alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Presiden Longgarkan Penggunaan Masker, Masyarakat Harap Kembali Hidup Normal

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Presiden Joko Widodo telah mengumumkan kelonggaran penggunaan masker di luar ruangan pada live pers di akun YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa (17/5). Kelonggaran kebijakan tersebut tentu mendapat respon positif di kalangan masyarakat. Setelah hampir dua setengah tahun masyarakat diharuskan menggunakan masker baik di dalam maupun di luar ruangan, kabar dari Presiden RI ini membawa angin segar.

 

Kendati telah diumumkan terkait kelonggaran kebijakan penggunaan masker di luar ruangan, Pemkab Buleleng masih menunggu petunjuk teknis (juknis) pelonggaran tersebut. Buleleng sendiri kini masuk dalam PPKM Level 2 yang notabene kebijakannya tidak terlalu ketat. Seiring dengan pengumuman yang disampaikan presiden, Buleleng akan segera mengikuti bila juknis yang disepakati telah terbit. “Kami masih menunggu juknisnya. Dari pemerintah pusat sudah disampaikan kelonggaran penggunaan masker. Kami mengikuti saja. Dan tentu dengan pertimbangan yang matang. Terlebih kasus sudah melandai dan vaksinasi sudah meningkat,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Buleleng I Ketut Suwarmawan, Rabu (18/5) siang.

 

Disebutkan pula capaian vaksinasi sudah mencapai 43,53 persen. Hal tersebut telah melampaui target 30 persen. Pun demikian kegiatan vaksinasi masih terus dilakukan baik di fasilitas kesehatan maupun menerjunkan tim ke desa-desa. “Sembari menunggu juknis, memang masyarakat sudah mulai beraktivitas tanpa masker. Namun itu dengan mobilitas masyarakat yang sedikit. Tidak ramai. Tapi kalau di tempat tertutup dan ruangan memakai AC, masker tetap digunakan. Tapi sekali lagi kami masih menunggu juknis,” kata dia.

 

Sementara itu, salah satu warga dari Desa Pengulon, Made Budi Mulyantini mengaku lega dengan adanya kelonggaran kebijakan penggunaan masker di luar ruangan. Terlebih cuaca di Buleleng cenderung panas. “Ya syukur ada kelonggaran. Jadi tidak sesak juga kalau beraktivitas di luar. Saya yang notabene kerja di luar ruangan, waktu kebanyakan di jalan agak sesak juga kalau terus-terusan pakai masker. Tidak leluasa bernafas,” kata dia.

 

Budi yang bekerja sebagai sales ini juga berharap kondisi bisa segera normal. “Ya mudah-mudahan bisa segera pulih,” lanjutnya.

 

Hal senada juga diungkapkan Putu Pande Wismaya warga dari Kelurahan Banyuasri. Pelonggaran kebijakan ini merupakan kabar yang menggembirakan. Terutama bagi anak-anak. Selama ini anak-anak sedikit terganggu dengan penggunaan masker karena tidak terbiasa. “Anak-anak tentu sangat senang karena bisa leluasa sekarang saat bermain. Kalau kami selaku orangtua juga ya senang anak kami bisa hapy. Tapi kami juga menunggu keputusan dari pemerintah. Bagaimana baiknya kita ikuti saja aturannya,” terangnya.

 

Kendati pelonggaran masker di luar ruangan sudah resmi diumumkan oleh Presiden RI Joko Widodo, masyarakat masih banyak yang menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Hal itu terlihat dari pengendara di jalan raya, penjual maupun pejalan kaki. “Gimana ya, kalau sudah dilonggarkan ya sudah. Kami juga akan mengikuti aturan pemerintah. Tapi karena sudah dua tahun pakai masker kemana-mana jadinya sudah terbiasa. Kalau berkendara tidak pakai masker sekarang rasanya ada yang kurang. Rasanya kosong aja gitu,” ujar Ahmad salah satu ojek online yang di temui di Kota Singaraja. (dhi)

 






Reporter: Dian Suryantini

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Presiden Joko Widodo telah mengumumkan kelonggaran penggunaan masker di luar ruangan pada live pers di akun YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa (17/5). Kelonggaran kebijakan tersebut tentu mendapat respon positif di kalangan masyarakat. Setelah hampir dua setengah tahun masyarakat diharuskan menggunakan masker baik di dalam maupun di luar ruangan, kabar dari Presiden RI ini membawa angin segar.

