alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Serahkan Bantuan, Bupati Eka Turun Langsung Temui Warga Sakit

TABANAN, BALI EXPRESS – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti kembali menyerahkan bantuan kepada warga Tabanan yang kondisinya kurang beruntung di Desa Bantas, Kecamatab Selemadeg Timur, Tabanan, Jumat (18/12).

Bupati Eka didampingi oleh beberapa anggota DPRD Tabanan, Kadis Perhubungan Tabanan, Camat Selemadeg Timur, Perbekel Desa Bantas dan Ketua Yayasan Ekalawya, mengunjungi Ni Made Werti, 57, warga Banjar Bantas Bale Agung, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, yang mengalami sakit gangguan saraf dan stroke selama 10 tahun.

Wanita malang ini diberikan bantuan sembako, popok dan dana pribadi berupa uang senilai Rp 3 Juta, yang diserahkan langsung kepada I Ketut Natra, suami dari Ni Made Werti.

Selanjutnya Bupati Eka mengunjungi kakak-beradik Ni Ketut Longker, 80, dan Ni Ketut Langkir, 78, di Banjar Bunut Puhun, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan. Ni Ketut Longker menderita trauma, yakni takut melihat orang banyak dan Ni Ketut Langkir mengalami patah tulang sejak 3 bulan yang lalu.

Kakak beradik yang diurus oleh I Wayan Selawa yang masih mempunyai hubungan keluarga tersebut, kemudian diberi bantuan berupa sembako, dana pribadi berupa uang tunai senilai Rp 3 Juta. Selain itu, akan diberikan bantuan bangunan WC senilai Rp 10 Juta, karena kakak beradik ini selama ini belum memiliki WC.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Eka mengatakan, meskipun warga tersebut sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah, namun pihaknya melalui Yayasan Ekalawya tetap memberikan uluran tangan dengan memberikan sejumlah bantuan. 

“Ini sebenarnya agenda rutin, yang namanya beryadnya kita membantu umat lewat yayasan, yang kita berikan santunan juga ada, karena beginilah kehidupan masyarakat kita di bawah,” ujarnya.

Menurutnya, membantu masyarakat jangan hanya menunggu pemerintah saja. Namun, pihak-pihak yang memiliki rezeki lebih bisa turut bersedekah. “Sedekah itu kan tidak melihat nilai, tidak melihat untuk siapa dan dari siapa, tapi niatnya. Ketika mau membantu ya bantu,” tegas Bupati Eka.

Saat ditanya apakah itu pesan untuk Bupati selanjutnya? Bupati Eka mengelak. Ia mengatakan jika itu pesan untuk siapa saja, dan untuk seluruh masyarakat. “Ini untuk siapa saja, tidak harus Bupati. Masak harus menunggu Bupati? Kalau Bupatinya lupa terus rakyatnya mau makan apa? Kan kasihan,” elaknya.

Menurutnya seorang Bupati biasanya memiliki banyak urusan, sehingga sebagai sesama manusia apabila memiliki rezeki lebih, beras lebih atau bahkan sayur lebih, bisa dibagi dengan sesama yang membutuhkan. 

“Jangan menunggu orang lain, kalau kita rajin bersedekah itu sama dengan kita membantu diri kita. Karena sedekah itu merupakan ‘kendaraan kita’, sama seperti perahu atau kapal untuk menyeberang menuju kehidupan damai dan tenang. Dan itu kan ajaran semua agama,” tandasnya.

Terakhir Bupati Eka berharap kunjungannya ini mampu memberikan semangat bagi warga  yang sakit, agar selalu mampu berjuang demi kesembuhannya. Di samping itu, ia juga berharap bantuan ini mampu meringankan beban warga yang sakit sekaligus pihak keluarga yang mengurusnya.

Bupati Eka juga meminta kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Tabanan agar selalu disiplin menaati protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah di masa pandemi ini.

Membiasakan dan mewajibkan diri untuk mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Karena hal itu merupakan kunci agar Covid-19, khususnya di Tabanan dapat diminimalisasi penyebarannya. 


