alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Kerugian Capai Rp 3,7 Miliar, Dua Tersangka Korupsi LPD Serangan Ditahan

DENPASAR, BALI EXPRESS-Penyidik Pidsus Kejari Denpasar, Selasa (19/7) melimpahkan tersangka IWJ dan NWSY ke tim jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus dugaan korupsi keuangan LPD Desa Adat Serangan, Denpasar.

Pelimpahan tersangka dan barang bukti ini dilakukan menjelang puncak Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) Jumat (22/7) lusa.
Kasi Intel Kejari Denpasar, Putu Eka Suyantha pada wartawan di Kejari Denpasar, menjelaskan pelimpahan dilakukan penyidik setelah sebelumnya berkas perkara dinyatakan lengkap (P-21).

Kedua tersangka disangka melakukan  Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Dana LPD Desa Adat Serangan tahun 2015 s/d 2020.
“Selanjutnya kedua tersangka akan dilakukan penahanan oleh Jaksa Penuntut Umum secara terpisah selama 20 (dua puluh) hari kedepan bertempat di LP. Kerobokan untuk tersangka IWJ, dan Rutan Polresta Denpasar untuk tersangka NWSY,”ujar Kasi Intel Putu Eka Suyantha.

Baca Juga :  Tambah Faskes, RSBM Hadir dengan Standar Layanan Internasional

Tersangka sempat mengajukan permohonan penangguhan penahanan dengan alasan sebagai tulang punggung keluarga namun ditolak. ”Kalau tersangka IWJ tadi sudah siap ditahan, dia sudah bawa baju ganti dan lainnya,” imbuh Eka Suyantha.

Adapun modus operandi para tersangka mempergunakan dana LPD Desa Adat Serangan tidak sesuai dengan rencana kerja. Selain itu, tersangka menggunakan dana tidak berdasarkan rencana anggaran pendapatan belanja LPD Desa Adat Serangan.

Parahnya lagi, kedua tersangka tidak mencatatkan pembayaran bunga/piutang pada buku kas LPD Desa Adat. “Kedua tersangka membuat laporan pertanggungjawaban khususnya laba usaha tidak riil  dengan hasil pembagian hasil jasa produksi tidak sesuai dengan ketentuan,” sambung Eka Suyantha.

Dari penggunaan dana yang tidak sesuai tersebut para tersangka membuat 17 kredit fiktif dan melakukan manipulasi pencatatan buku kas. Perbuatan kedua tersebut dinilai penyidik memperkaya/menguntungkan diri pribadi para tersangka maupun orang lain.

Baca Juga :  Peringati HUT Pas ke 58, Ratusan WBP Donor Darah di LP Kerobokan

Berdasarkan laporan penghitungan kerugian keuangan negara, diketahui akibat perbuatan para tersangka tersebut merugikan keuangan negara / daerah Cq. Keuangan LPD Desa Adat Serangan dengan nilai Rp 3,7 miliar.

 






Reporter: Suharnanto

DENPASAR, BALI EXPRESS-Penyidik Pidsus Kejari Denpasar, Selasa (19/7) melimpahkan tersangka IWJ dan NWSY ke tim jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus dugaan korupsi keuangan LPD Desa Adat Serangan, Denpasar.

Pelimpahan tersangka dan barang bukti ini dilakukan menjelang puncak Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) Jumat (22/7) lusa.
Kasi Intel Kejari Denpasar, Putu Eka Suyantha pada wartawan di Kejari Denpasar, menjelaskan pelimpahan dilakukan penyidik setelah sebelumnya berkas perkara dinyatakan lengkap (P-21).

Kedua tersangka disangka melakukan  Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Dana LPD Desa Adat Serangan tahun 2015 s/d 2020.
“Selanjutnya kedua tersangka akan dilakukan penahanan oleh Jaksa Penuntut Umum secara terpisah selama 20 (dua puluh) hari kedepan bertempat di LP. Kerobokan untuk tersangka IWJ, dan Rutan Polresta Denpasar untuk tersangka NWSY,”ujar Kasi Intel Putu Eka Suyantha.

Baca Juga :  Tambah Faskes, RSBM Hadir dengan Standar Layanan Internasional

Tersangka sempat mengajukan permohonan penangguhan penahanan dengan alasan sebagai tulang punggung keluarga namun ditolak. ”Kalau tersangka IWJ tadi sudah siap ditahan, dia sudah bawa baju ganti dan lainnya,” imbuh Eka Suyantha.

Adapun modus operandi para tersangka mempergunakan dana LPD Desa Adat Serangan tidak sesuai dengan rencana kerja. Selain itu, tersangka menggunakan dana tidak berdasarkan rencana anggaran pendapatan belanja LPD Desa Adat Serangan.

Parahnya lagi, kedua tersangka tidak mencatatkan pembayaran bunga/piutang pada buku kas LPD Desa Adat. “Kedua tersangka membuat laporan pertanggungjawaban khususnya laba usaha tidak riil  dengan hasil pembagian hasil jasa produksi tidak sesuai dengan ketentuan,” sambung Eka Suyantha.

Dari penggunaan dana yang tidak sesuai tersebut para tersangka membuat 17 kredit fiktif dan melakukan manipulasi pencatatan buku kas. Perbuatan kedua tersebut dinilai penyidik memperkaya/menguntungkan diri pribadi para tersangka maupun orang lain.

Baca Juga :  Daerah Wisata Ubud Macet, 356 Personil Polres Gianyar Dikerahkan

Berdasarkan laporan penghitungan kerugian keuangan negara, diketahui akibat perbuatan para tersangka tersebut merugikan keuangan negara / daerah Cq. Keuangan LPD Desa Adat Serangan dengan nilai Rp 3,7 miliar.

 






Reporter: Suharnanto

Most Read

Artikel Terbaru

/