alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

PPDB Kabupaten Badung, Disdikpora Catat Daya Tampung Sekolah Mencukupi

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Badung kini telah memasuki tahapan pendaftaran jalur perpindahan orang tua. Bahkan dari tingkatan sekolah, baik SD maupun SMP sudah menerima pendaftaran siswa baru.

Dinas Pendidikan, Kepemudaaan, dan Olahraga (Disdikpora) Badung telah melakukan persiapan. Secara keseluruhan daya tampung sekolah telah melebihi dari seluruh rombongan belajar (Rombel) siswa SD dan SMP.

Kadis Disdikpora Badung I Gusti Ngurah Dwipayana membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan pendaftaran siswa jalur perpindahan orang tua sudah dimulai sejak Kamis (15/6) untuk siswa SMP dan pendaftaran PPDB SD baru dimulai.

“Saat ini untuk siswa SMP sudah keluar pengumumannya, dari total kuota siswa semua sudah terpenuhi yakni sebanyak 5 persen dari keseluruhan Rombel. Sementara siswa SD kami buka pendaftaran selama satu hari dan besok sudah ada pengumumannya,” ujar Dwipayana saat ditemui Senin (20/6).

Menurutnya, dalam PPDB yang dibuka secara online tersebut dibuka untuk empat jalur pendaftaran siswa SMP. Dimulai dari jalur perpindahan orang tua, jalur afirmasi, prestasi, dan jalur zonasi. Sementara untuk siswa SD, dimulai dari jalur perpindahan orang tua, afirmasi, dan Zonasi.

“Secara kuota untuk siswa SMP tertinggi ada di jalur Zonasi sebanyak 75 persen, Afirmasi 15 persen, perpindahan orang tua dan prestasi masing-masing 5 persen. Kemudian PPDB SD, sebanyak 80 persen untuk jalur zonasi, 15 persen jalur afirmasi dan 5 persen untuk perpindahan orang tua,” ungkapnya.

Mantan Kabag Pengadaan Barang dan Jasa ini pun mengakui, minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMP negeri memang sangat tinggi. Hal ini dinilai dampak dari adanya pandemi Covid-19. Sehingga orang tua siswa memilih sekolah yang memberikan keringanan pembayaran.

“Memang ada pengaruhnya dari pandemi, apalagi saat ini ekonomi baru mulai pulih. Namun perlu diketahui kualitas pendidikan di sekolah negeri dan swasta tidak memiliki perbedaan,” tegasnya.

Dwipayana menjelaskan, secara keseluruhan daya tampung sekolah sangat mencukupi, sebab saat ini daya tampung SMP Negeri dan swasta sebanyak 1.345 siswa. Sementara siswa kelas VI SD yang lulus pada tahun ini mencapai 9.296 orang.

“Untuk SD juga mencukupi, untuk data siswa yang akan masuk ke SD menggunakan data kependudukan di usia 5-7 tahun dengan jumlah 13.416 orang. Kami perkirakan daya tampung mencukupi karena tidak semua kelompok usia yang baru masuk SD. Jumlah daya tampungnya saat ini 9.828 siswa,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, meski didampingi operator di masing-masing sekolah untuk mendaftarkan siswa, orang tua juga diharapkan ikut memastikan di setiap prosesnya. Sehingga tidak ditemukan data siswa yang tercecer atau belum mendaftarkan diri. “Harapan kami orang tua ikut mengecek data siswanya, sehingga nanti proses pendaftaran berjalan lancar,” imbuhnya.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Badung kini telah memasuki tahapan pendaftaran jalur perpindahan orang tua. Bahkan dari tingkatan sekolah, baik SD maupun SMP sudah menerima pendaftaran siswa baru.

Dinas Pendidikan, Kepemudaaan, dan Olahraga (Disdikpora) Badung telah melakukan persiapan. Secara keseluruhan daya tampung sekolah telah melebihi dari seluruh rombongan belajar (Rombel) siswa SD dan SMP.

Kadis Disdikpora Badung I Gusti Ngurah Dwipayana membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan pendaftaran siswa jalur perpindahan orang tua sudah dimulai sejak Kamis (15/6) untuk siswa SMP dan pendaftaran PPDB SD baru dimulai.

“Saat ini untuk siswa SMP sudah keluar pengumumannya, dari total kuota siswa semua sudah terpenuhi yakni sebanyak 5 persen dari keseluruhan Rombel. Sementara siswa SD kami buka pendaftaran selama satu hari dan besok sudah ada pengumumannya,” ujar Dwipayana saat ditemui Senin (20/6).

Menurutnya, dalam PPDB yang dibuka secara online tersebut dibuka untuk empat jalur pendaftaran siswa SMP. Dimulai dari jalur perpindahan orang tua, jalur afirmasi, prestasi, dan jalur zonasi. Sementara untuk siswa SD, dimulai dari jalur perpindahan orang tua, afirmasi, dan Zonasi.

“Secara kuota untuk siswa SMP tertinggi ada di jalur Zonasi sebanyak 75 persen, Afirmasi 15 persen, perpindahan orang tua dan prestasi masing-masing 5 persen. Kemudian PPDB SD, sebanyak 80 persen untuk jalur zonasi, 15 persen jalur afirmasi dan 5 persen untuk perpindahan orang tua,” ungkapnya.

Mantan Kabag Pengadaan Barang dan Jasa ini pun mengakui, minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMP negeri memang sangat tinggi. Hal ini dinilai dampak dari adanya pandemi Covid-19. Sehingga orang tua siswa memilih sekolah yang memberikan keringanan pembayaran.

“Memang ada pengaruhnya dari pandemi, apalagi saat ini ekonomi baru mulai pulih. Namun perlu diketahui kualitas pendidikan di sekolah negeri dan swasta tidak memiliki perbedaan,” tegasnya.

Dwipayana menjelaskan, secara keseluruhan daya tampung sekolah sangat mencukupi, sebab saat ini daya tampung SMP Negeri dan swasta sebanyak 1.345 siswa. Sementara siswa kelas VI SD yang lulus pada tahun ini mencapai 9.296 orang.

“Untuk SD juga mencukupi, untuk data siswa yang akan masuk ke SD menggunakan data kependudukan di usia 5-7 tahun dengan jumlah 13.416 orang. Kami perkirakan daya tampung mencukupi karena tidak semua kelompok usia yang baru masuk SD. Jumlah daya tampungnya saat ini 9.828 siswa,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, meski didampingi operator di masing-masing sekolah untuk mendaftarkan siswa, orang tua juga diharapkan ikut memastikan di setiap prosesnya. Sehingga tidak ditemukan data siswa yang tercecer atau belum mendaftarkan diri. “Harapan kami orang tua ikut mengecek data siswanya, sehingga nanti proses pendaftaran berjalan lancar,” imbuhnya.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru

/