Kedua klaster baru inilah yang patut diwaspadai bersama, mengingat mobilitas penduduk cukup tinggi di Kota Denpasar.

“Masyarakat diharapkan lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah, mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah mulai mendominasi, karena arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi,” ujar Dewa Rai

Melihat perkembangan kasus yang terjadi, Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak berpartisipasi untuk mencegah penularan Covid-19 agar tidak semakin meluas.  Karena dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 ini terdapat dua cara. Yakni tracing masif yang agresif disertai tes dan isolasi, serta kesadaran masyarakat untuk melaksanakan pencegahan dengan penerapan protokol kesehatan. 


Most Read

Artikel Terbaru

/