alexametrics
25.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Dikelola Yayasan Tungked Werdha, Ambulans Khusus Lansia Siap Beroperasi

GIANYAR, BALI EXPRESS – Banyaknya masyarakat lanjut usia (lansia) yang terlantar atau bahkan ditelantarkan membuat wakil rakyat di Senayan, I Nyoman Parta berjuang untuk memperoleh bantuan ambulans bagi lansia di Bali. Perjuangan anggota DPR RI Dapil Bali dari Fraksi PDIP itu pun berbuah manis dengan diberikannya ambulans oleh BRI yang dikelola oleh Yayasan Tungked Werda Bali. Penyerahan bantuan ambulans itu pun berlangsung, Sabtu (19/2) di BRI Cabang Gianyar.

 

Legislator asal Desa Guwang, Sukawati, Gianyar itu menjelaskan bahwa perjuangan untuk memperoleh ambulans itu berawal dari keprihatinannya terhadap kondisi lansia terlantar yang ada di Bali. Padahal menurutnya, banyak lansia yang terlantar ini harus diantar ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. “Tapi kendalanya itu biasanya ada di biaya, hingga transportasi,” ujarnya saat dikonfirmasi Minggu (20/2).

 

Dimana berdasarkan data yang diperoleh Parta pada 2018, di Bali terdapat sebanyak 13.400 yang terlantar dan diterlantarkan. Terlantar yang dimaksud adalah tidak memperoleh hak mereka sesuai Perda Lansia. Selain itu dirinya menilai lebih banyak lansia yang tidak ikut atau tidak terorganisir dengan berbagai kendala.

 

“Lansia semestinya mendapat cek tensi, asupan gizi, ruang sosialisasi. Biasanya yang terurus hanya mereka yang di balai Banjar, yang rutin ikut senam. Padahal yang tidak ikut lebih banyak lagi. Mereka yang dapat vitamin, dapat pemeriksaan mata hanya bagi yang terorganisir. Sedangkan yang tidak terorganisir  itu misalnya, karena jauh dari keluarga induk,” papar Parta.

 

Atas kondisi tersebut, dirinya pun berfikiran jika harus ada armada ideal yang berfungsi untuk mengantar para lansia yang membutuhkan dan tentunya gratis. Ia pun bersyukur jika kini, BRI memberikan bantuan berupa ambulans yang diperuntukkan untuk lansia. Selain itu juga disiapkan 10 orang sopir yang standby 24 jam untuk mengantar para lansia. “Dan kami sudah rapat, ada 10 sopir yang standby. Sehiungga jam berapa dibutuhkan, armada ini siap. Dan kami inginnya bisa menjangkau seluas mungkin,” bebernya.

 

Namun tak puas sampai disitu, Parta berjanji akan melakukan lobi dengan BUMN lainnya agar bisa memberikan bantuan serupa. Terlebih wilayah Bali cukup luas. “Saat ini kami coba dulu satu ambulans, kita lihat dulu bagaimana operasional dan animo, setelah itu baru kita lobi lagi BUMN lain agar bisa memberikan bantuan serupa,” imbuhnya sembari mengatakan jika untuk saat ini operasional ambulans, terutama bensin, masih diback up oleh pihak Yayasan yang berasal dari donasi masyarakat.

 

Sementara itu, Ketua Yayasan Tungked Werda Bali, Ketut Putra, mengungkapkan bahwa ada ribuan lansia tersebar hampir di seluruh Kabupaten dan Kota di Bali. Bahkan di bulan Januari 2022, pihaknya sudah mengunjungi 8 lansia yang kondisinya memprihatinkan. “Kalau mereka sakit, biasanya akan kami antar mereka pakai sepeda motor Supra hitam,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut dirinya mengatakan jika pihaknya pun sangat terbantu dengan bantuan ambulans tersebut. Terlebih yayasan yang isinya, pemuda, pengusaha dan para relawan ini juga terkadang mengantar lansia dengan kendaraan relawan.

 

Dan selama menangani lansia terlantar, menurutnya ada empat kategori yang biasa pihaknya temui. Yang pertama terlantar di rumah sendiri karena tanpa keluarga. Yang kedua ditinggal keluarga karena kepentingan tertentu. Ketiga, dalam kondisi sangat miskin dan kumuh. Serta yang keempat, tidak memiliki pekerjaan. “Sehingga kami juga mendorong pemerintah desa menyisihkan dana desa untuk membantu kebutuhan lansia,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Banyaknya masyarakat lanjut usia (lansia) yang terlantar atau bahkan ditelantarkan membuat wakil rakyat di Senayan, I Nyoman Parta berjuang untuk memperoleh bantuan ambulans bagi lansia di Bali. Perjuangan anggota DPR RI Dapil Bali dari Fraksi PDIP itu pun berbuah manis dengan diberikannya ambulans oleh BRI yang dikelola oleh Yayasan Tungked Werda Bali. Penyerahan bantuan ambulans itu pun berlangsung, Sabtu (19/2) di BRI Cabang Gianyar.

 

Legislator asal Desa Guwang, Sukawati, Gianyar itu menjelaskan bahwa perjuangan untuk memperoleh ambulans itu berawal dari keprihatinannya terhadap kondisi lansia terlantar yang ada di Bali. Padahal menurutnya, banyak lansia yang terlantar ini harus diantar ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. “Tapi kendalanya itu biasanya ada di biaya, hingga transportasi,” ujarnya saat dikonfirmasi Minggu (20/2).

 

Dimana berdasarkan data yang diperoleh Parta pada 2018, di Bali terdapat sebanyak 13.400 yang terlantar dan diterlantarkan. Terlantar yang dimaksud adalah tidak memperoleh hak mereka sesuai Perda Lansia. Selain itu dirinya menilai lebih banyak lansia yang tidak ikut atau tidak terorganisir dengan berbagai kendala.

 

“Lansia semestinya mendapat cek tensi, asupan gizi, ruang sosialisasi. Biasanya yang terurus hanya mereka yang di balai Banjar, yang rutin ikut senam. Padahal yang tidak ikut lebih banyak lagi. Mereka yang dapat vitamin, dapat pemeriksaan mata hanya bagi yang terorganisir. Sedangkan yang tidak terorganisir  itu misalnya, karena jauh dari keluarga induk,” papar Parta.

 

Atas kondisi tersebut, dirinya pun berfikiran jika harus ada armada ideal yang berfungsi untuk mengantar para lansia yang membutuhkan dan tentunya gratis. Ia pun bersyukur jika kini, BRI memberikan bantuan berupa ambulans yang diperuntukkan untuk lansia. Selain itu juga disiapkan 10 orang sopir yang standby 24 jam untuk mengantar para lansia. “Dan kami sudah rapat, ada 10 sopir yang standby. Sehiungga jam berapa dibutuhkan, armada ini siap. Dan kami inginnya bisa menjangkau seluas mungkin,” bebernya.

 

Namun tak puas sampai disitu, Parta berjanji akan melakukan lobi dengan BUMN lainnya agar bisa memberikan bantuan serupa. Terlebih wilayah Bali cukup luas. “Saat ini kami coba dulu satu ambulans, kita lihat dulu bagaimana operasional dan animo, setelah itu baru kita lobi lagi BUMN lain agar bisa memberikan bantuan serupa,” imbuhnya sembari mengatakan jika untuk saat ini operasional ambulans, terutama bensin, masih diback up oleh pihak Yayasan yang berasal dari donasi masyarakat.

 

Sementara itu, Ketua Yayasan Tungked Werda Bali, Ketut Putra, mengungkapkan bahwa ada ribuan lansia tersebar hampir di seluruh Kabupaten dan Kota di Bali. Bahkan di bulan Januari 2022, pihaknya sudah mengunjungi 8 lansia yang kondisinya memprihatinkan. “Kalau mereka sakit, biasanya akan kami antar mereka pakai sepeda motor Supra hitam,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut dirinya mengatakan jika pihaknya pun sangat terbantu dengan bantuan ambulans tersebut. Terlebih yayasan yang isinya, pemuda, pengusaha dan para relawan ini juga terkadang mengantar lansia dengan kendaraan relawan.

 

Dan selama menangani lansia terlantar, menurutnya ada empat kategori yang biasa pihaknya temui. Yang pertama terlantar di rumah sendiri karena tanpa keluarga. Yang kedua ditinggal keluarga karena kepentingan tertentu. Ketiga, dalam kondisi sangat miskin dan kumuh. Serta yang keempat, tidak memiliki pekerjaan. “Sehingga kami juga mendorong pemerintah desa menyisihkan dana desa untuk membantu kebutuhan lansia,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/