alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Tertipu Rp 962 Juta, Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

DENPASAR, BALI EXPRESS – Seorang wanita bernama Ni Putu Dian Okviani, 23, mendatangi Polda Bali bersama lima penasihat hukum yang dikomandoi I Made Ariel Suardana pada Senin (18/10). Hal itu guna melapor sebab dirinya menjadi korban Investasi bodong bernama Ice Mango.

Laporan ditujukan kepada dua wanita karyawan investasi yang dengan nama lain One Pay Receh itu, yakni Yulia Nur Fitria, 22 dan Fransiska Antari Virnadonita, 22. Ditandai dengan nomor registrasi Dumas/810/X/2021/SPKT/POLDA BALI.

Usut punya usut, awal mula Okviani diduga ditipu, saat bertemu kedua terlapor pada Juli 2021 dan tergiur dengan iming-iming investasi. “Korban diberitahu bahwa uang yang disetorkan akan dikelola untuk usaha pertanian, properti, dan peleburan emas,” ujar Ariel mewakili kliennya.

Tak tanggung-tanggung, pelapor dijanjikan untung hingga miliaran rupiah. Awal dirinya menyetor uang Rp 800 ribu, memang keuntungan cepat dicairkan dalam waktu 19 hari, yakni Rp 1,2 juta. Semakin tergoda dapat untung banyak, Okviani kembali setor Rp 1 juta dan dapat Rp 2 juta dalam dua bulan.

Tanpa disadari, hal ini disebut sebagai tipu muslihat terlapor agar menyebarkan informasi terkait investasi tersebut, sampai terkumpul member (anggota) 110 orang termasuk dirinya yang akhirnya kena sama-sama tipu. “Sehingga kedua terlapor membuka enam investasi berslot 962 dengan nilai Rp 962 juta untuk disetor para member, keuntungan yang dijanjikan miliaran,” bebernya.

Lanjut dikatakan olehnya, Okviani dan para member pun mengikuti semua slot tersebut. Bahkan dengan lugas wanita itu meminjam di LPD untuk investasi ini. Tapi bukannya untung malah buntung, keenam investasi dan slot ternyata gagal dicairkan. Para terlapor mengaku tak sanggup membayar gate total sebesar sebesar Rp 2.746.050.000.

Alhasil pelapor merugi Rp 962 juta. Tentu saja beban ditambah dengan harus mengembalikan uang yang dipinjam dari LPD. Ini tak disangka olehnya, padahal salah satu terlapor yaitu Nur Fitria adala teman sekolahnya dulu. “Sebetulnya semua mau lapor, tapi konsultasi dengan polisi, laporan biar satu saja, sisanya jadi saksi,” tuturnya. 

Dengan laporan ini, pihaknya berharap uang para korban dapat diselamatkan. Terpenting, agar tidak sampai ada korban lain akibat ulah kedua terlapor. Sementara itu, Kabid Humas Polda Bali Kombespol Syamsi yang dikonfirmasi mengaku belum memonitor adanya laporan tersebut. “Saya cek dulu, laporan masyarakat tentu akan ditindaklanjuti,” jawabnya. (ika)


DENPASAR, BALI EXPRESS – Seorang wanita bernama Ni Putu Dian Okviani, 23, mendatangi Polda Bali bersama lima penasihat hukum yang dikomandoi I Made Ariel Suardana pada Senin (18/10). Hal itu guna melapor sebab dirinya menjadi korban Investasi bodong bernama Ice Mango.

Laporan ditujukan kepada dua wanita karyawan investasi yang dengan nama lain One Pay Receh itu, yakni Yulia Nur Fitria, 22 dan Fransiska Antari Virnadonita, 22. Ditandai dengan nomor registrasi Dumas/810/X/2021/SPKT/POLDA BALI.

Usut punya usut, awal mula Okviani diduga ditipu, saat bertemu kedua terlapor pada Juli 2021 dan tergiur dengan iming-iming investasi. “Korban diberitahu bahwa uang yang disetorkan akan dikelola untuk usaha pertanian, properti, dan peleburan emas,” ujar Ariel mewakili kliennya.

Tak tanggung-tanggung, pelapor dijanjikan untung hingga miliaran rupiah. Awal dirinya menyetor uang Rp 800 ribu, memang keuntungan cepat dicairkan dalam waktu 19 hari, yakni Rp 1,2 juta. Semakin tergoda dapat untung banyak, Okviani kembali setor Rp 1 juta dan dapat Rp 2 juta dalam dua bulan.

Tanpa disadari, hal ini disebut sebagai tipu muslihat terlapor agar menyebarkan informasi terkait investasi tersebut, sampai terkumpul member (anggota) 110 orang termasuk dirinya yang akhirnya kena sama-sama tipu. “Sehingga kedua terlapor membuka enam investasi berslot 962 dengan nilai Rp 962 juta untuk disetor para member, keuntungan yang dijanjikan miliaran,” bebernya.

Lanjut dikatakan olehnya, Okviani dan para member pun mengikuti semua slot tersebut. Bahkan dengan lugas wanita itu meminjam di LPD untuk investasi ini. Tapi bukannya untung malah buntung, keenam investasi dan slot ternyata gagal dicairkan. Para terlapor mengaku tak sanggup membayar gate total sebesar sebesar Rp 2.746.050.000.

Alhasil pelapor merugi Rp 962 juta. Tentu saja beban ditambah dengan harus mengembalikan uang yang dipinjam dari LPD. Ini tak disangka olehnya, padahal salah satu terlapor yaitu Nur Fitria adala teman sekolahnya dulu. “Sebetulnya semua mau lapor, tapi konsultasi dengan polisi, laporan biar satu saja, sisanya jadi saksi,” tuturnya. 

Dengan laporan ini, pihaknya berharap uang para korban dapat diselamatkan. Terpenting, agar tidak sampai ada korban lain akibat ulah kedua terlapor. Sementara itu, Kabid Humas Polda Bali Kombespol Syamsi yang dikonfirmasi mengaku belum memonitor adanya laporan tersebut. “Saya cek dulu, laporan masyarakat tentu akan ditindaklanjuti,” jawabnya. (ika)


Most Read

Artikel Terbaru

/