alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Anak Ketua DPRD Dituntut Rehabilitasi Enam Bulan

DENPASAR, BALI EXPRESS– Nasib Putu Nova Christ Andika Graha Parwata, 34, cukup beruntung. Bagaimana tidak, anak pejabat Badung yang terjerat kasus narkotika tersebut dituntut rehabilitasi selama 6 bulan  dalam sidang secara daring, Selasa (19/7).

 

“Perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 127 ayat (1) UU Narkotika tentang Penyalahgunaan Narkotika untuk dirinya sendiri,” JPU Imam Ramdhoni.

 

Jaksa dalam tuntutannya juga menyampaikan beberapa pertimbangan. Pertimbangan yang memberatkan perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana narkotika. Sedangkan pertimbangan yang meringankan, terdakwa pernah mengikuti rehabilitasi di Surabaya dan Anargya Sober House pada 2017.

 

Disebutkan pula, bahwa terdakwa mengkonsumsi  narkotika untuk mengurangi rasa sakit pasca akibat kecelakaan. “Terdakwa mengaku salah dan belum pernah dihukum,” imbuh JPU Ramdhoni.

Baca Juga :  Tahanan Wanita Kasus Narkoba di Polda Bali Tewas

 

Menurut JPU, Pasal 127 ayat (1) yang diajukan sesuai fakta-fakta persidangan dan keterangan para saksi. Salah satunya berdasar riwayat rehabilitasi tahun 2017, di mana terdakwa pernah menjalani rehablitiasi di Yayasan Anargya, Denpasar.

 

Dari hasil screening saat itu, terdakwa mempunyai masalah ketergantungan THC (senyawa yang terkandung dalam ganja). JPU menambahkan, sebelum melakukan rehabilitasi di Yayasan Anargya, terdakwa juga pernah konseling di Surabaya. Namun, dikarenakan jauh dari rumah, maka terdakwa memutuskan untuk melakukan rehabilitasi di Bali.

 

Setelah menjalani rehabilitasi terdakwa sempat berhenti mengonsumsi ganja. Terdakwa kembali mengonsumsi ganja setelah mengalami kecelakaan pada 2019. Berdasar resume medis tanggal 14 September 2019, terdakwa mengalami koma hemiparesis.

Baca Juga :  Usai Dipecat dari Kepolisian, Lanus Terjerat Kasus Narkoba

 

Terdakwa dalam kasus ini tidak sendirian. Dia ditangkap setelah  saksi I Putu SA (berkas terpisah di Denpom IX 3 Denpasar) mengambil ganja yang dibeli dari akun Instagram (IG) Mr Mario Mad.

 

Sementara, penasihat hukum terdakwa, Ida Bagus Sakti dan Edward Pangkahila menyebut sampai saat ini kliennya masih proses menjalani rehabilitasi. “Terdakwa memakai ganja karena ada riwayat medis, sempat mengalami koma hemiparesis pada saat kecelakaan tahun 2019,” ujar Sakti.

 

Ditegaskan pula oleh Edward, ganja yang dibeli terdakwa hanya untuk dipakai sendiri. “Tidak ada niat atau usaha untuk dijual lagi,” pungkas Edward.






Reporter: Suharnanto

DENPASAR, BALI EXPRESS– Nasib Putu Nova Christ Andika Graha Parwata, 34, cukup beruntung. Bagaimana tidak, anak pejabat Badung yang terjerat kasus narkotika tersebut dituntut rehabilitasi selama 6 bulan  dalam sidang secara daring, Selasa (19/7).

 

“Perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 127 ayat (1) UU Narkotika tentang Penyalahgunaan Narkotika untuk dirinya sendiri,” JPU Imam Ramdhoni.

 

Jaksa dalam tuntutannya juga menyampaikan beberapa pertimbangan. Pertimbangan yang memberatkan perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana narkotika. Sedangkan pertimbangan yang meringankan, terdakwa pernah mengikuti rehabilitasi di Surabaya dan Anargya Sober House pada 2017.

 

Disebutkan pula, bahwa terdakwa mengkonsumsi  narkotika untuk mengurangi rasa sakit pasca akibat kecelakaan. “Terdakwa mengaku salah dan belum pernah dihukum,” imbuh JPU Ramdhoni.

Baca Juga :  Relokasi Pasar Umum Sukawati Dikomplain Pedagang

 

Menurut JPU, Pasal 127 ayat (1) yang diajukan sesuai fakta-fakta persidangan dan keterangan para saksi. Salah satunya berdasar riwayat rehabilitasi tahun 2017, di mana terdakwa pernah menjalani rehablitiasi di Yayasan Anargya, Denpasar.

 

Dari hasil screening saat itu, terdakwa mempunyai masalah ketergantungan THC (senyawa yang terkandung dalam ganja). JPU menambahkan, sebelum melakukan rehabilitasi di Yayasan Anargya, terdakwa juga pernah konseling di Surabaya. Namun, dikarenakan jauh dari rumah, maka terdakwa memutuskan untuk melakukan rehabilitasi di Bali.

 

Setelah menjalani rehabilitasi terdakwa sempat berhenti mengonsumsi ganja. Terdakwa kembali mengonsumsi ganja setelah mengalami kecelakaan pada 2019. Berdasar resume medis tanggal 14 September 2019, terdakwa mengalami koma hemiparesis.

Baca Juga :  Kerap Dijiplak, Pemkab Gianyar Fasilitasi HAKI Karya Perajin Gianyar

 

Terdakwa dalam kasus ini tidak sendirian. Dia ditangkap setelah  saksi I Putu SA (berkas terpisah di Denpom IX 3 Denpasar) mengambil ganja yang dibeli dari akun Instagram (IG) Mr Mario Mad.

 

Sementara, penasihat hukum terdakwa, Ida Bagus Sakti dan Edward Pangkahila menyebut sampai saat ini kliennya masih proses menjalani rehabilitasi. “Terdakwa memakai ganja karena ada riwayat medis, sempat mengalami koma hemiparesis pada saat kecelakaan tahun 2019,” ujar Sakti.

 

Ditegaskan pula oleh Edward, ganja yang dibeli terdakwa hanya untuk dipakai sendiri. “Tidak ada niat atau usaha untuk dijual lagi,” pungkas Edward.






Reporter: Suharnanto

Most Read

Artikel Terbaru

/