alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Gepeng di Ubud Kembali Ditertibkan, Sebagian Bawa HP Android

GIANYAR, BALI EXPRESS – Satpol PP Gianyar kembali menertibkan puluhan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang sehari-harinya mangkal di daerah wisata Ubud, Rabu (20/4). Mereka kemudian dibawa ke Dinas Sosial Kabupaten Gianyar untuk selanjutnya dibina dan dipulangkan ke daerah asalnya.

Keberadaan puluhan gepeng ini dinilai telah mengganggu ketertiban umum. Terlebih kawasan Ubud merupakan daerah pariwisata yang setiap harinya dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Gianyar, Nurwidyaswanto, menyampaikan bahwa Satpol PP Gianyar telah mengamankan 22 orang gepeng yang kemudian dibawa ke Dinas Sosial Gianyar untuk selanjutnya dipulangkan. “Setelah kita data mereka ini berasal dari Desa Munti, Kabupaten Karangasem. Dan semuanya ini wajah-wajah lama,” ungkapnya.

Dari total 22 orang tersebut, terdiri dari 15 orang anak-anak dan 7 dewasa. Lebih lanjut ia menyebutkan, meskipun sebagian besar gepeng tersebut sudah beralih menjadi penjual gelang, masker, tisu hingga pisau namun mereka terkadang ada yang masih tetap seperti meminta-minta. ” Ya modusnya jual tisu, pisau, gelang, masker dan sebagainya, tapi ujung-ujungnya ‘nunas siu’ (minta seribu), ketika orang yang tidak ditawari tidak mau beli,” paparnya.

Setiap harinya, gepeng ini mengaku mendapatkan garus Rp 50 ribu. Namun uniknya rata-rata semuanya memiliki HP android. “Bulan ini sudah 2 kali kita ke Dinsos Karangasem memulangkan mereka dan semuanya dari Munti, semua juga punya HP android,” pungkasnya.

Sementara itu Kasatpol PP Gianyar, I Made Watha menjelaskan bahwa penertiban gepeng digencarkan kunjungan wisatawan sudah berangsur pulih pasca pandemi Covid-19.  “Gepeng-gepeng ini adalah wajah lama, semua dari Munti. Tapi kembali kita tertibkan dan kita bina agar tidak lagi kembali menjadi gepeng di Gianyar,” tegasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Satpol PP Gianyar kembali menertibkan puluhan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang sehari-harinya mangkal di daerah wisata Ubud, Rabu (20/4). Mereka kemudian dibawa ke Dinas Sosial Kabupaten Gianyar untuk selanjutnya dibina dan dipulangkan ke daerah asalnya.

Keberadaan puluhan gepeng ini dinilai telah mengganggu ketertiban umum. Terlebih kawasan Ubud merupakan daerah pariwisata yang setiap harinya dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Gianyar, Nurwidyaswanto, menyampaikan bahwa Satpol PP Gianyar telah mengamankan 22 orang gepeng yang kemudian dibawa ke Dinas Sosial Gianyar untuk selanjutnya dipulangkan. “Setelah kita data mereka ini berasal dari Desa Munti, Kabupaten Karangasem. Dan semuanya ini wajah-wajah lama,” ungkapnya.

Dari total 22 orang tersebut, terdiri dari 15 orang anak-anak dan 7 dewasa. Lebih lanjut ia menyebutkan, meskipun sebagian besar gepeng tersebut sudah beralih menjadi penjual gelang, masker, tisu hingga pisau namun mereka terkadang ada yang masih tetap seperti meminta-minta. ” Ya modusnya jual tisu, pisau, gelang, masker dan sebagainya, tapi ujung-ujungnya ‘nunas siu’ (minta seribu), ketika orang yang tidak ditawari tidak mau beli,” paparnya.

Setiap harinya, gepeng ini mengaku mendapatkan garus Rp 50 ribu. Namun uniknya rata-rata semuanya memiliki HP android. “Bulan ini sudah 2 kali kita ke Dinsos Karangasem memulangkan mereka dan semuanya dari Munti, semua juga punya HP android,” pungkasnya.

Sementara itu Kasatpol PP Gianyar, I Made Watha menjelaskan bahwa penertiban gepeng digencarkan kunjungan wisatawan sudah berangsur pulih pasca pandemi Covid-19.  “Gepeng-gepeng ini adalah wajah lama, semua dari Munti. Tapi kembali kita tertibkan dan kita bina agar tidak lagi kembali menjadi gepeng di Gianyar,” tegasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/