alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Dilaporkan Menghilang Sejak Dua Hari, Nenek Ini Ditemukan Tewas di Sungai

GIANYAR, BALI EXPRESS – Setelah sempat hilang selama dua hari, Gusti Nyoman Komang, 75, yang merupakan warga Banjar Dukuh Griya, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, ditemukan tak bernyawa Minggu (20/3) di Tukad Bubug, Banjar Tatiapi Kaja, Desa Pejeng Kawan sekitar pukul 06.00 WITA. Nenek tersebut diduga terpeleset hingga terjatuh ke sungai tersebut.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban sebelumnya dikabarkan hilang sejak hari Jumat (18/3). Hal itu membuat keluarga korban berusaha mencari korban dan menanyakannya kepada tetangga sekitar. Namun tidak ada yang melihat korban, sehingga keluarga korban melaporkan hal tersebut kepada Kelian Adat dan Bhabinkamtibmas Desa Pejeng Kawan.

 

Selanjutnya, Sabtu (19/3) keluarga korban menanyakan kepada orang pintar mengenai keberadaan korban, serta meminta tolong kepada Kelian Adat dan masyarakat setempat untuk membunyikan kentongan dengan harapan korban bisa segera ditemukan. Sayangnya hingga Sabtu malam korban juga belum ditemukan. Sampai akhirnya pada hari Minggu (20/3) sekitar pukul 07.30 WITA, korban ditemukan di Tukad Bugbug wilayah Banjar Tatiapi Kaja, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, dalam keadaan meninggal dunia.

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, Ida Bagus Putu Suamba, membenarkan temuan jenazah nenek tersebut di Tukad Bugbug.  “Korban ini sudah dua hari menghilang, dan ditemukan keluarganya Minggu pagi dalam keadaan meninggal dunia,” ungkapnya.

 

Menurut keterangan keluarga korban, nenek tersebut memang sering berjalan sendiri dan biasa mencari anaknya yang tinggal di Banjar Pedapdapan Pejeng melalui semak-semak dan persawahan. “Korban memang linglung dan sering pergi tanpa izin dan tak terarah,” sambungnya.

 

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi oleh warga dengan cara diikat dengan bambu. Kapolsek Tampaksiring, AKP Ni Luh Suardini mengatakan jika korban diduga terpeleset sehingga jatuh ke dalam sungai dan meninggal dunia. Korban ditemukan dalam keadaan terlentang miring dengan posisi kepala menghadap ke selatan dimana sebagian tubuh terendam air menutupi kepala korban. “Jenazah korban langsung dievakuasi warga ke setra. Dan pihak keluarga menerima peristiwa itu dengan ikhlas dan menolak untuk dilakukan otopsi,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Setelah sempat hilang selama dua hari, Gusti Nyoman Komang, 75, yang merupakan warga Banjar Dukuh Griya, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, ditemukan tak bernyawa Minggu (20/3) di Tukad Bubug, Banjar Tatiapi Kaja, Desa Pejeng Kawan sekitar pukul 06.00 WITA. Nenek tersebut diduga terpeleset hingga terjatuh ke sungai tersebut.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban sebelumnya dikabarkan hilang sejak hari Jumat (18/3). Hal itu membuat keluarga korban berusaha mencari korban dan menanyakannya kepada tetangga sekitar. Namun tidak ada yang melihat korban, sehingga keluarga korban melaporkan hal tersebut kepada Kelian Adat dan Bhabinkamtibmas Desa Pejeng Kawan.

 

Selanjutnya, Sabtu (19/3) keluarga korban menanyakan kepada orang pintar mengenai keberadaan korban, serta meminta tolong kepada Kelian Adat dan masyarakat setempat untuk membunyikan kentongan dengan harapan korban bisa segera ditemukan. Sayangnya hingga Sabtu malam korban juga belum ditemukan. Sampai akhirnya pada hari Minggu (20/3) sekitar pukul 07.30 WITA, korban ditemukan di Tukad Bugbug wilayah Banjar Tatiapi Kaja, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, dalam keadaan meninggal dunia.

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, Ida Bagus Putu Suamba, membenarkan temuan jenazah nenek tersebut di Tukad Bugbug.  “Korban ini sudah dua hari menghilang, dan ditemukan keluarganya Minggu pagi dalam keadaan meninggal dunia,” ungkapnya.

 

Menurut keterangan keluarga korban, nenek tersebut memang sering berjalan sendiri dan biasa mencari anaknya yang tinggal di Banjar Pedapdapan Pejeng melalui semak-semak dan persawahan. “Korban memang linglung dan sering pergi tanpa izin dan tak terarah,” sambungnya.

 

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi oleh warga dengan cara diikat dengan bambu. Kapolsek Tampaksiring, AKP Ni Luh Suardini mengatakan jika korban diduga terpeleset sehingga jatuh ke dalam sungai dan meninggal dunia. Korban ditemukan dalam keadaan terlentang miring dengan posisi kepala menghadap ke selatan dimana sebagian tubuh terendam air menutupi kepala korban. “Jenazah korban langsung dievakuasi warga ke setra. Dan pihak keluarga menerima peristiwa itu dengan ikhlas dan menolak untuk dilakukan otopsi,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/