Minggu, 28 Nov 2021
Bali Express
Home / Bali
icon featured
Bali

Sempat Krisis, RSUD Buleleng Cukupi Kebutuhan Oksigen

20 Juli 2021, 19: 15: 07 WIB | editor : Nyoman Suarna

Sempat Krisis, RSUD Buleleng Cukupi Kebutuhan Oksigen

Sekda Buleleng, Gede Suyasa. (Dian Suryantini/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Kebutuhan oksigen bagi pasien Covid-19 di Buleleng saat ini telah mencukupi. Sebanyak 2 ton gas cair dan 80 buah gas tabung siap digunakan oleh pasien yang dirawat di RSUD Buleleng. Kebutuhan oksigen tersebut diterima Senin (19/) malam dari rekanan yang biasa memasok kebutuhan oksigen.

Dihubungi via telepon, Direktur RSUD Buleleng, Dokter Putu Arya Nugraha, Selasa (20/7) pagi mengatakan, kebutuhan oksigen yang dimiliki RSUD Buleleng saat ini untuk pasien Covid-19 dipasok dari rekanan. Pasokan oksigen dengan jumlah tersebut dapat memenuhi kebutuhan oksigen hingga dua hari ke depan. “Ini semua dari rekanan kami yang selama ini memasok. Ketersediaan dengan jumlah 2 ton gas cair dan 80 buah gas tabung bisa digunakan sampai dua hari saja. Dan hari ini kami masih menunggu droping lagi sebanyak 50 buah gas tabung dari rekanan,” kata dia.

Dokter Arya menambahkan, droping kebutuhan oksigen harus terus dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan pasien covid-19. Droping bisa saja dilakukan setiap dua hari sekali dengan  mendatangkan pasokan oksigen sesuai kebutuhan. “Ya, droping harus terus dilakukan. Tidak boleh kosong sekali. Meski sedikit yang penting terus ada dan berkelanjutan,” terangnya.

Baca juga: Selama PPKM Darurat, 13 Usaha di Kuta Selatan Ditutup Pol PP

Sebelumnya, ketersediaan oksigen di RSUD Buleleng sangat terbatas. Bahkan tinggal hitungan jam saja. Direktur RSUD Buleleng pun tak menampik jika ketersediaan oksigen pada Senin (19/7) mengalami krisis. “Oksigen cair yang kami miliki sudah habis sejak sore kemarin (Minggu,red). Sementara oksigen tabung masih bisa untuk tiga jam nanti. Sangat krisis sekali, mudah-mudahan kiriman dari Pemprov dan Jawa Timur bisa cepat. Yang dari Pemprov sih malam ini sudah pasti sampai. Agak terlambat memang karena banyak rumah sakit yang ngantre untuk pengisian oksigen tabung,” ungkapnya.

dr Arya pun menyebut, oksigen tabung biasanya hanya digunakan untuk merujuk pasien, atau memindahkan pasien ke ruangan lain. Namun karena oksigen cair sudah habis, pihaknya pun terpaksa menggunakan oksigen tabung untuk pasien yang dirawat di ruang instensif, termasuk pasien Covid-19. “Oksigen yang kita miliki tidak hanya diprioritaskan untuk pasien Covid. Pasien lain yang membutuhkan tetap kami berikan. Kami melakukan efisiensi dengan cara menunda tindakan bedah yang direncanakan. Tapi memang ketersediaannya tinggal tiga jam saja. Saya berharap pengiriman dari Denpasar bisa cepat,” terangnya.

Sementara itu, Sekda Buleleng yang juga Sekretaris Satgas Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa megatakan, pendistribusian oksigen oleh pihak rekanan sebelumnya langsung dilakukan ke kabupaten. Namun saat ini, distribusi oksigen harus dikoordinir oleh Pemprov. “Bapak Bupati sudah menghubungi Gubernur Bali, saya juga sudah menghubungi Sekda Bali, serta BPBD Bali agar kebutuhan oksigen di Buleleng cukup. Karena ketersediaannya terbatas. Kalau dulu distribusinya sekalai pasok itu bisa 5 ton begitu. Tapi sekarang karena ngantre dan banyak rumah sakit yang butuh jadi nanti distribusinya bisa dilakukan 2 hari sekali. Supaya tidak kosong,” kata dia.

Hingga saat ini RSUD Buleleng merawat 85 orang pasien Covid-19. Mereka rata-rata memiliki gejala sedang hingga berat, sehingga harus medapat penanganan yang intensif.

(bx/dhi/man/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia