alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Pemkab Jembrana Lakukan Langkah Antisipasi Cegah Virus PMK Masuk Bali

JEMBRANA, BALI EXPRESS – Merebaknya virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di sejumlah wilayah di Pulau Jawa disikapi serius Pemerintah Kabupaten Jembrana. Bahkan Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) beserta Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana melakukan pemantauan langsung kondisi sapi bertempat di UD.Sumbersari, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Jumat (20/5)

 

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dikenal sebagai penyakit hewan menular bersifat akut yang disebabkan virus buasanya menjangkiti hewan ternak seperti sapi, kambing, domba, dan babi. Pemerintah Kabupaten Jembrana turun langsung kelapangan sebagai langkah antisipasi mengingat kasus ini tengah merebak di pulau Jawa termasuk di provinsi Jawa Timur yang nota bene bersebelahan dengan pulau Bali.

 

Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) didampingi Kepala Dinas Pertanian Dan Pangan I Wayan Sutama, dan Kepala Dinas Kesehatan Made Dwipayana usai pemantauan mengatakan, kegiatan yang dilakukan tersebut adalah upaya pemerintah daerah dalam melakukan pencegahan virus yang sedang menghantui masyarakat khususnya peternak.

 

“Kami bersama bapak Kapolres Jembrana ingin melihat langsung kondisi riil dipeternakan yang ada di masyarakat kita, kita ingin tahu sekaligus memetakan langkah antisipasi agar kasus itu tidak masuk Ke Bali, khususnya di kabupaten Jembrana, mengingat Jembrana sebagai pintu masuk bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Kendati hingga saat ini belum ditemukan ternak warga yang terjangkit penyakit ini,” ujarnya.

 

Wabup Ipat juga menjelaskan, pemerintah daerah melakukan antisipasi agar Virus PMK ini tidak masuk ke Bali khususnya Jembrana. “Memang kita butuh kerja keras agar penyakit ini tidak bisa masuk Bali. Pencegahannya kita lakukan senistasi kepada ternak, dilakukannya pemeriksaan dan pembatasan hewan hewan yang masuk ke Bali lebih intensif lagi serta perlu juga melakukan penanggulangan seperti karantina,” terangnya.

 

Selain itu Wabup Ipat menambahkan, akan berkordinasi dengan Provinsi terkait penyediaan vaksin hewan. Sehingga ketika nantinya virus PMK ini muncul tidak menyebar luas. “Sebelum itu terjadi kita akan berkordinasi ke Provinsi bagaimana menyediakan vaksin kepada hewan ini lebih cepat, karena kendala utama penanganan PMK hari ini adalah masi belum tersedianya vaksin yang memadai,” paparnya.

 

Sementara Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana mengatakan, pihaknya akan mendukung penuh langkah-langkah yang akan dilakukan Pemerintah Daerah untuk mengantisipasi Virus PMK ini. “Kami dari pihak Kepolisian sesui dengan petunjuk Mabes Polri untuk memantau memonitor berkaitan dengan PMK yang ada diwilayah masing-masing. Kita mendukung penuh langkah apa yang dilakukan daerah khususnya di Jembrana,” tegasnya.

 

Gde Juliana juga berharap agar virus PMK yang menyerang hewan ternak ini tidak sampai masuk ke Bali dengan langkah langkah yang sudah dilakukan. “Kami berharap tidak ada penyakit PMK ini yang masuk ke Bali dan kita menjaga peternak kita untuk bisa terus beternak, ini akan kita jaga terus. Jadi mudah-mudahan ini tidak terjadi, langkah langkah antisitatif sudah dilaksanakan oleh Dinas terkait dan berkordinasi juga dengan karantina sehingga ini bisa kita jaga bersama-sama,” jelasnya

 

Lebih lanjut Gde Juliana menghimbau, kepada peternak agar merawat ternak peliharanya dengan baik serta menghimbau agar peternak tidak memasukan hewan ternak melalui jalur ilegal untuk menghindari pemeriksaan. “Saya menghimbau juga kepada masyarakat baik itu yang kelompok ternak maupun yang memiliki ternak pribadi ini betul-betul harus dijaga, jangan ada upaya-upaya untuk memasukkan hewan ternak dari jalur jalur yang ilegal, karna ini juga akan merugikan peternak peternak yang lain,” tegasnya.

 

Dilain sisi pemilik ternak UD Sumber sari Gede Gunawantika mengatakan pihaknya sudah melakukan langkah antisipatif  dengan melakukan semprot desinfektan kepada hewan ternak. Termasuk pembersihan kandang, dan pemberian vitamin pada sapi yang tampak tidak sehat. “Saya selaku pengusaha atau pengepul sapi antar pulau biasanya kirim ke Kalimantan-Jakarta, rata-rata perbulan itu saya bisa kirim 400 ekor, dengan adanya PMK ini saya sama sekali tidak bisa bekerja, tidak bisa mengirim sapi lagi,” terangnya.

