alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Listrik di Denpasar Mati Akibat Layangan, Sunardiya Ditangkap Polisi

DENPASAR, BALI EXPRESS – Layang-layang kali ini kembali membuat masalah di kota Denpasar. Akibat sembarangan bermain layang-layang, gardu listrik meledak dan menyebabkan pemadaman listrik selama beberapa jam. Masalah ini kemudian dibawa oleh pihak PT. Indonesia Power ke ranah hukum karena menimbulkan kerugian.
Setelah mendapat laporan, pihak PT Indonesia Power, Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan langsung melakukan penyelidikan dan menangkap orang yang mengakibatkan masalah listrik tersebut. Polisi menangkap Dewa Ketut Sunardiya, 50, pria yang memiliki layangan besar yang nyangkut di gardu listrik tersebut.
Kapolresta Denpasar Kombespol Jansen Avitus Panjaitan menerangkan, awal laporan pihak PT Indonesia Power setelah terjadi gangguan listrik pada Minggu (19/7). “Pada Minggu (19/7) sekitar pukul 16.45 sore terjadi gangguan listrik padam di wilayah Kuta, Denpasar Selatan dan Denpasar Timur sebanyak 71.121 pelanggan,” jelasnya.

“Setelah dilakukan penanganan dari pihak petugas PT Indonesia Power, diketahui penyebabnya adalah layang-layang berukuran besar jatuh di gardu Induk Pesanggaran Denpasar Selatan yang mengakibatkan padamnya 3 trafo gardu induk dan pembangkit gas di Pesanggaran,” ungkap Kombespol Jansen.
Pemilik layangan bersama dengan anaknya menerbangkan layangan jenis bebean besar di sebuah tanah kosong dekat rumahnya, di kawasan Pelabuhan Benoa dengan panjang tali kurang lebih 150 meter yang kemudian diikat di pohon dan ditinggal pulang ke rumah. “Tersangka sebagai pemilik mengetahui jika layangan tersebut putus, tetapi dia tidak berusaha mencarinya dan dari peristiwa tersebut berimbas pada padamnya listrik selama kurang lebih 5 jam di beberapa wilayah,” ungkapnya kembali.
Setelah menerima laporan, polisi menangkap tersangka, Senin (20/7) di rumahnya yang berada di Jalan Pelabuhan Benoa, Pedungan, Denpasar. “Setelah kami interogasi pemilik layangan saat diamankan petugas di rumahnya, mengaku bersalah yang mengakibatkan terjadi ledakan pada gardu listrik,” bebernya kembali.
Tersangka kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Denpasar Selatan. “Dia kami jerat dengan Pasal 188 KUHP sub Pasal 409 KUHP (1), barang siapa karena kesalahannya menyebabkan kebakaran atau peletusan yang berbahaya bagi orang lain dengan ancaman kurungan satu bulan,  paling lama lima tahun penjara,” tandas mantan Wadir Reskrimsus Papua Barat ini.
Kapolresta Denpasar juga menghimbau kepada masyarakat Denpasar dan sekitarnya agar memperhatikan fasilitas umum dan kawasan vital milik negara saat bermain layangan. “Kami melakukan tindakan ini untuk memberikan efek jera agar saat bermain layangan masyarakat memperhatikan lokasi dan panjang tali layangan. Memang tidak ada larangan bermain, tetapi mohon diperhatikan agar tidak merugikan,” pungkasnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Layang-layang kali ini kembali membuat masalah di kota Denpasar. Akibat sembarangan bermain layang-layang, gardu listrik meledak dan menyebabkan pemadaman listrik selama beberapa jam. Masalah ini kemudian dibawa oleh pihak PT. Indonesia Power ke ranah hukum karena menimbulkan kerugian.
Setelah mendapat laporan, pihak PT Indonesia Power, Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan langsung melakukan penyelidikan dan menangkap orang yang mengakibatkan masalah listrik tersebut. Polisi menangkap Dewa Ketut Sunardiya, 50, pria yang memiliki layangan besar yang nyangkut di gardu listrik tersebut.
Kapolresta Denpasar Kombespol Jansen Avitus Panjaitan menerangkan, awal laporan pihak PT Indonesia Power setelah terjadi gangguan listrik pada Minggu (19/7). “Pada Minggu (19/7) sekitar pukul 16.45 sore terjadi gangguan listrik padam di wilayah Kuta, Denpasar Selatan dan Denpasar Timur sebanyak 71.121 pelanggan,” jelasnya.

“Setelah dilakukan penanganan dari pihak petugas PT Indonesia Power, diketahui penyebabnya adalah layang-layang berukuran besar jatuh di gardu Induk Pesanggaran Denpasar Selatan yang mengakibatkan padamnya 3 trafo gardu induk dan pembangkit gas di Pesanggaran,” ungkap Kombespol Jansen.
Pemilik layangan bersama dengan anaknya menerbangkan layangan jenis bebean besar di sebuah tanah kosong dekat rumahnya, di kawasan Pelabuhan Benoa dengan panjang tali kurang lebih 150 meter yang kemudian diikat di pohon dan ditinggal pulang ke rumah. “Tersangka sebagai pemilik mengetahui jika layangan tersebut putus, tetapi dia tidak berusaha mencarinya dan dari peristiwa tersebut berimbas pada padamnya listrik selama kurang lebih 5 jam di beberapa wilayah,” ungkapnya kembali.
Setelah menerima laporan, polisi menangkap tersangka, Senin (20/7) di rumahnya yang berada di Jalan Pelabuhan Benoa, Pedungan, Denpasar. “Setelah kami interogasi pemilik layangan saat diamankan petugas di rumahnya, mengaku bersalah yang mengakibatkan terjadi ledakan pada gardu listrik,” bebernya kembali.
Tersangka kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Denpasar Selatan. “Dia kami jerat dengan Pasal 188 KUHP sub Pasal 409 KUHP (1), barang siapa karena kesalahannya menyebabkan kebakaran atau peletusan yang berbahaya bagi orang lain dengan ancaman kurungan satu bulan,  paling lama lima tahun penjara,” tandas mantan Wadir Reskrimsus Papua Barat ini.
Kapolresta Denpasar juga menghimbau kepada masyarakat Denpasar dan sekitarnya agar memperhatikan fasilitas umum dan kawasan vital milik negara saat bermain layangan. “Kami melakukan tindakan ini untuk memberikan efek jera agar saat bermain layangan masyarakat memperhatikan lokasi dan panjang tali layangan. Memang tidak ada larangan bermain, tetapi mohon diperhatikan agar tidak merugikan,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/