alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Berkas Perkara Pembacokan dan KDRT di Batubulan Dinyatakan P21

GIANYAR, BALI EXPRESS – Berkas perkara kasus pembacokan dan KDRT di depan konter Setia Cell 2, Jalan Pasekan No 16, Banjar Kapal, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, dengan tersangka I Nengah Wanta, 36, yang mengakibatkan korban Jupriyadi, 36, yang diduga selingkuhan istrinya tewas, dinyatakan sudah lengkap atau P21 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar.

 

 

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolsek Sukawati, Kompol I Made Ariawan, P. Dan karena berkas perkara kasus tersebut sudah lengkap, maka jika tidak ada halangan, pelimpahan berkas perkara tahap II berupa penyerahan tersangka dan barang bukti akan dilakukan minggu depan. “Sudah P21, minggu depan rencana pelimpahan tahap II,” ujarnya saat dikonfirmasi Minggu (20/3).

 

Ditambahkannya jika saat ini kondisi tersangka sehat dan stabil sehingga diharapkan nantinya dalam menjalani persidangan juga dengan kondisi yang baik. “Kondisi tersangka sehat dan stabil,” tandasnya.

 

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Gianyar, I Gde Ancana membenarkan jika berkas perkara kasus tersebut sudah P21 dan rencananya akan dilakukan pelimpahan tahap II minggu depan. “Karena berkas perkara sudah lengkap maka dapat dilakukan pelimpahan tahap II,” ujarnya.

 

Dan nantinya setelah dilakukan pelimpahan tahap II maka JPU akan membuat dakwaan yang kemudian dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Gianyar untuk selanjutnya majelis hakim menentukan jadwal sidang. “Jadi untuk jadwal sidang ditentukan oleh pengadilan,” pungkasnya.

 

Diberitakan sebelumnya bahwa seorang pria bernama I Nengah Wanta, 36, asal Banjar Buayang, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, yang tinggal di Perum Candra Ayu 1 No 1 C Banjar Tubuh, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, nekat menganiaya istri serta pria yang diduga selingkuhan istrinya dengan menggunakan senjata tajam, Senin petang tanggal 24 Januari 2022 lalu. Akibatnya pria yang diduga selingkuhan sang istri, Jupriyadi, 36, asal Banyuwangi meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit setelah mendapatkan luka bacokan sabit pada punggung. Sedangkan sang istri, Ni Kadek Setyawati, 29, harus dirawat intensif lantaran mengalami puluhan luka tusukan. Pelaku diduga sakit hati lantaran sang istri diduga berselingkuh dengan korban Jupriyadi.

 

Peristiwa itu terjadi didepan konter pulsa milik korban Setyawati (Setia Cell 2) di Jalan Pasekan No 16, Banjar Kapal, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Setelah peristiwa itu terjadi pelaku langsung diamankan ke Mapolsek Sukawati.

 

Tak butuh waktu lama, polisi kemudian menggelar rekonstruksi pada hari Jumat (4/2) lalu. Ada 35 adegan yang diperagakan oleh tersangka, diantaranya 28 adegan di TKP dan 7 adegan dirumah tersangka.

 

Dalam perkara tersebut, tersangka asal Banjar Buayang, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, yang tinggal di Perum Candra Ayu 1 No 1 C Banjar Tubuh, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, tersebut dipersangkakan pasal pembunuhan berencana sebagaimana dimaksud dalam pasal primer 340 subsider pasal 338 lebih subsider pasal 351 ayat (2) KUHP dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 340 dan pasal 44 ayat (1) jo pasal 6 UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. (ras)

 


GIANYAR, BALI EXPRESS – Berkas perkara kasus pembacokan dan KDRT di depan konter Setia Cell 2, Jalan Pasekan No 16, Banjar Kapal, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, dengan tersangka I Nengah Wanta, 36, yang mengakibatkan korban Jupriyadi, 36, yang diduga selingkuhan istrinya tewas, dinyatakan sudah lengkap atau P21 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar.

 

 

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolsek Sukawati, Kompol I Made Ariawan, P. Dan karena berkas perkara kasus tersebut sudah lengkap, maka jika tidak ada halangan, pelimpahan berkas perkara tahap II berupa penyerahan tersangka dan barang bukti akan dilakukan minggu depan. “Sudah P21, minggu depan rencana pelimpahan tahap II,” ujarnya saat dikonfirmasi Minggu (20/3).

 

Ditambahkannya jika saat ini kondisi tersangka sehat dan stabil sehingga diharapkan nantinya dalam menjalani persidangan juga dengan kondisi yang baik. “Kondisi tersangka sehat dan stabil,” tandasnya.

 

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Gianyar, I Gde Ancana membenarkan jika berkas perkara kasus tersebut sudah P21 dan rencananya akan dilakukan pelimpahan tahap II minggu depan. “Karena berkas perkara sudah lengkap maka dapat dilakukan pelimpahan tahap II,” ujarnya.

 

Dan nantinya setelah dilakukan pelimpahan tahap II maka JPU akan membuat dakwaan yang kemudian dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Gianyar untuk selanjutnya majelis hakim menentukan jadwal sidang. “Jadi untuk jadwal sidang ditentukan oleh pengadilan,” pungkasnya.

 

Diberitakan sebelumnya bahwa seorang pria bernama I Nengah Wanta, 36, asal Banjar Buayang, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, yang tinggal di Perum Candra Ayu 1 No 1 C Banjar Tubuh, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, nekat menganiaya istri serta pria yang diduga selingkuhan istrinya dengan menggunakan senjata tajam, Senin petang tanggal 24 Januari 2022 lalu. Akibatnya pria yang diduga selingkuhan sang istri, Jupriyadi, 36, asal Banyuwangi meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit setelah mendapatkan luka bacokan sabit pada punggung. Sedangkan sang istri, Ni Kadek Setyawati, 29, harus dirawat intensif lantaran mengalami puluhan luka tusukan. Pelaku diduga sakit hati lantaran sang istri diduga berselingkuh dengan korban Jupriyadi.

 

Peristiwa itu terjadi didepan konter pulsa milik korban Setyawati (Setia Cell 2) di Jalan Pasekan No 16, Banjar Kapal, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Setelah peristiwa itu terjadi pelaku langsung diamankan ke Mapolsek Sukawati.

 

Tak butuh waktu lama, polisi kemudian menggelar rekonstruksi pada hari Jumat (4/2) lalu. Ada 35 adegan yang diperagakan oleh tersangka, diantaranya 28 adegan di TKP dan 7 adegan dirumah tersangka.

 

Dalam perkara tersebut, tersangka asal Banjar Buayang, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, yang tinggal di Perum Candra Ayu 1 No 1 C Banjar Tubuh, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, tersebut dipersangkakan pasal pembunuhan berencana sebagaimana dimaksud dalam pasal primer 340 subsider pasal 338 lebih subsider pasal 351 ayat (2) KUHP dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 340 dan pasal 44 ayat (1) jo pasal 6 UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. (ras)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/