Minggu, 24 Oct 2021
Bali Express
Home / Bali
icon featured
Bali

Idul Adha, Dinas Pertanian Pastikan Kesehatan Hewan Qurban

20 Juli 2021, 19: 21: 14 WIB | editor : Nyoman Suarna

Idul Adha, Dinas Pertanian Pastikan Kesehatan Hewan Qurban

DIPERIKSA : Tim kesehatan hewan memeriksa kesehatan hewan qurban di Lingkungan Jalak Puti, Kelurahan Banyuasri. (Dian Suryantini/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Meski dalam situasi pandemi, perayaan Idul Adha masih bisa dilakukan. Tentu dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Pemotongan hewan qurban dalam skala besar pun hanya boleh dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH). Untuk di Buleleng, khususnya di Kelurahan Banyuasri Lingkungan Jalak Putih, sebanyak 11 ekor hewan qurban akan dipotong pada Rabu (21/7) pagi, mulai pukul 07.00 wita. Hewan qurban berupa kambing dan sapi itu akan disembelih di Masjid Al-Mujahidin.

Sebelum disemebelih untuk dibagikan kepada umat, hewan-hewan kurban itu terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan Ante Mortem. Adapun bagian-bagian yang diperiksa oleh tim kesehatan hewan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng yakni bagian lidah, leher, tubuh bagian atas.

Kasi Kesehatan Hewan, drh. I Gusti Bagus Oka Yadnya, Selasa (20/7) sore menjelaskan setelah mengecek beberapa sapi yang akan dijadikan hewan qurban, seluruh sapi dinyatakan sehat dan dapat dipotong. “Dari pemeriksaan semua dalam kondisi sehat dan semua bisa dipotong. Baik sapi maupun kambing. Kalau pemeriksaan ante mortem itu yang diperiksa di bagian lidah, limpo glanula (pangkal leher). Kalau tidak sehat dia akan membengkak. Di lidah biasanya dibawahnya kalau tidak sehat akan berlubang dia seperti ada sariawan. Juga di bagian tubuh depan bengkak kalau tidak sehat,” jelasnya.

Baca juga: 40 Warga Pinggan Positif Covid-19, Pasar Desa Ditutup

Kasi Keswan Oka menambahkan, setelah dipotong, daging-daging qurban itu juga melalui tahap pemeriksaan untuk memastikan tidak ada penyakit yang terdapat dalam daging. Biasanya yang sering ditemukan adalah cacing hati pada hati sapi. “Besok setelah dipotong juga ada pemeriksaan. Istilahnya post mortem. Jadi yang diperiksa apakah ada cacing hati di hati sapi. Kalau ditemukan banyak, bisa diafkir semua. Kalau sedikit bisa dilokalisir di bagian yang terinfeksi. Selain hati juga nanti akan dipeiksa bagian jeroan yang lain yang berpotensi ada cacingnya,” tambahnya.

Sementara itu, Penanggungjawab Pelaksanaan Qurban, Lalu Wiranata mengatakan, jumlah hewan qutban kali ini mengalami penurunan disbanding tahun sebelumnya. Begitu pula dengan harga sapi yang meningkat drastis. Harga terendah satu ekor sapi saat ini didapatkan senilai Rp 14,5 juta dan tertinggi Rp 21 juta. Sebelumnya terendah paling Rp 13 juta. Bobot sapi rata-rata yang dijadikan hewan qurban sekitar  350 kg sampai 450 kg. “Tahun ini memang menurun dari tahun lalu. Kalau tahun lalu ada 12 ekor sapi dan sekarang 11 ekor sapi. Namun, dikaitkan dengan pandemi seperti ini, kami sudah bersyukur sekali bisa mencapai 11 ekor sapid an 14 ekor kambing. Kalau sebelum pandemi bisa sampai 20 ekor lebih. Untuk harga tergolong meningkat dari tahun lalu cukup drastic. Sekitar 40 persen,” kata dia.

Lalu juga menerangkan, daging qurban ini akan dibagikan kepada 1.300 umat. Sapi-sapi itu didapatkan dari wilayah Kabupaten Buleleng, seperti dari Jinengdalem, Panji, Panji Anom, Silangjana, Bungkulan dan di Bingin Banjah. “Daging qurban 1.300 umat dibagikan di sekitar lingkungan Jalak Putih, Banyuasri. Kami yakin sapi-sapi ini sehat. Karena kami juga lakukan seleksi saat membeli. Kambing semua dari panji,” teagsnya.

(bx/dhi/man/JPR)

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia