alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Pura Dalem Dibobol Maling, Emas dan Permata Ratu Ayu dan Ratu Gede Lenyap

GIANYAR, BALI EXPRESS – Pencurian pratima kembali terjadi diwilayah Gianyar. Kali ini terjadi di Pura Dalem Banjar Siyut, Desa Tulikup, Kecamatan/Kabupaten Gianyar. Peristiwa itu diketahui Kamis (19/5) sekitar pukul 16.00 WITA.

 

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa peristiwa itu pertama kali diketahui oleh saksi Gusti Niang Mangku, 65, dan anaknya Gusti Ngurah Dirga Yusa, 35, yang ketika itu hendak melakukan persembahyangan dalam rangka Kajeng Kliwon. Namun saksi melihat pagar besi gedong penyimpanan Ratu Ayu dan Ratu Gede  sudah dalam keadaan rusak dan pintu gedong dalam keadaan tercongkel.

 

Selanjutnya kedua saksi mengecek ke dalam gedong dan penyimpenan Ratu Ayu dan Ratu Gede dan mendapati perhiasan berupa mas dan permata sudah tidak ada. Atas kondisi tersebut kedua saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Manggala Adat dan Prajurut Adat untuk diteruskan ke Polsek Gianyar.

 

Kelihan Adat Banjar Siyut, I Made Sudana, 70, menuturkan bahwa setelah mendapatkan informasi itu ia langsung  melakukan pengecekan ke Pura Dalem. Pihaknya pun menduga jika pencurian dilakukan sekitar dua hari yang lalu atau malam sebelum diketahui. Sebab tiga hari yang lalu ada krama yang menghaturkan persembahyangan dan peristiwa itu belum terjadi. “Ada krama yang maturan rauh ring segara tiha hari yang lalu dan itu belum kejadian. Baru kemarin sore, saat Gusti Niang Mangku mebanten Kajeng Kliwon dilihat pagar besinya rusak,” ungkapnya Jumat (20/5).

 

Ditambahkannya jika pagar besi itu rusak diduga akibat digergaji atau dipukul. Kerugian materi diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Sebab maling menggasak emas seberat total 15 gram, dan 9 mirah permata. Namun selain kerugian material yang juga tak bisa dinilai besarannya adalah kerugian spiritual.  “Baru dua tahun lalu ngodakin menghabiskan biaya sekitar Rp 100 juta. Lebih dari itu, kerugian spiritual jauh lebih besar. Kejadian ini sudah termasuk cemer (kotor,Red), sehingga total tidak bisa disungsung kembali,” bebernya.

 

Maka dari itu pihaknya berharap agar pihak kepolisian bisa mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku yang nekat melakukan pencurian tersebut. “Kami serahkan kepada pihak kepolisian dan berharap pelaku segera ditangkap,” tandasnya.

 

Sementara itu, Kapolsek Kota Gianyar Kompol I Gede Putu Putra Astawa membenarkan perihal adanya peristiwa pencurian pratima tersebut. “Ya betul ada dumas, dan masih kita lidik,” ujarnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Pencurian pratima kembali terjadi diwilayah Gianyar. Kali ini terjadi di Pura Dalem Banjar Siyut, Desa Tulikup, Kecamatan/Kabupaten Gianyar. Peristiwa itu diketahui Kamis (19/5) sekitar pukul 16.00 WITA.

 

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa peristiwa itu pertama kali diketahui oleh saksi Gusti Niang Mangku, 65, dan anaknya Gusti Ngurah Dirga Yusa, 35, yang ketika itu hendak melakukan persembahyangan dalam rangka Kajeng Kliwon. Namun saksi melihat pagar besi gedong penyimpanan Ratu Ayu dan Ratu Gede  sudah dalam keadaan rusak dan pintu gedong dalam keadaan tercongkel.

 

Selanjutnya kedua saksi mengecek ke dalam gedong dan penyimpenan Ratu Ayu dan Ratu Gede dan mendapati perhiasan berupa mas dan permata sudah tidak ada. Atas kondisi tersebut kedua saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Manggala Adat dan Prajurut Adat untuk diteruskan ke Polsek Gianyar.

 

Kelihan Adat Banjar Siyut, I Made Sudana, 70, menuturkan bahwa setelah mendapatkan informasi itu ia langsung  melakukan pengecekan ke Pura Dalem. Pihaknya pun menduga jika pencurian dilakukan sekitar dua hari yang lalu atau malam sebelum diketahui. Sebab tiga hari yang lalu ada krama yang menghaturkan persembahyangan dan peristiwa itu belum terjadi. “Ada krama yang maturan rauh ring segara tiha hari yang lalu dan itu belum kejadian. Baru kemarin sore, saat Gusti Niang Mangku mebanten Kajeng Kliwon dilihat pagar besinya rusak,” ungkapnya Jumat (20/5).

 

Ditambahkannya jika pagar besi itu rusak diduga akibat digergaji atau dipukul. Kerugian materi diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Sebab maling menggasak emas seberat total 15 gram, dan 9 mirah permata. Namun selain kerugian material yang juga tak bisa dinilai besarannya adalah kerugian spiritual.  “Baru dua tahun lalu ngodakin menghabiskan biaya sekitar Rp 100 juta. Lebih dari itu, kerugian spiritual jauh lebih besar. Kejadian ini sudah termasuk cemer (kotor,Red), sehingga total tidak bisa disungsung kembali,” bebernya.

 

Maka dari itu pihaknya berharap agar pihak kepolisian bisa mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku yang nekat melakukan pencurian tersebut. “Kami serahkan kepada pihak kepolisian dan berharap pelaku segera ditangkap,” tandasnya.

 

Sementara itu, Kapolsek Kota Gianyar Kompol I Gede Putu Putra Astawa membenarkan perihal adanya peristiwa pencurian pratima tersebut. “Ya betul ada dumas, dan masih kita lidik,” ujarnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/