alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Lagi, Empat Orang Meninggal, Total Sembuh di Bali Capai 2.060 Orang

DENPASAR, BALI EXPRESS – Angka kesembuhan pasien dalam perawatan Covid-19 di Bali, Senin (20/7) mengalami peningkatan dibandingkan sehari sebelumnya.

Berdasarkan data terbaru yang disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali, jumlah pasien sembuh, secara kumulatif telah mencapai 2.060 orang. Di antaranya, yang sembuh per Senin (20/7) sebanyak 66 orang. Mereka terdiri dari 64 orang pasien yang riwayat penularannya secara transmisi lokal dan satu orang karena berstatus pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN).

Kendati demikian, jumlah kumulatif kasus positif terbaru juga mengalami penambahan. Sesuai data Senin, terjadi penambahan sebanyak 33 orang yang riwayat penularannya melalui transmisi lokal. Ini membuat jumlah kumulatif kasus positif bertambah menjadi 2.778 orang.

Bukan hanya itu, jumlah pasien dalam perawatan Covid-19 yang meninggal juga mengalami penambahan secara beruntun dalam beberapa hari terakhir. Tercatat, Senin (20/7) jumlahnya bertambah empat orang lagi, sehingga totalnya menjadi 44 orang.

Empat pasien yang meninggal itu terdiri dari dua orang di Kabupaten Buleleng, satu orang di Tabanan dan satu orang lagi di Badung.

Sementara untuk pasien yang masih menjalani perawatan sebanyak 674 orang terdiri dari 670 warga negara Indonesia (WNI) dan empat warga negara asing (WNA).

Pasien dengan kasus aktif ini menjalani perawatan di 17 rumah sakit rujukan. Serta sebagian lagi menjalani karantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Grand Mega, dan Balai Diklat BPK.

Masih dalam laporannya, GTPP Covid-19 Provinsi Bali menyebutkan, kasus positif Covid-19 di Bali sebagian besar masih didominasi pasien yang riwayat penularannya berasal dari transmisi lokal. Secara kumulatif sebanyak 2.396 orang. Mereka terdiri dari 2384 WNI dan 12 WNA.

Meski jumlah dan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 mengalami peningkatan, GTPP tetap mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah risiko penularan. Terlebih pada masa-masa penerapan tatanan kehidupan era baru yang dimulai sejak beberapa minggu lalu.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Angka kesembuhan pasien dalam perawatan Covid-19 di Bali, Senin (20/7) mengalami peningkatan dibandingkan sehari sebelumnya.

Berdasarkan data terbaru yang disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali, jumlah pasien sembuh, secara kumulatif telah mencapai 2.060 orang. Di antaranya, yang sembuh per Senin (20/7) sebanyak 66 orang. Mereka terdiri dari 64 orang pasien yang riwayat penularannya secara transmisi lokal dan satu orang karena berstatus pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN).

Kendati demikian, jumlah kumulatif kasus positif terbaru juga mengalami penambahan. Sesuai data Senin, terjadi penambahan sebanyak 33 orang yang riwayat penularannya melalui transmisi lokal. Ini membuat jumlah kumulatif kasus positif bertambah menjadi 2.778 orang.

Bukan hanya itu, jumlah pasien dalam perawatan Covid-19 yang meninggal juga mengalami penambahan secara beruntun dalam beberapa hari terakhir. Tercatat, Senin (20/7) jumlahnya bertambah empat orang lagi, sehingga totalnya menjadi 44 orang.

Empat pasien yang meninggal itu terdiri dari dua orang di Kabupaten Buleleng, satu orang di Tabanan dan satu orang lagi di Badung.

Sementara untuk pasien yang masih menjalani perawatan sebanyak 674 orang terdiri dari 670 warga negara Indonesia (WNI) dan empat warga negara asing (WNA).

Pasien dengan kasus aktif ini menjalani perawatan di 17 rumah sakit rujukan. Serta sebagian lagi menjalani karantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Grand Mega, dan Balai Diklat BPK.

Masih dalam laporannya, GTPP Covid-19 Provinsi Bali menyebutkan, kasus positif Covid-19 di Bali sebagian besar masih didominasi pasien yang riwayat penularannya berasal dari transmisi lokal. Secara kumulatif sebanyak 2.396 orang. Mereka terdiri dari 2384 WNI dan 12 WNA.

Meski jumlah dan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 mengalami peningkatan, GTPP tetap mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah risiko penularan. Terlebih pada masa-masa penerapan tatanan kehidupan era baru yang dimulai sejak beberapa minggu lalu.


Most Read

Artikel Terbaru

/