alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

KONI Buleleng Selektif Berangkatkan Atlet ke Porprov Bali 2022

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Perhelatan Porprov Bali 2022 akan dilaksanakan November 2022 mendatang. Segala persiapan telah dilakukan untuk menghadapi pekan olahraga dua tahunan tersebut. KONI Buleleng pun mulai mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi lawan saat pertandingan nanti. Dengan tagline Small is Gold, Buleleng nantinya hanya akan mengirim atlet yang berpotensi mendulang medali.

 

Ditemui disela-sela pelaksanaan tes fisik tahap I pada hari terakhir, Minggu (20/3) siang, Ketua Umum KONI Buleleng, I Ketut Wiratmaja menegaskan, KONI Buleleng saat ini sangat selektif dalam memilih atlet yang akan dipertarungkan dalam Proprov. Hal itu dilakukan demi kesejahteraan atlet itu sendiri. “Small is gold kami artikan tim yang kecil dapat raih emas sebanyak-banyaknya. Karena pada misi ke-5 KONI Buleleng itu berbunyi KONI Buleleng berupaya untuk mensejahterakan atlet. Disinilah peran penting bagaimana untuk mengefektifkan atlet yang hanya berpotensi meraih medali emas. Sehingga kesejahteraan atlet akan meningkat. Ketika itu dibagi dengan banyak orang, entah itu uang saku atau yang lainnya maka dirasa kurang adil,” tegasnya.

 

Disinggung soal bagi-bagi jatah medali saat Porprov, Wiratmaja dengan tegas Buleleng tidak akan terlibat. Buleleng hanya akan fokus bertanding untuk meraih medali emas dengan atlet sendiri. “Kemudian ada juga yang bertanya berapa jatah medali untuk Buleleng di Pengkab A, B, C. Saya tidak akan memberikan jatah yang lain. KONI tentu akan berbicara dengan banyak pertimbangan lewat data. Fokus bertanding saja. Tidak usah memikirkan yang lain,” terangnya.

 

 

KONI Buleleng pun tak gentar untuk mengirimkan tim kecil dalam even olahraga besar nanti. Baginya meski Buleleng terjun dengan tim kecil, namun potensi meraih medali emas tetap terbuka. “Ada juga pertanyaan bagaimana kalau hanya dua orang yang memenuhi syarat untuk bertanding dari 20 orang di Pengkab A. Ya kalau memang yang siap hanya dua ya dua saja yang diberangkatkan. Sisanya nanti silahkan cari arena yang lain untuk cari pengalaman dan berlatih. Misalnya kejuaraan. Silahkan kirim atlet sebanyak-banyaknya untuk mencari pengalaman. Tapi untuk porprov kali ini hanya mereka yang berpeluang dapat emas yang akan kami berangkatkan. Kami saat ini memang cukup ketat,” sambungnya.

 

Untuk diketahui, KONI Buleleng berkomitmen dengan semboyan Small is Gold. Tak ada kata menyerah untuk menang meski dengan jumlah kekuatan yang minim. Potensi atlet sangat mempengaruhi perolehan medali saat pertandingan. Untuk itu KONI Buleleng yakin dapat membuktikan diri berkompetisi dengan jujur, optimal dan kompetitif.






Reporter: Dian Suryantini

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Perhelatan Porprov Bali 2022 akan dilaksanakan November 2022 mendatang. Segala persiapan telah dilakukan untuk menghadapi pekan olahraga dua tahunan tersebut. KONI Buleleng pun mulai mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi lawan saat pertandingan nanti. Dengan tagline Small is Gold, Buleleng nantinya hanya akan mengirim atlet yang berpotensi mendulang medali.

 

Ditemui disela-sela pelaksanaan tes fisik tahap I pada hari terakhir, Minggu (20/3) siang, Ketua Umum KONI Buleleng, I Ketut Wiratmaja menegaskan, KONI Buleleng saat ini sangat selektif dalam memilih atlet yang akan dipertarungkan dalam Proprov. Hal itu dilakukan demi kesejahteraan atlet itu sendiri. “Small is gold kami artikan tim yang kecil dapat raih emas sebanyak-banyaknya. Karena pada misi ke-5 KONI Buleleng itu berbunyi KONI Buleleng berupaya untuk mensejahterakan atlet. Disinilah peran penting bagaimana untuk mengefektifkan atlet yang hanya berpotensi meraih medali emas. Sehingga kesejahteraan atlet akan meningkat. Ketika itu dibagi dengan banyak orang, entah itu uang saku atau yang lainnya maka dirasa kurang adil,” tegasnya.

 

Disinggung soal bagi-bagi jatah medali saat Porprov, Wiratmaja dengan tegas Buleleng tidak akan terlibat. Buleleng hanya akan fokus bertanding untuk meraih medali emas dengan atlet sendiri. “Kemudian ada juga yang bertanya berapa jatah medali untuk Buleleng di Pengkab A, B, C. Saya tidak akan memberikan jatah yang lain. KONI tentu akan berbicara dengan banyak pertimbangan lewat data. Fokus bertanding saja. Tidak usah memikirkan yang lain,” terangnya.

 

 

KONI Buleleng pun tak gentar untuk mengirimkan tim kecil dalam even olahraga besar nanti. Baginya meski Buleleng terjun dengan tim kecil, namun potensi meraih medali emas tetap terbuka. “Ada juga pertanyaan bagaimana kalau hanya dua orang yang memenuhi syarat untuk bertanding dari 20 orang di Pengkab A. Ya kalau memang yang siap hanya dua ya dua saja yang diberangkatkan. Sisanya nanti silahkan cari arena yang lain untuk cari pengalaman dan berlatih. Misalnya kejuaraan. Silahkan kirim atlet sebanyak-banyaknya untuk mencari pengalaman. Tapi untuk porprov kali ini hanya mereka yang berpeluang dapat emas yang akan kami berangkatkan. Kami saat ini memang cukup ketat,” sambungnya.

 

Untuk diketahui, KONI Buleleng berkomitmen dengan semboyan Small is Gold. Tak ada kata menyerah untuk menang meski dengan jumlah kekuatan yang minim. Potensi atlet sangat mempengaruhi perolehan medali saat pertandingan. Untuk itu KONI Buleleng yakin dapat membuktikan diri berkompetisi dengan jujur, optimal dan kompetitif.






Reporter: Dian Suryantini

Most Read

Artikel Terbaru

/