alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Penyengker Pura Dalem Belimbing Ambles, Merajan Warga Kena Longsoran

BALI EXPRESS, TABANAN  – Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan  sejak Selasa malam hingga Rabu kemarin (18/10) kemarin, mengakibatkan sebuah pohon aren tumbang di wilayah Banjar Suradadi, Desa Belimbing, Pupuan dan menutupi akses jalan. Akibatnya arus lalu lintas macet total. Kemudian warga bersama kepolisian melakukan evakuasi terhadap pohon tersebut hingga arus lalu lintas berangsung normal.

Selanjutnya sebuah pohon kelapa yang tumbuh di area Setra Banjar Durentaluh, Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan juga tumbang. Menimpa atap bangunan pasar Banjar Durentaluh yang mengenai warung milik I Ketut Karnama, 44, sekitar pukul 12.00. Dan pada waktu yang hampir bersamaan,

Tak hanya itu, sebuah gubuk milik I Wayan Wasa, 55, rata dengan tanah setelah tertimbun longsor di kawasan Subak Mas, Banjar Belimbing, Desa Belimbing.Dengan kerugian mencapai Rp 20 juta. Serta dua unit tiang listrik berserta gardu roboh dan menutupi jalan di wilayah Banjar Pemudungan, Desa Belimbing. Dan tembok penyengker rumah milik I Wayan Dendra, 70, di Banjar Suradadi, Desa Belimbing sepanjang 10 meter dan tinggi 5 meter juga jebol sekitar pukul 13.00 Wita dengan kerugian mencapai Rp 35 juta.

Bukan hanya itu, tembok penyengker Pura Dalem Belimbing, Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan,juga ambrol.  Panjang tembok 30 meter dengan tinggi 10 meter. Reruntuhan tembok pura itu menimbun tembok penyengker merajan sepanjang 20 meter milik Jero Mangku Ketut Subrata, 50. Hhingga tembok penyengker dan pelinggih Penunggun Karang milik korban yang merupakan Jero Mangku Pura Luhur Mekori hancur.

“Piasan dan sudut atap bangunan rumah korban juga kena longsoran dengan kerugian mencapai Rp 150 juta,” ujar salah seorang warga setempat.

Bencana tersebut diduga karena

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, I Putu Trisna Widiatmika menjelaskan, peristiwa itu disebabkan karena hujan deras yang menguyur wilayah sekitar. “Untuk senderan Pura Dalem Belimbing yang ambrol tidak bisa kami tangani secara manual sehingga harus menggunakan alat berat,” ujarnya.

Kapolsek Pupuan, AKP IB. Mahendra mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam bencana tanah longsor dan pohon tumbang di Desa Belimbing tersebut. Namun  pihaknya tetap menghimbau seluruh masyarakat untuk waspada mengingat saat ini sudah memasuki musim hujan.

“Apalagi wilayah Pupuan termasuk wilayah rawan bencana karena masuk wilayah berbukitan, sehingga kami menghimbau masyrakat untuk selalu waspada,” tegasnya.

Sejumlah jembatan dan jalan di Kabupaten Tabanan tidak bisa dilintasi karena air sungai yang meluap. Seperti yang terpantau di jembatan penghubung Desa Tibubiu, Kerambitan dan Desa Tanguntiti, Selemadeg Timur. Jembatan di perbatasan Banjar Dukuh Pulu Kelod dan Banjar Batan Buah, Selemadeg Timur dan jembatan penghubung Desa Antap dan Banjar Soka, Selemadeg.

Kemudian sekitar pukul 16.00 Wita  sebuah pohon jenis kayu amplas tinggi sekitar 50 meter dan diameter 2 meter menimpa bangunan dapur, kamar tidur, kamar mandi dan pelinggih milik I Ketut Nada Wirnawa Putra, 32, di Banjar Belah Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Tabanan.

Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Smart Tabanan, I Gusti Widianata mengatakan, setelah menerima informasi, pihaknya kemudia meluncur ke TKP untuk membantu korban dan warga sekitar melakukan evakuasi terhadap pohon tersebut. “Pohon tumbang diakibatkan hujan deras, dan kerugian mencapai Rp 50 juta,” imbuhnya.


