alexametrics
28.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Pemuda Terseret Arus Pantai Kuta Ditemukan Tewas

BADUNG, BALI EXPRESS – Pencarian terhadap Kadek Yuda Yudyandika, 19, yang sempat hilang terseret arus Pantai Kuta akhirnya membuahkan hasil. Sayangnya pemuda itu ditemukan dalam keadaan tewas.

 

Kepala Basarnas Bali Gede Darmada menerangkan korban ditemukan pada hari ke dua pencarian, yakni Kamis (19/5) sekitar pukul 21.00. “Sebetulnya saat korban ditemukan, Tim SAR sudah selesai melakukan pencarian hari kedua,” tuturnya Jumat (20/5).

 

Dalam upaya tersebut, unsur SAR yang terlibat selain Basarnas yaitu Polsek Kuta, BPBD, Balawista, Potensi SAR115, Potensi Bhuana Bali Rescue, keluarga korban dan masyarakat. Dikatakan, hari itu Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di laut dan sepanjang bibir pantai.

 

Area pencarian oleh SRU laut mencapai kisaran 20 Nautical Mile disingkat NM (1 NM = 1,85 kilo meter). Sementara SRU Darat menyusuri sepanjang bibir pantai Kuta kearah utara dan selatan LKM berjarak kisaran 4,4 NM. “Untuk SRU laut kami kerahkan dua rubber boat,” tambah Darmada.

 

Namun ketika upaya pencarian hari itu dihentikan dan hendak dilanjut hari berikutnya, pemuda asal Banjar Gede, Sempidi, Badung tersebut justru dapat terlihat. Nahas, dia ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di koordinat 08°43’18.85″S – 115°10’8.16″T, berkisar 0.42 NM di sebelah selatan lokasinya terseret arus.

 

“Tubuhnya terdampar di pinggir pantai dengan kondisi masih mengenakan celana pendek,” ujarnya. Kini, jenazah pemuda ini langsung dibawa petugas dan pihak keluarga menuju rumah duka di Banjar Gede untuk disemayamkan.

 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tantangan untuk berenang ke tengah perairan Pantai Kuta, berujung petaka bagi Kadek Yuda Yudyandika, Pemuda itu hilang terseret arus pada Rabu (18/5) sekitar pukul 18.40.

 

Peristiwa ini berawal ketika korban datang ke Pantai Kuta bersama empat teman lainnya yaitu Komang Adhi Nugraha, 36, Putu Kinardi Saputra Yoga, 15, I Made Rai Bagus Angga, 19, dan Kadek Agus Darmayuda, 20. Mereka pun sempat bermain volly pantai.

 

Usai bermain, Yuda mengajak teman- temanya untuk mandi ke laut. Namun korban begitu berani langsung berenang ke tengah. Sehingga diperingatkan oleh temannya agar tidak mandi terlalu dalam. Meski sudah diperingatkan, Yuda tidak menghiraukan. Bahkan dia menantang teman-temannya itu untuk berengan ke tempat yang lebih dalam.

 

Untungnya ajakan tersebut tidak digubris oleh para saksi.Ternyata, korban berenang sampai ke perairan yang sudah ditandai dengan bendera merah, yang artinya sebagai zona dilarang untuk berenang. Benar saja, tiba-tiba Yuda terseret arus.

 

Teman-temannya yang melihat kejadian itu sontak mencari pertolongan ke orang yang sedang surfing. Apes pemuda itu tidak sempat tertolong dan menghilang. Kemudian kejadian ini dilaporkan ke pihak berwajib dan Basarnas Bali.






Reporter: I Gede Paramasutha

BADUNG, BALI EXPRESS – Pencarian terhadap Kadek Yuda Yudyandika, 19, yang sempat hilang terseret arus Pantai Kuta akhirnya membuahkan hasil. Sayangnya pemuda itu ditemukan dalam keadaan tewas.

 

Kepala Basarnas Bali Gede Darmada menerangkan korban ditemukan pada hari ke dua pencarian, yakni Kamis (19/5) sekitar pukul 21.00. “Sebetulnya saat korban ditemukan, Tim SAR sudah selesai melakukan pencarian hari kedua,” tuturnya Jumat (20/5).

 

Dalam upaya tersebut, unsur SAR yang terlibat selain Basarnas yaitu Polsek Kuta, BPBD, Balawista, Potensi SAR115, Potensi Bhuana Bali Rescue, keluarga korban dan masyarakat. Dikatakan, hari itu Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di laut dan sepanjang bibir pantai.

 

Area pencarian oleh SRU laut mencapai kisaran 20 Nautical Mile disingkat NM (1 NM = 1,85 kilo meter). Sementara SRU Darat menyusuri sepanjang bibir pantai Kuta kearah utara dan selatan LKM berjarak kisaran 4,4 NM. “Untuk SRU laut kami kerahkan dua rubber boat,” tambah Darmada.

 

Namun ketika upaya pencarian hari itu dihentikan dan hendak dilanjut hari berikutnya, pemuda asal Banjar Gede, Sempidi, Badung tersebut justru dapat terlihat. Nahas, dia ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di koordinat 08°43’18.85″S – 115°10’8.16″T, berkisar 0.42 NM di sebelah selatan lokasinya terseret arus.

 

“Tubuhnya terdampar di pinggir pantai dengan kondisi masih mengenakan celana pendek,” ujarnya. Kini, jenazah pemuda ini langsung dibawa petugas dan pihak keluarga menuju rumah duka di Banjar Gede untuk disemayamkan.

 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tantangan untuk berenang ke tengah perairan Pantai Kuta, berujung petaka bagi Kadek Yuda Yudyandika, Pemuda itu hilang terseret arus pada Rabu (18/5) sekitar pukul 18.40.

 

Peristiwa ini berawal ketika korban datang ke Pantai Kuta bersama empat teman lainnya yaitu Komang Adhi Nugraha, 36, Putu Kinardi Saputra Yoga, 15, I Made Rai Bagus Angga, 19, dan Kadek Agus Darmayuda, 20. Mereka pun sempat bermain volly pantai.

 

Usai bermain, Yuda mengajak teman- temanya untuk mandi ke laut. Namun korban begitu berani langsung berenang ke tengah. Sehingga diperingatkan oleh temannya agar tidak mandi terlalu dalam. Meski sudah diperingatkan, Yuda tidak menghiraukan. Bahkan dia menantang teman-temannya itu untuk berengan ke tempat yang lebih dalam.

 

Untungnya ajakan tersebut tidak digubris oleh para saksi.Ternyata, korban berenang sampai ke perairan yang sudah ditandai dengan bendera merah, yang artinya sebagai zona dilarang untuk berenang. Benar saja, tiba-tiba Yuda terseret arus.

 

Teman-temannya yang melihat kejadian itu sontak mencari pertolongan ke orang yang sedang surfing. Apes pemuda itu tidak sempat tertolong dan menghilang. Kemudian kejadian ini dilaporkan ke pihak berwajib dan Basarnas Bali.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/