alexametrics
27.9 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Pria Tanpa Identitas Tewas Mengambang di Waduk Muara

DENPASAR, BALI EXPRESS – Mayat tanpa identitas ditemukan mengambang di Waduk Muara Nusa Dua, Pemogan, Denpasar Selatan, Kamis (20/8) pukul 08.00 pagi. Korban ditemukan oleh warga setelah tersebar informasi simpang siur tentang adanya orang tenggelam di waduk tersebut. 

Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol I Nyoman Wirajaya menerangkan, kronologi penemuan mayat mengambang tersebut berawal dari informasi simpang siur tentang adanya orang tenggelam. “Saksi Dodi pada Rabu (19/8) kemarin memeroleh informasi adanya orang tenggelam di waduk ketika sedang mandi. Informasinya korban baru datang dari hutan bakau,” jelas Kompol Wirajaya. 

Saksi bersama warga kemudian melakukan pencarian terhadap informasi yang didapatnya, tetapi setelah mengecek sekitar waduk awalnya saksi tidak melihat adanya tanda-tanda orang tenggelam. “Tetapi saksi sempat melihat celana jeans di pinggir waduk yang diduga milik korban, tetapi karena informasi masih simpang siur saksi pulang,” ungkapnya lagi. 

Baca Juga :  Bayi Kembar Siam dengan Empat Tangan dan Kaki Lahir di Seririt

Pada Kamis (20/8) pukul 08.00 pagi,  barulah warga di sekitar waduk digegerkan dengan ditemukannya mayat korban sudah mengambang. Warga kemudian melaporkan ke petugas. 

“Setelah mendapat laporan kami langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Saksi Dodi dan Joko kemudian mengangkat mayat korban dari waduk dengan kano milik Joko,” jelasnya. 

Kondisi jasad korban saat ditemukan dalam keadaan telungkup mengambang, korban memiliki tato mahkota pada lengan tangan kiri dan jantung pada punggung korban. “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelas Kompol Wirajaya. 

Mayat korban kemudian dievakuasi ke RSUP Sanglah menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar. 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Mayat tanpa identitas ditemukan mengambang di Waduk Muara Nusa Dua, Pemogan, Denpasar Selatan, Kamis (20/8) pukul 08.00 pagi. Korban ditemukan oleh warga setelah tersebar informasi simpang siur tentang adanya orang tenggelam di waduk tersebut. 

Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol I Nyoman Wirajaya menerangkan, kronologi penemuan mayat mengambang tersebut berawal dari informasi simpang siur tentang adanya orang tenggelam. “Saksi Dodi pada Rabu (19/8) kemarin memeroleh informasi adanya orang tenggelam di waduk ketika sedang mandi. Informasinya korban baru datang dari hutan bakau,” jelas Kompol Wirajaya. 

Saksi bersama warga kemudian melakukan pencarian terhadap informasi yang didapatnya, tetapi setelah mengecek sekitar waduk awalnya saksi tidak melihat adanya tanda-tanda orang tenggelam. “Tetapi saksi sempat melihat celana jeans di pinggir waduk yang diduga milik korban, tetapi karena informasi masih simpang siur saksi pulang,” ungkapnya lagi. 

Baca Juga :  Jenazah Tertukar Saat Hendak Kremasi, Direktur RS Mangusada Minta Maaf

Pada Kamis (20/8) pukul 08.00 pagi,  barulah warga di sekitar waduk digegerkan dengan ditemukannya mayat korban sudah mengambang. Warga kemudian melaporkan ke petugas. 

“Setelah mendapat laporan kami langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Saksi Dodi dan Joko kemudian mengangkat mayat korban dari waduk dengan kano milik Joko,” jelasnya. 

Kondisi jasad korban saat ditemukan dalam keadaan telungkup mengambang, korban memiliki tato mahkota pada lengan tangan kiri dan jantung pada punggung korban. “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelas Kompol Wirajaya. 

Mayat korban kemudian dievakuasi ke RSUP Sanglah menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar. 


Most Read

Artikel Terbaru

/