alexametrics
29.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Warga Tak Dapat Sembako, Mahayastra Tangani Tuntas

GIANYAR, BALI EXPRESS – Pembagian sembako tahap dua yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gianyar belum tuntas, karena masih terdapat beberapa kepala keluarga yang tercecer belum dapat. Sehingga di sejumlah desa, masalahnya  menjadi polemik.

Kesalahan  masih ada warga yang tidak dapat alias tercecer, sejatinya bukan dari pemerintah. Melainkan diduga adanya oknum petugas yang mendata penerima bantuan itu yang keliru.

Menyiasati hal tersebut, Pemkab Gianyar pun akan menggelontorkan kembali bantuan bagi warga yang tercecer dua minggu ini.  Sesuai informasi yang dihimpun koran ini, dikarenakan ulah kenakalan sejumlah oknum dalam pendataan membuat bantuan tersebut disebut salah sasaran. Sebab banyak warga yang kategori mapan hingga memiliki mobil hingga vila mendapatkan sembako senilai Rp 400 ribu. Sehingga akibat permainan oknum tukang data, setiap adanya bantuan selalu menimbulkan ketidakharmoisan antar-warga.

“Setiap ada bantuan datang pasti selalu lewat saja. Ini bukan salah pemerintah. Pemerintah sudah sangat bagus sekali membantu warga yang terdampak. Namun, yang disayangkan  yang mendata di lapangan. Yang didata orang dekatnya saja,” jelas sumber yang enggan dikorankan namanya.

Sementara Bupati Gianyar, Made Mahayastra, mengatakan, pihaknya juga mendapatkan informasi demikian. Ia berharap masyarakat yang tidak mendapatkan atau yang tercecer, supaya tidak emosional. Ia juga mengatakan akan kembali memberikan sembako, paling lambat dua minggu mendatang. “Saya sudah dengar informasi seperti itu. Nanti saya akan bagikan pada semua yang tidak dapat. Paling lambat dalam waktu dua minggu ini saya akan kasi,”  jelasnya.

 Sedangkan untuk mengantisipasi oknum-oknum petugas nakal, Mahayastra memiliki cara lain agar bantuan susulan ini tidak ada kesan dipermainkan lagi.  Maka yang sebelumnya tidak dapat ini akan disuruh mendaftar langsung ke kantor desa atau kelurahan. Di kantor desa tersebut, harus benar  adil dalam memberikan bantuan.

“Nanti saya akan suruh yang tidak dapat, daftar lagsung ke kantor desa. Namun, yang diterima ini harus yang benar-benar tidak pernah mendapat bantuan apapun.  Baik BLT, dana stimulus, bantuan sembako dari kabupaten, termasuk masyarakat yang sudah mapan dan bukan anggota TNI, Polri, PNS dan pensiunan,” urainya. Terkait kategori mapan, lanjutnya, bukan berarti dia punya mobil, karena yang punya mobilpun banyak yang terdampak.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Pembagian sembako tahap dua yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gianyar belum tuntas, karena masih terdapat beberapa kepala keluarga yang tercecer belum dapat. Sehingga di sejumlah desa, masalahnya  menjadi polemik.

Kesalahan  masih ada warga yang tidak dapat alias tercecer, sejatinya bukan dari pemerintah. Melainkan diduga adanya oknum petugas yang mendata penerima bantuan itu yang keliru.

Menyiasati hal tersebut, Pemkab Gianyar pun akan menggelontorkan kembali bantuan bagi warga yang tercecer dua minggu ini.  Sesuai informasi yang dihimpun koran ini, dikarenakan ulah kenakalan sejumlah oknum dalam pendataan membuat bantuan tersebut disebut salah sasaran. Sebab banyak warga yang kategori mapan hingga memiliki mobil hingga vila mendapatkan sembako senilai Rp 400 ribu. Sehingga akibat permainan oknum tukang data, setiap adanya bantuan selalu menimbulkan ketidakharmoisan antar-warga.

“Setiap ada bantuan datang pasti selalu lewat saja. Ini bukan salah pemerintah. Pemerintah sudah sangat bagus sekali membantu warga yang terdampak. Namun, yang disayangkan  yang mendata di lapangan. Yang didata orang dekatnya saja,” jelas sumber yang enggan dikorankan namanya.

Sementara Bupati Gianyar, Made Mahayastra, mengatakan, pihaknya juga mendapatkan informasi demikian. Ia berharap masyarakat yang tidak mendapatkan atau yang tercecer, supaya tidak emosional. Ia juga mengatakan akan kembali memberikan sembako, paling lambat dua minggu mendatang. “Saya sudah dengar informasi seperti itu. Nanti saya akan bagikan pada semua yang tidak dapat. Paling lambat dalam waktu dua minggu ini saya akan kasi,”  jelasnya.

 Sedangkan untuk mengantisipasi oknum-oknum petugas nakal, Mahayastra memiliki cara lain agar bantuan susulan ini tidak ada kesan dipermainkan lagi.  Maka yang sebelumnya tidak dapat ini akan disuruh mendaftar langsung ke kantor desa atau kelurahan. Di kantor desa tersebut, harus benar  adil dalam memberikan bantuan.

“Nanti saya akan suruh yang tidak dapat, daftar lagsung ke kantor desa. Namun, yang diterima ini harus yang benar-benar tidak pernah mendapat bantuan apapun.  Baik BLT, dana stimulus, bantuan sembako dari kabupaten, termasuk masyarakat yang sudah mapan dan bukan anggota TNI, Polri, PNS dan pensiunan,” urainya. Terkait kategori mapan, lanjutnya, bukan berarti dia punya mobil, karena yang punya mobilpun banyak yang terdampak.


Most Read

Artikel Terbaru

/