 

Gede Gunawantika juga berharap Pemerintah dapat bisa segera mencari solusi untuk peternak peternak yang ada di Bali khusunya di Jembrana agar bisa dapat beroprasi normal. “Harapan besar saya atas nama petani ternak Bali, besar kiranya mengharapkan pemerintah untuk bisa memberikan solusi apapun itu bentuknya apakah vaksin, apakah itu diijinkan melintas khususnya dijawa timur karena pasar penyerapan sapi Bali terbesar di Indonesia ini adalah Jakarta,” tutupnya. (tor)

 






Reporter: Gede Riantory Warmadewa

JEMBRANA, BALI EXPRESS – Merebaknya virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di sejumlah wilayah di Pulau Jawa disikapi serius Pemerintah Kabupaten Jembrana. Bahkan Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) beserta Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana melakukan pemantauan langsung kondisi sapi bertempat di UD.Sumbersari, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Jumat (20/5)

 

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dikenal sebagai penyakit hewan menular bersifat akut yang disebabkan virus buasanya menjangkiti hewan ternak seperti sapi, kambing, domba, dan babi. Pemerintah Kabupaten Jembrana turun langsung kelapangan sebagai langkah antisipasi mengingat kasus ini tengah merebak di pulau Jawa termasuk di provinsi Jawa Timur yang nota bene bersebelahan dengan pulau Bali.

 

Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) didampingi Kepala Dinas Pertanian Dan Pangan I Wayan Sutama, dan Kepala Dinas Kesehatan Made Dwipayana usai pemantauan mengatakan, kegiatan yang dilakukan tersebut adalah upaya pemerintah daerah dalam melakukan pencegahan virus yang sedang menghantui masyarakat khususnya peternak.

 

“Kami bersama bapak Kapolres Jembrana ingin melihat langsung kondisi riil dipeternakan yang ada di masyarakat kita, kita ingin tahu sekaligus memetakan langkah antisipasi agar kasus itu tidak masuk Ke Bali, khususnya di kabupaten Jembrana, mengingat Jembrana sebagai pintu masuk bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Kendati hingga saat ini belum ditemukan ternak warga yang terjangkit penyakit ini,” ujarnya.

 

Wabup Ipat juga menjelaskan, pemerintah daerah melakukan antisipasi agar Virus PMK ini tidak masuk ke Bali khususnya Jembrana. “Memang kita butuh kerja keras agar penyakit ini tidak bisa masuk Bali. Pencegahannya kita lakukan senistasi kepada ternak, dilakukannya pemeriksaan dan pembatasan hewan hewan yang masuk ke Bali lebih intensif lagi serta perlu juga melakukan penanggulangan seperti karantina,” terangnya.

 

Selain itu Wabup Ipat menambahkan, akan berkordinasi dengan Provinsi terkait penyediaan vaksin hewan. Sehingga ketika nantinya virus PMK ini muncul tidak menyebar luas. “Sebelum itu terjadi kita akan berkordinasi ke Provinsi bagaimana menyediakan vaksin kepada hewan ini lebih cepat, karena kendala utama penanganan PMK hari ini adalah masi belum tersedianya vaksin yang memadai,” paparnya.

 

Sementara Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana mengatakan, pihaknya akan mendukung penuh langkah-langkah yang akan dilakukan Pemerintah Daerah untuk mengantisipasi Virus PMK ini. “Kami dari pihak Kepolisian sesui dengan petunjuk Mabes Polri untuk memantau memonitor berkaitan dengan PMK yang ada diwilayah masing-masing. Kita mendukung penuh langkah apa yang dilakukan daerah khususnya di Jembrana,” tegasnya.

 

Gde Juliana juga berharap agar virus PMK yang menyerang hewan ternak ini tidak sampai masuk ke Bali dengan langkah langkah yang sudah dilakukan. “Kami berharap tidak ada penyakit PMK ini yang masuk ke Bali dan kita menjaga peternak kita untuk bisa terus beternak, ini akan kita jaga terus. Jadi mudah-mudahan ini tidak terjadi, langkah langkah antisitatif sudah dilaksanakan oleh Dinas terkait dan berkordinasi juga dengan karantina sehingga ini bisa kita jaga bersama-sama,” jelasnya

 

Lebih lanjut Gde Juliana menghimbau, kepada peternak agar merawat ternak peliharanya dengan baik serta menghimbau agar peternak tidak memasukan hewan ternak melalui jalur ilegal untuk menghindari pemeriksaan. “Saya menghimbau juga kepada masyarakat baik itu yang kelompok ternak maupun yang memiliki ternak pribadi ini betul-betul harus dijaga, jangan ada upaya-upaya untuk memasukkan hewan ternak dari jalur jalur yang ilegal, karna ini juga akan merugikan peternak peternak yang lain,” tegasnya.

 

Dilain sisi pemilik ternak UD Sumber sari Gede Gunawantika mengatakan pihaknya sudah melakukan langkah antisipatif  dengan melakukan semprot desinfektan kepada hewan ternak. Termasuk pembersihan kandang, dan pemberian vitamin pada sapi yang tampak tidak sehat. “Saya selaku pengusaha atau pengepul sapi antar pulau biasanya kirim ke Kalimantan-Jakarta, rata-rata perbulan itu saya bisa kirim 400 ekor, dengan adanya PMK ini saya sama sekali tidak bisa bekerja, tidak bisa mengirim sapi lagi,” terangnya.

 

Gede Gunawantika juga berharap Pemerintah dapat bisa segera mencari solusi untuk peternak peternak yang ada di Bali khusunya di Jembrana agar bisa dapat beroprasi normal. “Harapan besar saya atas nama petani ternak Bali, besar kiranya mengharapkan pemerintah untuk bisa memberikan solusi apapun itu bentuknya apakah vaksin, apakah itu diijinkan melintas khususnya dijawa timur karena pasar penyerapan sapi Bali terbesar di Indonesia ini adalah Jakarta,” tutupnya. (tor)

 






Reporter: Gede Riantory Warmadewa

Most Read

Artikel Terbaru

/