27.6 C
Denpasar
Thursday, September 29, 2022

UGD Dipenuhi Rintihan dan Teriakan Para Korban yang Kesakitan

Kompor Mayat Meledak saat Ngaben Massal, 9 Orang Alami Luka Bakar Serius

GIANYAR, BALI EXPRESS – Sembilan warga Desa Adat Selat, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, mengalami luka bakar yang cukup serius setelah kompor mayat yang digunakan dalam ritual upacara Ngaben Massal meledak. Salah satu korban bahkan masih anak-anak.

 

Informasi yang berhasil dihimpun dilapangan menyebutkan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00 WITA. Dimana ketika itu petulangan berbentuk singa yang posisinya paling selatan dan berisikan 12 sawa (jenazah) yang giliran dibakar. Awalnya pembakaran dengan menggunakan kompor mayat itu lancer, setelah 30 menit berlalu keluarga pemilik sawa pun mendekat. Namun tiba-tiba kompor meledak sehingga api menyambar belasan orang yang ada di lokasi.

 

Paling parah dialami oleh 9 orang warga yang terdiri dari tiga orang tukang kompor mayat dan lainnya merupakan warga setempat. Bahkan satu diantaranya masih anak-anak. Selanjutnya para korban pun dilarikan ke RSU Sanjiwani guna mendapatkan pertolongan.

 

Berdasarkan pantauan di lapangan, rintihan dan teriakan kesakitan mengiringi kedatangan para korban di UGD RSU Sanjiwani. Keluarga para korban yang ikut mengantar pun nampak panik sehingga menambah ketegangan.

Baca Juga :  Mabuk Berat, Reza Jadi Korban Tabrak Lari

 

Salah satu korban yang bisa memberikan keterangan, Gusti Yuliantara menerangkan jika peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba sehingga sulit untuk dihindari. “Waktu itu warga sedang berkerumun, tapi tiba-tiba  ada ledakan dan api langsung menyambar. Tabung gasnya itu sampai loncat ke atas.  Saya tak bisa bilang apa melihat kerabat saya terbakar. Semua terbakar seluruh tubuhnya.  Saya merayap dan terbakar di bagian tangan kanan ini saja,” ujarnya.

 

Sementara itu, menurut informasi yang berhasil digali, peristiwa naas itu diduga terjadi akibat tabung gas yang digunakan oleh tukang kompor mayar yang diketahui berasal dari Tampaksiring bocor. Dimana dari awal pembakaran,  tabung gas yang digunakan diduga sudah bocor namun disiasati dengan melilitkan kain pada bagian yang bocor.

 

Sementara itu, berdasarkan pendataan di IGD RSU Sanjiwani tercatat 9 orang korban yang terluka bakar parah. Satu diantaranya seorang anak  berusia 11 tahun atas nama Gusti Pradita. Kemudian ada tiga orang tukang kompor mayat dan 5 orang warga yakni Gusti Budiasa, Gian, Gusti Nyoman Gede, Gusti Mukiana dan Gusti Yuliantara.

Baca Juga :  Biasa Bantu Kakek Bakar Mayat saat Libur Kerja, Tinggalkan Dua Orang Anak

 

Dikonfirmasi terpisah, Camat Blahbatuh I Wayan Gede Eka Putra mengatakan jika saat ini pihaknya masih fokus pada pengananan warganya yang menjadi korban. “Sebab ada yang harus dirujukke RSUP Sanglah karena memang mengalami luka bakar cukup parah,” tegasnya.

 

Ditambahkannya jika ada 9 orang korban yang dilarikan ke UGS RSU Sanjiwani, dan yang mengalami luka bakar parah sebanyak 3 orang. Bahkan sampai 90 persen. “Ya jadi yang akan dibawa ke RSUP Sanglah itu ada 3 orang,” imbuhnya.

 

Dirinya sendiri mengaku tidak mengetahui pasti bagaimana kronologi peristiwa tersebut, hanya saja memang warga Desa Adat Selat tengah melaksanakan upacara Ngaben Massal. “Ya warga di Selat memang sedang ada upacara Ngaben,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Sembilan warga Desa Adat Selat, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, mengalami luka bakar yang cukup serius setelah kompor mayat yang digunakan dalam ritual upacara Ngaben Massal meledak. Salah satu korban bahkan masih anak-anak.

 

Informasi yang berhasil dihimpun dilapangan menyebutkan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00 WITA. Dimana ketika itu petulangan berbentuk singa yang posisinya paling selatan dan berisikan 12 sawa (jenazah) yang giliran dibakar. Awalnya pembakaran dengan menggunakan kompor mayat itu lancer, setelah 30 menit berlalu keluarga pemilik sawa pun mendekat. Namun tiba-tiba kompor meledak sehingga api menyambar belasan orang yang ada di lokasi.

 

Paling parah dialami oleh 9 orang warga yang terdiri dari tiga orang tukang kompor mayat dan lainnya merupakan warga setempat. Bahkan satu diantaranya masih anak-anak. Selanjutnya para korban pun dilarikan ke RSU Sanjiwani guna mendapatkan pertolongan.

 

Berdasarkan pantauan di lapangan, rintihan dan teriakan kesakitan mengiringi kedatangan para korban di UGD RSU Sanjiwani. Keluarga para korban yang ikut mengantar pun nampak panik sehingga menambah ketegangan.

Baca Juga :  Tim Hukum Kasus Ngaben Sudaji Desak Polres Buleleng Keluarkan SP3

 

Salah satu korban yang bisa memberikan keterangan, Gusti Yuliantara menerangkan jika peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba sehingga sulit untuk dihindari. “Waktu itu warga sedang berkerumun, tapi tiba-tiba  ada ledakan dan api langsung menyambar. Tabung gasnya itu sampai loncat ke atas.  Saya tak bisa bilang apa melihat kerabat saya terbakar. Semua terbakar seluruh tubuhnya.  Saya merayap dan terbakar di bagian tangan kanan ini saja,” ujarnya.

 

Sementara itu, menurut informasi yang berhasil digali, peristiwa naas itu diduga terjadi akibat tabung gas yang digunakan oleh tukang kompor mayar yang diketahui berasal dari Tampaksiring bocor. Dimana dari awal pembakaran,  tabung gas yang digunakan diduga sudah bocor namun disiasati dengan melilitkan kain pada bagian yang bocor.

 

Sementara itu, berdasarkan pendataan di IGD RSU Sanjiwani tercatat 9 orang korban yang terluka bakar parah. Satu diantaranya seorang anak  berusia 11 tahun atas nama Gusti Pradita. Kemudian ada tiga orang tukang kompor mayat dan 5 orang warga yakni Gusti Budiasa, Gian, Gusti Nyoman Gede, Gusti Mukiana dan Gusti Yuliantara.

Baca Juga :  Pemilih Sakit dan Karantina Covid Tetap Bisa Nyoblos, Begini Caranya

 

Dikonfirmasi terpisah, Camat Blahbatuh I Wayan Gede Eka Putra mengatakan jika saat ini pihaknya masih fokus pada pengananan warganya yang menjadi korban. “Sebab ada yang harus dirujukke RSUP Sanglah karena memang mengalami luka bakar cukup parah,” tegasnya.

 

Ditambahkannya jika ada 9 orang korban yang dilarikan ke UGS RSU Sanjiwani, dan yang mengalami luka bakar parah sebanyak 3 orang. Bahkan sampai 90 persen. “Ya jadi yang akan dibawa ke RSUP Sanglah itu ada 3 orang,” imbuhnya.

 

Dirinya sendiri mengaku tidak mengetahui pasti bagaimana kronologi peristiwa tersebut, hanya saja memang warga Desa Adat Selat tengah melaksanakan upacara Ngaben Massal. “Ya warga di Selat memang sedang ada upacara Ngaben,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/