alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Gelapkan Dana Ratusan Juta Rupiah, Ketua Bumdes Amarta Patas Dibui

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Setelah bergulir bertahun-tahun, kasus dugaan korupsi dana Bumdes Amarta di Desa Patas akhirnya menetapkan satu orang tersangka. Kejaksaan Negeri Buleleng menahan ketua Bumdes Amarta desa Patas, Hernawati terkait kasus korupsi yang dilakukannya. Hernawati ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak Kamis (20/1) Usai dilakukan pemeriksaan oleh Jaksa Penyidik Kejari Buleleng.

Pemeriksaan dilakukan di ruang Pemeriksaan Seksi Tindak Pidana Khusus pada pukul 10.00 wita. Dari hasil pemeriksaan Hernawati terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan Bumdes Amarta Desa Patas, dari tahun 2010 hingga 2017. Dengan menggunakan rompin oranye Hernawati nampak tak berdaya.

Dikonfirmasi via telepon, Kamis (20/1) malam, Kasi Intel Kejari Buleleng, Anak Agung Ngurah Jayalantara mengatakan, Hernawati diperiksa dengan didampingi kuasa hukumnya Indah Elysa. Setelah kurang lebih 5 jam dilakukan pemeriksaan oleh Penyidik, sekitar pukul 15.30 wita Herniati ditahan. “Selanjutnya dilakukan penahanan di Polsek Sawan selama 20 hari ke depan yakni dari tanggal 20 Januari 2022 sampai dengan tanggal 08 Pebruari 2022,” ungkap Jayalantara.

Kerugian yang akibatkan oleh perbuatan Herniati, sebut Jayalantara mencapai Rp 511 juta lebih. Akibat perbuatannya Hernawati disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 dan/atau Pasal 3 jo. Pasal 18 dan/atau Pasal 8 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Apabila dalam 20 hari kedepan Jaksa Penyidik pada Kejaksaan Negeri Buleleng belum menyelesaikan berkas perkara atau berkas belum dinyatakan lengkap (P-21) oleh Jaksa Penuntut Umum, maka akan dilakukan perpanjangan penahanan terhadap tersangka. “Saat ini tersangka sudah di tahan Polsek Sawan. Barang bukti berupa dokumen sudah diamankan Jaksa Penyidik,” terangnya.

Kerugian Bumdes Amarta Desa Patas ini dicurigai disebabkan oleh oknum oengurusnya sendiri. Beberapa oknum pengurus diduga menilep Dana Bumdes dengan cara mengajukan pinjaman tanpa agunan. “Kredit fiktifnya dibuat setelah dalam laporan terjadi ketidakseimbangan kas, sehingga barulah dibuatkan kredit ke masing-masing Banjar dinas, dan juga adanya cash bon dari pengurus sejak tahun 2013 sampai 2015,” tutupnya.






Reporter: Dian Suryantini

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Setelah bergulir bertahun-tahun, kasus dugaan korupsi dana Bumdes Amarta di Desa Patas akhirnya menetapkan satu orang tersangka. Kejaksaan Negeri Buleleng menahan ketua Bumdes Amarta desa Patas, Hernawati terkait kasus korupsi yang dilakukannya. Hernawati ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak Kamis (20/1) Usai dilakukan pemeriksaan oleh Jaksa Penyidik Kejari Buleleng.

Pemeriksaan dilakukan di ruang Pemeriksaan Seksi Tindak Pidana Khusus pada pukul 10.00 wita. Dari hasil pemeriksaan Hernawati terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan Bumdes Amarta Desa Patas, dari tahun 2010 hingga 2017. Dengan menggunakan rompin oranye Hernawati nampak tak berdaya.

Dikonfirmasi via telepon, Kamis (20/1) malam, Kasi Intel Kejari Buleleng, Anak Agung Ngurah Jayalantara mengatakan, Hernawati diperiksa dengan didampingi kuasa hukumnya Indah Elysa. Setelah kurang lebih 5 jam dilakukan pemeriksaan oleh Penyidik, sekitar pukul 15.30 wita Herniati ditahan. “Selanjutnya dilakukan penahanan di Polsek Sawan selama 20 hari ke depan yakni dari tanggal 20 Januari 2022 sampai dengan tanggal 08 Pebruari 2022,” ungkap Jayalantara.

Kerugian yang akibatkan oleh perbuatan Herniati, sebut Jayalantara mencapai Rp 511 juta lebih. Akibat perbuatannya Hernawati disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 dan/atau Pasal 3 jo. Pasal 18 dan/atau Pasal 8 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Apabila dalam 20 hari kedepan Jaksa Penyidik pada Kejaksaan Negeri Buleleng belum menyelesaikan berkas perkara atau berkas belum dinyatakan lengkap (P-21) oleh Jaksa Penuntut Umum, maka akan dilakukan perpanjangan penahanan terhadap tersangka. “Saat ini tersangka sudah di tahan Polsek Sawan. Barang bukti berupa dokumen sudah diamankan Jaksa Penyidik,” terangnya.

Kerugian Bumdes Amarta Desa Patas ini dicurigai disebabkan oleh oknum oengurusnya sendiri. Beberapa oknum pengurus diduga menilep Dana Bumdes dengan cara mengajukan pinjaman tanpa agunan. “Kredit fiktifnya dibuat setelah dalam laporan terjadi ketidakseimbangan kas, sehingga barulah dibuatkan kredit ke masing-masing Banjar dinas, dan juga adanya cash bon dari pengurus sejak tahun 2013 sampai 2015,” tutupnya.






Reporter: Dian Suryantini

Most Read

Artikel Terbaru

/