 

Kendati telah diumumkan terkait kelonggaran kebijakan penggunaan masker di luar ruangan, Pemkab Buleleng masih menunggu petunjuk teknis (juknis) pelonggaran tersebut. Buleleng sendiri kini masuk dalam PPKM Level 2 yang notabene kebijakannya tidak terlalu ketat. Seiring dengan pengumuman yang disampaikan presiden, Buleleng akan segera mengikuti bila juknis yang disepakati telah terbit. “Kami masih menunggu juknisnya. Dari pemerintah pusat sudah disampaikan kelonggaran penggunaan masker. Kami mengikuti saja. Dan tentu dengan pertimbangan yang matang. Terlebih kasus sudah melandai dan vaksinasi sudah meningkat,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Buleleng I Ketut Suwarmawan, Rabu (18/5) siang.

 

Disebutkan pula capaian vaksinasi sudah mencapai 43,53 persen. Hal tersebut telah melampaui target 30 persen. Pun demikian kegiatan vaksinasi masih terus dilakukan baik di fasilitas kesehatan maupun menerjunkan tim ke desa-desa. “Sembari menunggu juknis, memang masyarakat sudah mulai beraktivitas tanpa masker. Namun itu dengan mobilitas masyarakat yang sedikit. Tidak ramai. Tapi kalau di tempat tertutup dan ruangan memakai AC, masker tetap digunakan. Tapi sekali lagi kami masih menunggu juknis,” kata dia.

 

Sementara itu, salah satu warga dari Desa Pengulon, Made Budi Mulyantini mengaku lega dengan adanya kelonggaran kebijakan penggunaan masker di luar ruangan. Terlebih cuaca di Buleleng cenderung panas. “Ya syukur ada kelonggaran. Jadi tidak sesak juga kalau beraktivitas di luar. Saya yang notabene kerja di luar ruangan, waktu kebanyakan di jalan agak sesak juga kalau terus-terusan pakai masker. Tidak leluasa bernafas,” kata dia.

 

Budi yang bekerja sebagai sales ini juga berharap kondisi bisa segera normal. “Ya mudah-mudahan bisa segera pulih,” lanjutnya.

 

Hal senada juga diungkapkan Putu Pande Wismaya warga dari Kelurahan Banyuasri. Pelonggaran kebijakan ini merupakan kabar yang menggembirakan. Terutama bagi anak-anak. Selama ini anak-anak sedikit terganggu dengan penggunaan masker karena tidak terbiasa. “Anak-anak tentu sangat senang karena bisa leluasa sekarang saat bermain. Kalau kami selaku orangtua juga ya senang anak kami bisa hapy. Tapi kami juga menunggu keputusan dari pemerintah. Bagaimana baiknya kita ikuti saja aturannya,” terangnya.

 

Kendati pelonggaran masker di luar ruangan sudah resmi diumumkan oleh Presiden RI Joko Widodo, masyarakat masih banyak yang menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Hal itu terlihat dari pengendara di jalan raya, penjual maupun pejalan kaki. “Gimana ya, kalau sudah dilonggarkan ya sudah. Kami juga akan mengikuti aturan pemerintah. Tapi karena sudah dua tahun pakai masker kemana-mana jadinya sudah terbiasa. Kalau berkendara tidak pakai masker sekarang rasanya ada yang kurang. Rasanya kosong aja gitu,” ujar Ahmad salah satu ojek online yang di temui di Kota Singaraja. (dhi)

 






Reporter: Dian Suryantini

Most Read

Artikel Terbaru

/