alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

ASITA Bali Harapkan Kebijakan Free Visa Bagi Negara ASEAN

DENPASAR, BALI EXPRESS – Adanya pelonggaran aturan masuk ke Pulau Bali, meningkatkan antusiasme wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara untuk berkunjung. Bahkan, berdasarkan data yang dirilis Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, per 19 Maret 2022, penumpang kedatangan internasional pertama kali mencapai angka 1.043 orang. Angka ini merupakan capaian tertinggi penumpang kedatangan internasional ke Bali.

Selain itu, menurut Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali, Putu Winastra, pasar merespon positif kebijakan terbaru Bali. Dilihat dari airlines internasional sudah semakin banyak yang datang ke Bali. Disebutkan, maskapai Emirates dan Qatar Airways akan datang akhir bulan Maret ini.

“ASITA mengharapkan agar aturan-aturan kedepannya ini semakin lebih mudah,” katanya saat dihubungi Minggu (20/3).

Ia mencontohkan, agar pemerintah bisa memberlakukan bebas visa bagi negara-negara ASEAN seperti sebelum pandemi Covid-19. Jangan sampai, kata dia, wisatawan asal Malaysia, Singapura, datang ke Bali membayar visa. Sedangkan orang Indonesia sendiri datang ke sana tidak membayar visa. Sebab, ia menilai, adanya bebas visa untuk negara ASEAN bisa memberikan kontribusi lebih terhadap kunjungan pariwisata Bali. Selain itu pihaknya berharap, jika kebijakan free visa belum bisa diterapkan, setidaknya semakin banyak negara-negara yang mendapatkan Visa on Arrival (VoA).

“Kemudian, agar kebijakan untuk PCR kedua jangan ada lagi. Jadi, cukup sekali, on arrival, PCR, sudah, karena kan mereka sudah divaksin lengkap semuanya mengikuti aturan,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, ASITA telah bergerak menyiapkan paket tour untuk partner luar negerinya. Pihaknya pun telah melakukan ‘table top’ beberapa waktu lalu dengan mengundang sejumlah industri pariwisata seperti hotel, vila, dan sejenisnya. Tujuannya meng-update produk-produk yang akan dijual.

“Karena tidak sedikit hotel-hotel yang kita ajak kerjasama. Masih ada yang tutup, renovasi dan lain sebagainya. Kemarin kita undang untuk melakukan sharing dan business matching dengan anggota ASITA. Sehingga anggota ASITA mendapatkan informasi yang update terkait produk-produk itu,” bebernya.






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – Adanya pelonggaran aturan masuk ke Pulau Bali, meningkatkan antusiasme wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara untuk berkunjung. Bahkan, berdasarkan data yang dirilis Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, per 19 Maret 2022, penumpang kedatangan internasional pertama kali mencapai angka 1.043 orang. Angka ini merupakan capaian tertinggi penumpang kedatangan internasional ke Bali.

Selain itu, menurut Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali, Putu Winastra, pasar merespon positif kebijakan terbaru Bali. Dilihat dari airlines internasional sudah semakin banyak yang datang ke Bali. Disebutkan, maskapai Emirates dan Qatar Airways akan datang akhir bulan Maret ini.

“ASITA mengharapkan agar aturan-aturan kedepannya ini semakin lebih mudah,” katanya saat dihubungi Minggu (20/3).

Ia mencontohkan, agar pemerintah bisa memberlakukan bebas visa bagi negara-negara ASEAN seperti sebelum pandemi Covid-19. Jangan sampai, kata dia, wisatawan asal Malaysia, Singapura, datang ke Bali membayar visa. Sedangkan orang Indonesia sendiri datang ke sana tidak membayar visa. Sebab, ia menilai, adanya bebas visa untuk negara ASEAN bisa memberikan kontribusi lebih terhadap kunjungan pariwisata Bali. Selain itu pihaknya berharap, jika kebijakan free visa belum bisa diterapkan, setidaknya semakin banyak negara-negara yang mendapatkan Visa on Arrival (VoA).

“Kemudian, agar kebijakan untuk PCR kedua jangan ada lagi. Jadi, cukup sekali, on arrival, PCR, sudah, karena kan mereka sudah divaksin lengkap semuanya mengikuti aturan,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, ASITA telah bergerak menyiapkan paket tour untuk partner luar negerinya. Pihaknya pun telah melakukan ‘table top’ beberapa waktu lalu dengan mengundang sejumlah industri pariwisata seperti hotel, vila, dan sejenisnya. Tujuannya meng-update produk-produk yang akan dijual.

“Karena tidak sedikit hotel-hotel yang kita ajak kerjasama. Masih ada yang tutup, renovasi dan lain sebagainya. Kemarin kita undang untuk melakukan sharing dan business matching dengan anggota ASITA. Sehingga anggota ASITA mendapatkan informasi yang update terkait produk-produk itu,” bebernya.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/