BALI EXPRESS, TABANAN  – Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan  sejak Selasa malam hingga Rabu kemarin (18/10) kemarin, mengakibatkan sebuah pohon aren tumbang di wilayah Banjar Suradadi, Desa Belimbing, Pupuan dan menutupi akses jalan. Akibatnya arus lalu lintas macet total. Kemudian warga bersama kepolisian melakukan evakuasi terhadap pohon tersebut hingga arus lalu lintas berangsung normal.

Selanjutnya sebuah pohon kelapa yang tumbuh di area Setra Banjar Durentaluh, Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan juga tumbang. Menimpa atap bangunan pasar Banjar Durentaluh yang mengenai warung milik I Ketut Karnama, 44, sekitar pukul 12.00. Dan pada waktu yang hampir bersamaan,

Tak hanya itu, sebuah gubuk milik I Wayan Wasa, 55, rata dengan tanah setelah tertimbun longsor di kawasan Subak Mas, Banjar Belimbing, Desa Belimbing.Dengan kerugian mencapai Rp 20 juta. Serta dua unit tiang listrik berserta gardu roboh dan menutupi jalan di wilayah Banjar Pemudungan, Desa Belimbing. Dan tembok penyengker rumah milik I Wayan Dendra, 70, di Banjar Suradadi, Desa Belimbing sepanjang 10 meter dan tinggi 5 meter juga jebol sekitar pukul 13.00 Wita dengan kerugian mencapai Rp 35 juta.

Bukan hanya itu, tembok penyengker Pura Dalem Belimbing, Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan,juga ambrol.  Panjang tembok 30 meter dengan tinggi 10 meter. Reruntuhan tembok pura itu menimbun tembok penyengker merajan sepanjang 20 meter milik Jero Mangku Ketut Subrata, 50. Hhingga tembok penyengker dan pelinggih Penunggun Karang milik korban yang merupakan Jero Mangku Pura Luhur Mekori hancur.

“Piasan dan sudut atap bangunan rumah korban juga kena longsoran dengan kerugian mencapai Rp 150 juta,” ujar salah seorang warga setempat.

Bencana tersebut diduga karena

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, I Putu Trisna Widiatmika menjelaskan, peristiwa itu disebabkan karena hujan deras yang menguyur wilayah sekitar. “Untuk senderan Pura Dalem Belimbing yang ambrol tidak bisa kami tangani secara manual sehingga harus menggunakan alat berat,” ujarnya.

Kapolsek Pupuan, AKP IB. Mahendra mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam bencana tanah longsor dan pohon tumbang di Desa Belimbing tersebut. Namun  pihaknya tetap menghimbau seluruh masyarakat untuk waspada mengingat saat ini sudah memasuki musim hujan.

“Apalagi wilayah Pupuan termasuk wilayah rawan bencana karena masuk wilayah berbukitan, sehingga kami menghimbau masyrakat untuk selalu waspada,” tegasnya.

Sejumlah jembatan dan jalan di Kabupaten Tabanan tidak bisa dilintasi karena air sungai yang meluap. Seperti yang terpantau di jembatan penghubung Desa Tibubiu, Kerambitan dan Desa Tanguntiti, Selemadeg Timur. Jembatan di perbatasan Banjar Dukuh Pulu Kelod dan Banjar Batan Buah, Selemadeg Timur dan jembatan penghubung Desa Antap dan Banjar Soka, Selemadeg.

Kemudian sekitar pukul 16.00 Wita  sebuah pohon jenis kayu amplas tinggi sekitar 50 meter dan diameter 2 meter menimpa bangunan dapur, kamar tidur, kamar mandi dan pelinggih milik I Ketut Nada Wirnawa Putra, 32, di Banjar Belah Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Tabanan.

Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Smart Tabanan, I Gusti Widianata mengatakan, setelah menerima informasi, pihaknya kemudia meluncur ke TKP untuk membantu korban dan warga sekitar melakukan evakuasi terhadap pohon tersebut. “Pohon tumbang diakibatkan hujan deras, dan kerugian mencapai Rp 50 juta,” imbuhnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/