alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Dirawat di IGD, Juniani Diprediksi Derita Kanker Tulang Ganas

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Masih ingat dengan Gusti Nyoman Juniani? Ia adalah penderita tumor yang berasal dari Desa Joanyar. Sebelum dirawat di RSUD Buleleng, suaminya Kadek Mertayasa merawat Juniani di rumahnya dengan pengobatan alternative serta obat herbal lainnya. Obat-obatan herbal itu ia dapatkan dari para balian yang ia datangi. Namun penyakit Juniani tak kunjung sembuh. Dengan bantuan dari pihak yayasan, Kadek Mertayasa dibujuk agar istrinya mendapat perawatan di rumah sakit. Akhirnya ia menyanggupinya. Pada Senin (18/10) sore, Juniani dilarikan ke RSUD Buleleng. Ia diantar oleh mobil milik salah satu Yayasan. Nampak Kadek Mertayasa serta mertuanya juga turut mendampingi Juniani. Ia langsung dibawa ke ruang UGD setibanya di rumah sakit. “Saya bersyukur ada yang bisa bantu kami. Istri saya juga senang dibawa ke rumah sakit. Karena upaya saya berobat ke balian juga tidak ada perubahan. Semoga dengan perawatan ini, istri saya bisa sembuh. Anak-anak sudah saya titip dulu ke keluarga,” kata Merteyasa saat ditemui di RSUD Buleleng.

Dari kondisi yang dialami Juniani, Direktur RSUD Buleleng, Dokter Putu Arya Nugraha mengatakan, Gusti Nyoman Juniani terdaftar sebagai pasien penerima bantuan jaminan kesehatan KIS. Setelah menerima pasien, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk menangani penyakit yang dialami oleh Juniani. Namun jika dalam hasil pemeriksaan nanti, tim medis menyatakan Juniani harus menjalani penanganan lebih intensif, maka Juniani akan dirujuk ke RSUP Sanglah.

Dokter Arya pun memprediksi Gusti Nyoman Juniani menderita Kanker Tulang Ganas atau Tumor Jaringan Lunak. Penanganannya pun harus segera diamputasi. Selanjutnya sampelnya diambil untuk diperiksa sel ganasnya, lalu dilanjutkan dengan kemoterapi. “Dari pengalaman kami jika ada yang seperti ini penanganannya harus diamputasi. Kalau dilihat dari segi fisiknya, lebih dekat ke kanker tulang. Tapi ini kan belum dilakukan pemeriksaan lebih detail. Namun dari pengalaman medis, melihat kasus seperti ini penangananya memang seperti itu,” jelasnya.

Namun jika keluarga atau pasien menolak dilakukan tindakan amputasi, maka pihaknya hanya dapat mengobati gejala yang dialami oleh pasien. Seperti jika pasien merasakan nyeri pada paha kirinya, tim medis hanya bisa menyuntikan obat anti nyeri. Tumor tulang jelas dr Arya sebagian besar biasanya terjadi karena faktor genetik bawaan. “Pada kasus ibu ini mungkin ada pertemuan gen resesif. Orangtuanya kemungkinan sama-sama memiliki gen resesif, sehingga muncul sebagai gen dominan yang manifestasi klinis dalam fisik pasien itu muncul gambaran kanker,” terangnya. 

Disisi lain kedua anak Juniani kini telah menjadi anak asuh dari Komunitas Satu Hati. Biaya pendidikan kedua anaknya akan ditanggung hingga lulus SMA. Sementara anak ketiganya yang baru berusia 6 bulan masih menjadi tanggungan Kadek Mertayasa dan Juniani.


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Masih ingat dengan Gusti Nyoman Juniani? Ia adalah penderita tumor yang berasal dari Desa Joanyar. Sebelum dirawat di RSUD Buleleng, suaminya Kadek Mertayasa merawat Juniani di rumahnya dengan pengobatan alternative serta obat herbal lainnya. Obat-obatan herbal itu ia dapatkan dari para balian yang ia datangi. Namun penyakit Juniani tak kunjung sembuh. Dengan bantuan dari pihak yayasan, Kadek Mertayasa dibujuk agar istrinya mendapat perawatan di rumah sakit. Akhirnya ia menyanggupinya. Pada Senin (18/10) sore, Juniani dilarikan ke RSUD Buleleng. Ia diantar oleh mobil milik salah satu Yayasan. Nampak Kadek Mertayasa serta mertuanya juga turut mendampingi Juniani. Ia langsung dibawa ke ruang UGD setibanya di rumah sakit. “Saya bersyukur ada yang bisa bantu kami. Istri saya juga senang dibawa ke rumah sakit. Karena upaya saya berobat ke balian juga tidak ada perubahan. Semoga dengan perawatan ini, istri saya bisa sembuh. Anak-anak sudah saya titip dulu ke keluarga,” kata Merteyasa saat ditemui di RSUD Buleleng.

Dari kondisi yang dialami Juniani, Direktur RSUD Buleleng, Dokter Putu Arya Nugraha mengatakan, Gusti Nyoman Juniani terdaftar sebagai pasien penerima bantuan jaminan kesehatan KIS. Setelah menerima pasien, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk menangani penyakit yang dialami oleh Juniani. Namun jika dalam hasil pemeriksaan nanti, tim medis menyatakan Juniani harus menjalani penanganan lebih intensif, maka Juniani akan dirujuk ke RSUP Sanglah.

Dokter Arya pun memprediksi Gusti Nyoman Juniani menderita Kanker Tulang Ganas atau Tumor Jaringan Lunak. Penanganannya pun harus segera diamputasi. Selanjutnya sampelnya diambil untuk diperiksa sel ganasnya, lalu dilanjutkan dengan kemoterapi. “Dari pengalaman kami jika ada yang seperti ini penanganannya harus diamputasi. Kalau dilihat dari segi fisiknya, lebih dekat ke kanker tulang. Tapi ini kan belum dilakukan pemeriksaan lebih detail. Namun dari pengalaman medis, melihat kasus seperti ini penangananya memang seperti itu,” jelasnya.

Namun jika keluarga atau pasien menolak dilakukan tindakan amputasi, maka pihaknya hanya dapat mengobati gejala yang dialami oleh pasien. Seperti jika pasien merasakan nyeri pada paha kirinya, tim medis hanya bisa menyuntikan obat anti nyeri. Tumor tulang jelas dr Arya sebagian besar biasanya terjadi karena faktor genetik bawaan. “Pada kasus ibu ini mungkin ada pertemuan gen resesif. Orangtuanya kemungkinan sama-sama memiliki gen resesif, sehingga muncul sebagai gen dominan yang manifestasi klinis dalam fisik pasien itu muncul gambaran kanker,” terangnya. 

Disisi lain kedua anak Juniani kini telah menjadi anak asuh dari Komunitas Satu Hati. Biaya pendidikan kedua anaknya akan ditanggung hingga lulus SMA. Sementara anak ketiganya yang baru berusia 6 bulan masih menjadi tanggungan Kadek Mertayasa dan Juniani.


Most Read

Artikel Terbaru

/