alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Dalami Kasus Bedah Rumah di Tianyar Barat, Tambah Tujuh Saksi

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Pendalaman kasus dugaan korupsi bantuan bedah rumah di Tianyar Barat, Kubu, Karangasem, terus bergulir. Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem sebelum menetapkan lima tersangka, telah memanggil setidaknya 100 orang lebih sebagai saksi. Tim penyidik Kejari Karangasem pun kembali melakukan pendalaman.

Baca juga: Tersangka Bedah Rumah, Perbekel Tianyar Barat dkk Langsung Ditahan

Tujuh orang saksi baru telah dipanggil selama dua hari, yakni pada Jumat (16/4) lalu dan Senin (19/4). Mereka di antaranya pejabat di Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Karangasem, pemilik toko penyedia bahan bangunan, serta dua warga penerima bantuan.

Kasi Intelijen Kejari Karangasem I Dewa Gede Semara Putra menegaskan, pemanggilan saksi baru ini dilakukan untuk menyempurnakan bukti-bukti awal. Sekaligus memperdalam bukti kuat terkait bantuan dengan total nilai Rp 20,25 miliar tersebut. “Tim penyidik telah memeperdalam sesuai dengan bukti-bukti awal. Itu untuk menyempurnakan bahwa perbuatan itu memang betul-betul dilakukan oleh para tersangka yang kini ditahan,” kata Dewa Semara Putra kepada wartawan, Senin (19/4).

Baca Juga :  Bangunan di Jalur Hijau Goa Gajah Makin Marak

Dewa menambahkan, pemanggilan warga penerima bantuan juga masih tetap dilakukan. Seperti dua orang warga yang baru diperiksa. Mereka dipanggil untuk memberikan keterangan mengenai proses penerimaan bantuan. Apakah ada nama mereka sebagai penerima di dalam SK atau tidak.

Pemeriksaan tersebut menurutnya dilakukan karena memang ada beberapa warga yang mendapat bantuan bedah rumah dari dana BKK Badung tersebut. Namun nama-nama penerima ini tidak ada dalam SK penetapan warga penerima. “Memang ada beberapa nama yang menerima bantuan tapi tidak ada namanya dalam SK,” tegas Dewa.

Terkait hal ini, tim penyidik akan memanggil beberapa pihak lain sebagai saksi. Pemeriksaan tersebut bakal dilakukan dalam beberapa hari mendatang. “Nanti akan ada. Masih ada beberapa saksi lain yang diperiksa,” tegasnya.

Baca Juga :  Usul Pengadaan Alat PCR, Karangasem Siap Tracing Masif

Sementara itu, tim penyidik juga menemukan barang bukti baru berupa buku tabungan yang dimiliki oleh salah satu tersangka. “Rekening itu dipakai transaksi,” jelas Semara Putra.

 

Sebelumnya diberitakan, Kejari Karangasem menetapkan lima tersangka dalam kasus ini, Jumat (9/4). Mereka di antaranya kepala desa setempat berinisial APJ, perangkat desa IGS, dan IGT, IGSJ, serta IKP yang merupakan warga penerima bantuan. Kelimanya langsung dilakukan penahanan usai ditetapkan.


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Pendalaman kasus dugaan korupsi bantuan bedah rumah di Tianyar Barat, Kubu, Karangasem, terus bergulir. Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem sebelum menetapkan lima tersangka, telah memanggil setidaknya 100 orang lebih sebagai saksi. Tim penyidik Kejari Karangasem pun kembali melakukan pendalaman.

Baca juga: Tersangka Bedah Rumah, Perbekel Tianyar Barat dkk Langsung Ditahan

Tujuh orang saksi baru telah dipanggil selama dua hari, yakni pada Jumat (16/4) lalu dan Senin (19/4). Mereka di antaranya pejabat di Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Karangasem, pemilik toko penyedia bahan bangunan, serta dua warga penerima bantuan.

Kasi Intelijen Kejari Karangasem I Dewa Gede Semara Putra menegaskan, pemanggilan saksi baru ini dilakukan untuk menyempurnakan bukti-bukti awal. Sekaligus memperdalam bukti kuat terkait bantuan dengan total nilai Rp 20,25 miliar tersebut. “Tim penyidik telah memeperdalam sesuai dengan bukti-bukti awal. Itu untuk menyempurnakan bahwa perbuatan itu memang betul-betul dilakukan oleh para tersangka yang kini ditahan,” kata Dewa Semara Putra kepada wartawan, Senin (19/4).

Baca Juga :  Pesannya Jadi Viral, Suwirta Sadar Musibah Bisa Timpa Siapa Saja

Dewa menambahkan, pemanggilan warga penerima bantuan juga masih tetap dilakukan. Seperti dua orang warga yang baru diperiksa. Mereka dipanggil untuk memberikan keterangan mengenai proses penerimaan bantuan. Apakah ada nama mereka sebagai penerima di dalam SK atau tidak.

Pemeriksaan tersebut menurutnya dilakukan karena memang ada beberapa warga yang mendapat bantuan bedah rumah dari dana BKK Badung tersebut. Namun nama-nama penerima ini tidak ada dalam SK penetapan warga penerima. “Memang ada beberapa nama yang menerima bantuan tapi tidak ada namanya dalam SK,” tegas Dewa.

Terkait hal ini, tim penyidik akan memanggil beberapa pihak lain sebagai saksi. Pemeriksaan tersebut bakal dilakukan dalam beberapa hari mendatang. “Nanti akan ada. Masih ada beberapa saksi lain yang diperiksa,” tegasnya.

Baca Juga :  Hadiri Ngusaba Kawulu di Asak, Giri Janjikan 450 Rumah di Karangasem

Sementara itu, tim penyidik juga menemukan barang bukti baru berupa buku tabungan yang dimiliki oleh salah satu tersangka. “Rekening itu dipakai transaksi,” jelas Semara Putra.

 

Sebelumnya diberitakan, Kejari Karangasem menetapkan lima tersangka dalam kasus ini, Jumat (9/4). Mereka di antaranya kepala desa setempat berinisial APJ, perangkat desa IGS, dan IGT, IGSJ, serta IKP yang merupakan warga penerima bantuan. Kelimanya langsung dilakukan penahanan usai ditetapkan.


Most Read

Artikel Terbaru

/