alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Perda Disahkan, Penyandang Disabilitas di Gianyar Berpeluang Dapat Pekerjaan

GIANYAR, BALI EXPRESS – Disahkannya Perda Kabupaten Gianyar tentang Pelindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas membawa angin segar bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Gianyar. Sebab dengan adanya Perda tersebut, penyandang disabilitas berpeluang tinggi untuk mendapatkan pekerjaan sesuai kemampuannya.

 

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Gianyar, Nurwidyaswanto  mengatakan bahwa berdasarkan data yang ada, di Kabupaten Gianyar terdapat 2.644 penyandang disabilitas. Penyandang disabilitas ini terbagi dalam disabilitas mental dan disabilitas fisik. “Yang disabilitas mental itu ada penderita skizofrenia dan disabilitas fisik seperti tuna rungu, netra, kelumpuhan dan lainnya, atau yang secara fisik masih mampu beraktifitas,” paparnya Rabu (20/4).

 

Sehingga menurutnya, adanya Perda tersebut tentu akan menjadi dasar hukum dalam mewujudkan dan menjamin pelindungan, penghormatan, pemenuhan hak dan martabat penyandang disabilitas secara penuh dan setara. “Intinya mewujudkan taraf kehidupan penyandang disabilitas yang berkualitas, adil sejahtera lahir bathin,” sebutnya.

 

Lebih lanjut dirinya mengatakan jika Perda tersebut juga mengatur tentang hak penyandang disabilitas berupa hak hidup, bebas dari stigma, privasi, keadilan dan perlindungan hukum, pendidikan, pekerjaan kewirausahaan koperasi, kesehatan, politik, keagamaan, keolahragaan, kebudayaan dan pariwisata, kesejahteraan sosial, aksesibilitas, pelayanan publik, perlindungan dari bencana, habilitasi dan rehabilitasi, pendataan, hidup secara mandiri dan dilibatkan dalam masyarakat, berekspresi berkomunikasi dan memperoleh informasi, kewarganegaraan, bebas dari tindakan diskriminasi penelantaran penyiksaan dan eksploitasi. “Dan ini wujudnya bisa bersama-sama dengan seluruh komponen pemangku kepentingan dan masyarakat untuk melaksanakan pelindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas,” terangnya.

 

Selain itu, dengan adanya Perda tersebut, pemberian bantuan dari pemerintah menjadi lebih mudah, termasuk pelaksanaan pemenuhan hak kesejahteraan sosial yang meliputi, rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, hingga perlindungan sosial. “Kemudian dalam bidang pendidikan, penyandang disabilitas mendapat kesamaan dan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tanpa diskriminasi serta akomodasi yang layak dan sesuai bagi penyandang disabilitas baik melalui pendidikan khusus maupun inklusi,” bebernya.

 

Dan yang paling penting, dalam Perda tersebut diatur bahwa pemerintah, BUMD dan perusahaan lain wajib memberi kesempatan setidaknya 2 persen dari jumlah karyawan dari penyandang disabilitas. “Untuk perusahaan swasta diwajibkan 1 persen menampung penyandang disabilitas. Jadi intinya Perda ini mendorong upaya-upaya perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas warga Gianyar agar para penyandang disabilitas mendapatkan keadilan dan kesejahteraan,” pungkasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Disahkannya Perda Kabupaten Gianyar tentang Pelindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas membawa angin segar bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Gianyar. Sebab dengan adanya Perda tersebut, penyandang disabilitas berpeluang tinggi untuk mendapatkan pekerjaan sesuai kemampuannya.

 

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Gianyar, Nurwidyaswanto  mengatakan bahwa berdasarkan data yang ada, di Kabupaten Gianyar terdapat 2.644 penyandang disabilitas. Penyandang disabilitas ini terbagi dalam disabilitas mental dan disabilitas fisik. “Yang disabilitas mental itu ada penderita skizofrenia dan disabilitas fisik seperti tuna rungu, netra, kelumpuhan dan lainnya, atau yang secara fisik masih mampu beraktifitas,” paparnya Rabu (20/4).

 

Sehingga menurutnya, adanya Perda tersebut tentu akan menjadi dasar hukum dalam mewujudkan dan menjamin pelindungan, penghormatan, pemenuhan hak dan martabat penyandang disabilitas secara penuh dan setara. “Intinya mewujudkan taraf kehidupan penyandang disabilitas yang berkualitas, adil sejahtera lahir bathin,” sebutnya.

 

Lebih lanjut dirinya mengatakan jika Perda tersebut juga mengatur tentang hak penyandang disabilitas berupa hak hidup, bebas dari stigma, privasi, keadilan dan perlindungan hukum, pendidikan, pekerjaan kewirausahaan koperasi, kesehatan, politik, keagamaan, keolahragaan, kebudayaan dan pariwisata, kesejahteraan sosial, aksesibilitas, pelayanan publik, perlindungan dari bencana, habilitasi dan rehabilitasi, pendataan, hidup secara mandiri dan dilibatkan dalam masyarakat, berekspresi berkomunikasi dan memperoleh informasi, kewarganegaraan, bebas dari tindakan diskriminasi penelantaran penyiksaan dan eksploitasi. “Dan ini wujudnya bisa bersama-sama dengan seluruh komponen pemangku kepentingan dan masyarakat untuk melaksanakan pelindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas,” terangnya.

 

Selain itu, dengan adanya Perda tersebut, pemberian bantuan dari pemerintah menjadi lebih mudah, termasuk pelaksanaan pemenuhan hak kesejahteraan sosial yang meliputi, rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, hingga perlindungan sosial. “Kemudian dalam bidang pendidikan, penyandang disabilitas mendapat kesamaan dan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tanpa diskriminasi serta akomodasi yang layak dan sesuai bagi penyandang disabilitas baik melalui pendidikan khusus maupun inklusi,” bebernya.

 

Dan yang paling penting, dalam Perda tersebut diatur bahwa pemerintah, BUMD dan perusahaan lain wajib memberi kesempatan setidaknya 2 persen dari jumlah karyawan dari penyandang disabilitas. “Untuk perusahaan swasta diwajibkan 1 persen menampung penyandang disabilitas. Jadi intinya Perda ini mendorong upaya-upaya perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas warga Gianyar agar para penyandang disabilitas mendapatkan keadilan dan kesejahteraan,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/