TABANAN, BALI EXPRESS – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti kembali menyerahkan bantuan kepada warga Tabanan yang kondisinya kurang beruntung di Desa Bantas, Kecamatab Selemadeg Timur, Tabanan, Jumat (18/12).

Bupati Eka didampingi oleh beberapa anggota DPRD Tabanan, Kadis Perhubungan Tabanan, Camat Selemadeg Timur, Perbekel Desa Bantas dan Ketua Yayasan Ekalawya, mengunjungi Ni Made Werti, 57, warga Banjar Bantas Bale Agung, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, yang mengalami sakit gangguan saraf dan stroke selama 10 tahun.

Wanita malang ini diberikan bantuan sembako, popok dan dana pribadi berupa uang senilai Rp 3 Juta, yang diserahkan langsung kepada I Ketut Natra, suami dari Ni Made Werti.

Selanjutnya Bupati Eka mengunjungi kakak-beradik Ni Ketut Longker, 80, dan Ni Ketut Langkir, 78, di Banjar Bunut Puhun, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan. Ni Ketut Longker menderita trauma, yakni takut melihat orang banyak dan Ni Ketut Langkir mengalami patah tulang sejak 3 bulan yang lalu.

Kakak beradik yang diurus oleh I Wayan Selawa yang masih mempunyai hubungan keluarga tersebut, kemudian diberi bantuan berupa sembako, dana pribadi berupa uang tunai senilai Rp 3 Juta. Selain itu, akan diberikan bantuan bangunan WC senilai Rp 10 Juta, karena kakak beradik ini selama ini belum memiliki WC.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Eka mengatakan, meskipun warga tersebut sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah, namun pihaknya melalui Yayasan Ekalawya tetap memberikan uluran tangan dengan memberikan sejumlah bantuan. 

“Ini sebenarnya agenda rutin, yang namanya beryadnya kita membantu umat lewat yayasan, yang kita berikan santunan juga ada, karena beginilah kehidupan masyarakat kita di bawah,” ujarnya.

Menurutnya, membantu masyarakat jangan hanya menunggu pemerintah saja. Namun, pihak-pihak yang memiliki rezeki lebih bisa turut bersedekah. “Sedekah itu kan tidak melihat nilai, tidak melihat untuk siapa dan dari siapa, tapi niatnya. Ketika mau membantu ya bantu,” tegas Bupati Eka.

Saat ditanya apakah itu pesan untuk Bupati selanjutnya? Bupati Eka mengelak. Ia mengatakan jika itu pesan untuk siapa saja, dan untuk seluruh masyarakat. “Ini untuk siapa saja, tidak harus Bupati. Masak harus menunggu Bupati? Kalau Bupatinya lupa terus rakyatnya mau makan apa? Kan kasihan,” elaknya.

Menurutnya seorang Bupati biasanya memiliki banyak urusan, sehingga sebagai sesama manusia apabila memiliki rezeki lebih, beras lebih atau bahkan sayur lebih, bisa dibagi dengan sesama yang membutuhkan. 

“Jangan menunggu orang lain, kalau kita rajin bersedekah itu sama dengan kita membantu diri kita. Karena sedekah itu merupakan ‘kendaraan kita’, sama seperti perahu atau kapal untuk menyeberang menuju kehidupan damai dan tenang. Dan itu kan ajaran semua agama,” tandasnya.

Terakhir Bupati Eka berharap kunjungannya ini mampu memberikan semangat bagi warga  yang sakit, agar selalu mampu berjuang demi kesembuhannya. Di samping itu, ia juga berharap bantuan ini mampu meringankan beban warga yang sakit sekaligus pihak keluarga yang mengurusnya.

Bupati Eka juga meminta kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Tabanan agar selalu disiplin menaati protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah di masa pandemi ini.

Membiasakan dan mewajibkan diri untuk mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Karena hal itu merupakan kunci agar Covid-19, khususnya di Tabanan dapat diminimalisasi penyebarannya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/