alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Jelang Nyepi, Forkopincam Gianyar Gelar Rapat Bahas Pembuatan Ogoh-ogoh

GIANYAR, BALI EXPRESS – Meskipun perayaan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada tanggal 3 Maret 2022 masih beberapa bulan lagi, namun Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Gianyar telah menggelar rapat koordinasi untuk membahas mengenai pelaksanaannya. Terlebih saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. Termasuk membahas perihal pembuatan ogoh-ogoh.

 

Rapat koordinasi tersebut digelar di Ruang Kantor Dinas Pertanian Gianyar, Kamis (20/1). Rapat tersebut dipimpin oleh Camat Gianyar I Komang Alit Adnyana, Kapolsek Gianyar Kompol I Gede Putu Putra Astawa, Ketua Majelis Alit Kecamatan Gianyar Ngakan Putu Sudibia, para Perbekel/Lurah se-Kecamatan Gianyar, para Bendesa Adat dan perwakilan Ketua STT.

 

“Kita melaksanakan rapat koordinasi untuk membahas SE MDA Provinsi Bali dan Surat Edaran Gubernur Bali terkait pembuatan dan pawai ogoh-ogoh dalam perayaan Nyepi Tahun Caka 1922,” ungkap  Camat Gianyar I Komang Alit Adnyana.

 

Ditambahkannya jika sesuai dengan SE tersebut, pembuatan ogoh-ogoh tidak dilarang namun ada pembatasan-pembatasan dalam pelaksanaannya. Pembatasan yang dimaksud adalah menyesuaikan dengan kondisi perkembangan kasus Covid-19 di wilayah tersebut. “Jadi apabila ada peningkatan PPKM dari level 2 menjadi level 3 atau level 4 maka pembuatan atau pawai ogoh-ogoh akan ditutup,” imbuhnya.

 

Sementara itu Ketua Majelis Alit Kecamatan Gianyar, Ngakan Putu Sudibia menyampaikan bahwa terkait pembuatan ogoh-ogoh untuk perayaan Nyepi tahun Caka 1922 mengacu kepada Surat Edaran yang ada dalam rangka meningkatkan kreatifitas dapat dilakukan namun dilakukan dengan pembatasan-pembatasan.

 

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan ogoh-ogoh yaitu panitia wajib melaporkan teknis pembuatan ogoh-ogoh kepada Bendesa Adat. Sedangkan peserta pawai hanya 50 orang dengan wilayah di seputar banjar dan sebelumnya melaksanakan tes antigen.

 

“Mengacu kepada SE ini maka pembuatan ogoh-ogoh harus mendapatkan persetujuan dari Satgas Covid-19 serta melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian,” ungkapnya.

 

Ditambahkan oleh Kapolsek Gianyar Kompol, I Gede Putu Putra Astawa, rapat koordinasi tersebut dilaksanakan agar para prajuru dan STT di setiap banjar mempunyai waktu untuk memutuskan membuat ogoh-ogoh atau tidak. “Pembuatan ogoh-ogoh tidak dilarang sesuai Surat Edaran, namun harus ada surat kesepakatan secara tertulis,” tegasnya.

 

Pihaknya pun menghimbau agar nantinya dalam pawai ogoh-ogoh tetap menjaga kondusifitas wilayah. “Kondusifitas wilayah harus dijaga dan apabila ada pelanggaran hukum atau tindak pidana apalagi dibawah pengaruh alkohol maka akan kami tindak tegas,” sambungnya.

 

Kompol Astawa pun mengatakan jika pihaknya secara maksimal akan melakukan pengamanan saat perayaan Nyepi Tahun Caka 1922. “Kami akan kerahkan anggota untuk melaksanakan pengamanan saat perayaan Nyepi Caka 1922 sehingga situasi kamtibmas tetap kondusif,” pungkasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Meskipun perayaan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada tanggal 3 Maret 2022 masih beberapa bulan lagi, namun Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Gianyar telah menggelar rapat koordinasi untuk membahas mengenai pelaksanaannya. Terlebih saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. Termasuk membahas perihal pembuatan ogoh-ogoh.

 

Rapat koordinasi tersebut digelar di Ruang Kantor Dinas Pertanian Gianyar, Kamis (20/1). Rapat tersebut dipimpin oleh Camat Gianyar I Komang Alit Adnyana, Kapolsek Gianyar Kompol I Gede Putu Putra Astawa, Ketua Majelis Alit Kecamatan Gianyar Ngakan Putu Sudibia, para Perbekel/Lurah se-Kecamatan Gianyar, para Bendesa Adat dan perwakilan Ketua STT.

 

“Kita melaksanakan rapat koordinasi untuk membahas SE MDA Provinsi Bali dan Surat Edaran Gubernur Bali terkait pembuatan dan pawai ogoh-ogoh dalam perayaan Nyepi Tahun Caka 1922,” ungkap  Camat Gianyar I Komang Alit Adnyana.

 

Ditambahkannya jika sesuai dengan SE tersebut, pembuatan ogoh-ogoh tidak dilarang namun ada pembatasan-pembatasan dalam pelaksanaannya. Pembatasan yang dimaksud adalah menyesuaikan dengan kondisi perkembangan kasus Covid-19 di wilayah tersebut. “Jadi apabila ada peningkatan PPKM dari level 2 menjadi level 3 atau level 4 maka pembuatan atau pawai ogoh-ogoh akan ditutup,” imbuhnya.

 

Sementara itu Ketua Majelis Alit Kecamatan Gianyar, Ngakan Putu Sudibia menyampaikan bahwa terkait pembuatan ogoh-ogoh untuk perayaan Nyepi tahun Caka 1922 mengacu kepada Surat Edaran yang ada dalam rangka meningkatkan kreatifitas dapat dilakukan namun dilakukan dengan pembatasan-pembatasan.

 

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan ogoh-ogoh yaitu panitia wajib melaporkan teknis pembuatan ogoh-ogoh kepada Bendesa Adat. Sedangkan peserta pawai hanya 50 orang dengan wilayah di seputar banjar dan sebelumnya melaksanakan tes antigen.

 

“Mengacu kepada SE ini maka pembuatan ogoh-ogoh harus mendapatkan persetujuan dari Satgas Covid-19 serta melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian,” ungkapnya.

 

Ditambahkan oleh Kapolsek Gianyar Kompol, I Gede Putu Putra Astawa, rapat koordinasi tersebut dilaksanakan agar para prajuru dan STT di setiap banjar mempunyai waktu untuk memutuskan membuat ogoh-ogoh atau tidak. “Pembuatan ogoh-ogoh tidak dilarang sesuai Surat Edaran, namun harus ada surat kesepakatan secara tertulis,” tegasnya.

 

Pihaknya pun menghimbau agar nantinya dalam pawai ogoh-ogoh tetap menjaga kondusifitas wilayah. “Kondusifitas wilayah harus dijaga dan apabila ada pelanggaran hukum atau tindak pidana apalagi dibawah pengaruh alkohol maka akan kami tindak tegas,” sambungnya.

 

Kompol Astawa pun mengatakan jika pihaknya secara maksimal akan melakukan pengamanan saat perayaan Nyepi Tahun Caka 1922. “Kami akan kerahkan anggota untuk melaksanakan pengamanan saat perayaan Nyepi Caka 1922 sehingga situasi kamtibmas tetap kondusif,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/