alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Dinas PUTR Sasar 5 Desa di Buleleng, Bangun 270 Toilet

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Sebanyak lima desa di Buleleng disasar program Pembangunan Tanki Septic Skala Individu Perdesaan pada tahun 2022. Program inipun dibiayai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) yang menggelontorkan anggaran sebesar Rp 2,2 miliar

Dana miliaran tersebut digunakan untuk membangun sebanyak 270 sanitasi (toilet) menyasar masyarakat kurang mampu yang tersebar di lima desa, yakni Desa Pemuteran (Kecamatan Gerokgak), Banjar Tegeha (Desa/Kecamatan Banjar), Desa Tegallinggah (Kecamatan Sukasada), Desa Tejakula dan Desa Tembok (Kecamatan Tejakula).

Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra menjelaskan, program pembangunan septik tank individual menggunakan anggaran DAK ini, dikerjakan secara swadaya oleh Kelompok Swadaya Masyarakat. Program ini sedang dibahas dalam proses penyusunan Perda.

“Soal besaran nilai dan jumlah toilet per desa itu bervariasi, tentu sesuai usulan. Contoh, Desa Pemuteran mendapat jatah toilet sebanyak 55 unit,” terang Kadis Adiptha ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/5) siang.

Pelaksanaan program sanitasi sebut Adiptha sudah dimulai bulan Maret 2022 lalu. Pembangunan dimulai dari pembuatan bilik, pemasangan kloset atau WC, juga penempatan septik tank.

“Kami target program sanitasi pembangunan toilet tuntas di akhir tahun 2022 ini. Besar harapan kami, program ini dapat mengedukasi masyarakat dalam menjaga pola hidup sehat. Pengerjaan swakelola ini juga memberikan manfaat kepada pihak KSM dan penerima program dalam mengelola proyek,” imbuhnya.

Terpisah, I Gede Suartika selaku Sekretaris  Desa Pemuteran menyebut, besaran anggaran yang diterima dalam program pembangunan toiler Rp 467 juta dengan target pembangunan 55 unit toilet. Namun, setelah melakukan efesiensi, pihak KSM akhirnya mampu menambah pembangunan 10 unit toilet.

“Dari anggaran DAK Rp 467 juta itu, kami lakukan efesiensi. Hasilnya, semula target pembangunan 55 unit, bisa kami realisasikan jadi 65 unit toilet. Terkait ukuran bilik 1X 1,5 meter,” ungkapnya.

Suartika berharap program sanitasi dilaksanakan berkelanjutan. Pasalnya, masih banyak warga Pemuteran yang belum memiliki toilet. “Usulan kami (pembamgunan toilet) jumlahnya 300 unit (KK). Kami berharap warga yang belum tersentuh program ini, nantinya bisa menikmati tahun depan. Ya, seluruh usulan melalui Musdes,” pungkasnya.

 

 

 






Reporter: I Putu Mardika

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Sebanyak lima desa di Buleleng disasar program Pembangunan Tanki Septic Skala Individu Perdesaan pada tahun 2022. Program inipun dibiayai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) yang menggelontorkan anggaran sebesar Rp 2,2 miliar

Dana miliaran tersebut digunakan untuk membangun sebanyak 270 sanitasi (toilet) menyasar masyarakat kurang mampu yang tersebar di lima desa, yakni Desa Pemuteran (Kecamatan Gerokgak), Banjar Tegeha (Desa/Kecamatan Banjar), Desa Tegallinggah (Kecamatan Sukasada), Desa Tejakula dan Desa Tembok (Kecamatan Tejakula).

Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra menjelaskan, program pembangunan septik tank individual menggunakan anggaran DAK ini, dikerjakan secara swadaya oleh Kelompok Swadaya Masyarakat. Program ini sedang dibahas dalam proses penyusunan Perda.

“Soal besaran nilai dan jumlah toilet per desa itu bervariasi, tentu sesuai usulan. Contoh, Desa Pemuteran mendapat jatah toilet sebanyak 55 unit,” terang Kadis Adiptha ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/5) siang.

Pelaksanaan program sanitasi sebut Adiptha sudah dimulai bulan Maret 2022 lalu. Pembangunan dimulai dari pembuatan bilik, pemasangan kloset atau WC, juga penempatan septik tank.

“Kami target program sanitasi pembangunan toilet tuntas di akhir tahun 2022 ini. Besar harapan kami, program ini dapat mengedukasi masyarakat dalam menjaga pola hidup sehat. Pengerjaan swakelola ini juga memberikan manfaat kepada pihak KSM dan penerima program dalam mengelola proyek,” imbuhnya.

Terpisah, I Gede Suartika selaku Sekretaris  Desa Pemuteran menyebut, besaran anggaran yang diterima dalam program pembangunan toiler Rp 467 juta dengan target pembangunan 55 unit toilet. Namun, setelah melakukan efesiensi, pihak KSM akhirnya mampu menambah pembangunan 10 unit toilet.

“Dari anggaran DAK Rp 467 juta itu, kami lakukan efesiensi. Hasilnya, semula target pembangunan 55 unit, bisa kami realisasikan jadi 65 unit toilet. Terkait ukuran bilik 1X 1,5 meter,” ungkapnya.

Suartika berharap program sanitasi dilaksanakan berkelanjutan. Pasalnya, masih banyak warga Pemuteran yang belum memiliki toilet. “Usulan kami (pembamgunan toilet) jumlahnya 300 unit (KK). Kami berharap warga yang belum tersentuh program ini, nantinya bisa menikmati tahun depan. Ya, seluruh usulan melalui Musdes,” pungkasnya.

 

 

 






Reporter: I Putu Mardika

Most Read

Artikel Terbaru

/