alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Sehari 4 Kasus Baru, Jembrana Waspadai Klaster Perkantoran

NEGARA, BALI EXPRESS – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jembrana, kembali mengumumkan penambahan kasus baru terkonfirmasi Covid-19, Kamis (20/8). 

Sebanyak 4 orang dinyatakan positif lewat pemeriksaan PCR sampel swab. “Hasil swab kami terima Rabu (19/8) malam, tambahan positif empat orang. Masing-masing satu orang dari Desa Warnasari dan Desa Manistutu. Sedangkan dua lainnya, seorang ibu beserta anaknya dari Kelurahan Dauhwaru,” ujar Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha.

Arisantha merinci, tambahan kasus dari Desa Warnasari seorang laki-laki usia 25 tahun, bekerja sebagai perangkat desa yang sebelumnya dinyatakan reaktif dari hasil rapid test di sebuah rumah sakit swasta saat hendak menjalani operasi.

“Tes  rapid itu diambil sesuai prosedur di rumah sakit, kemudian ditindaklanjuti dengan tes PCR melalui  pemeriksaan sampel swab, dan hasilnya positif,” lanjutnya.

Kemudian kasus yang kedua, seorang wanita berusia 54 tahun asal Desa Manistutu. Kasus ini merupakan pengembangan dari tracking pasien terkonfirmasi sebelumnya yang sudah dirawat di ruang isolasi RSU Negara.

“Pasien ini merupakan istri dari pasien terkonfirmasi sebelumnya. Jadi suami istri, klaster keluarga.  Keduanya sudah dirawat di RSU Negara,” terangnya.

Sementara untuk kasus ketiga dan keempat yang merupakan ibu dan anak dari Kelurahan Dauhwaru itu, sebelumnya diketahui memiliki riwayat perjalanan ke Singaraja bersama anaknya untuk menghadiri  acara keluarga (kedukaan). Saat di Singaraja, sempat kontak erat engan adiknya yang belakangan dinyatakan terkonfimasi Covid-19 pada 17 Agustus lalu.

Baca Juga :  Kemenuh Monkey River Integrasikan Potensi Alam, Budaya dan Spiritual

“Begitu mengetahui adiknya yang di Singaraja terkonfirmasi Covid-19, ibu ini kemudian berkoordinasi dengan pihak Gugus Tugas Jembrana dan kami tindaklanjuti dengan tes swab yang hasilnya dinyatakan positif Sarcov-2, termasuk anaknya juga,” papar Arisantha.

Seluruh pasien terkonfirmasi Covid-19 itu, lanjut Arisantha, saat ini sudah menjalani perawatan di RSUD Negara. Arisantha tidak menampik saat disinggung bahwa salah satu pasien baru itu merupakan pegawai eselon III yang menjabat sebagai Kepala Bidang di salah satu kantor di Lingkup Pemkab Jembrana.

“Ibu ini berusia 51 tahun tercatat pekerjaannya sebagai PNS di Lingkup Pemkab Jembrana. Sementara anaknya berusia 22 tahun dan baru saja tamat,” terangnya.

Pihaknya juga sudah melakukan pengembangan tracking dari  kasus ibu dan anak ini. Bahkan, selain  mengambil sampel swab untuk kontak erat, dalam waktu dekat juga akan dilaksanakan rapid test massal untuk seluruh pegawai pada kantor tersebut.

“Kami akan lakukan pengambilan swab untuk kontak erat dari ibu ini. Ada 9 orang yang direncanakan Jumat (21/8). Mereka terdiri dari keluarga 5 orang serta rekan kantor 4 orang. Termasuk juga seorang balita yang merupakan cucu dari ibu ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Jumlah Gempa Turun, PVMBG Gelar Rapat Evaluasi

Sementara itu, untuk rapid test massal, akan dilakukan terhadap 99 orang lainnya yang merupakan pegawai di kantor tempat ibu ini bekerja yang sempat melakukan kontak jauh. Kebijakan rapid test massal ini diambil sebagai deteksi dini guna mencegah meluasnya klaster.

Dengan penambahan ini, secara kumulatif  jumlah kasus terkonfirmasi di Jembrana kini bertambah menjadi 81  kasus. Sementara pasien yang sudah sembuh sebanyak 68 orang . Saat ini RSU Negara masih merawat pasien terkonfirmasi sebanyak 12  orang dengan kasus kematian tercatat 1 orang.

Di sisi lain, terkonfirmasinya ibu asal Kelurahan Dauhwaru berinisial A itu, sejatinya sudah masif beredar di beberapa whatsApp group. Bahkan, dari informasi, ibu itu sempat melakukan kontak dengan beberapa pejabat lainnya. Hal itu menjadi catatan khusus pihak Gugus Tugas, mengingat potensi penyebarannya bisa  menjadi klaster baru di perkantoran. 

“Karena urusan pekerjaan, ibu itu diketahui sempat kontak juga dengan pejabat maupun pegawai dari dinas lain di Lingkup Pemkab Jembrana. Bahkan, beberapa Kepala Dinas sudah ada yang melaporkan kepada gugus jika bawahan mereka sempat kontak untuk berkoordinasi dengan pasien ibu tersebut,” pungkasnya. 


NEGARA, BALI EXPRESS – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jembrana, kembali mengumumkan penambahan kasus baru terkonfirmasi Covid-19, Kamis (20/8). 

Sebanyak 4 orang dinyatakan positif lewat pemeriksaan PCR sampel swab. “Hasil swab kami terima Rabu (19/8) malam, tambahan positif empat orang. Masing-masing satu orang dari Desa Warnasari dan Desa Manistutu. Sedangkan dua lainnya, seorang ibu beserta anaknya dari Kelurahan Dauhwaru,” ujar Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha.

Arisantha merinci, tambahan kasus dari Desa Warnasari seorang laki-laki usia 25 tahun, bekerja sebagai perangkat desa yang sebelumnya dinyatakan reaktif dari hasil rapid test di sebuah rumah sakit swasta saat hendak menjalani operasi.

“Tes  rapid itu diambil sesuai prosedur di rumah sakit, kemudian ditindaklanjuti dengan tes PCR melalui  pemeriksaan sampel swab, dan hasilnya positif,” lanjutnya.

Kemudian kasus yang kedua, seorang wanita berusia 54 tahun asal Desa Manistutu. Kasus ini merupakan pengembangan dari tracking pasien terkonfirmasi sebelumnya yang sudah dirawat di ruang isolasi RSU Negara.

“Pasien ini merupakan istri dari pasien terkonfirmasi sebelumnya. Jadi suami istri, klaster keluarga.  Keduanya sudah dirawat di RSU Negara,” terangnya.

Sementara untuk kasus ketiga dan keempat yang merupakan ibu dan anak dari Kelurahan Dauhwaru itu, sebelumnya diketahui memiliki riwayat perjalanan ke Singaraja bersama anaknya untuk menghadiri  acara keluarga (kedukaan). Saat di Singaraja, sempat kontak erat engan adiknya yang belakangan dinyatakan terkonfimasi Covid-19 pada 17 Agustus lalu.

Baca Juga :  Kalah Kasasi, Winasa Dipenjara Tujuh Tahun

“Begitu mengetahui adiknya yang di Singaraja terkonfirmasi Covid-19, ibu ini kemudian berkoordinasi dengan pihak Gugus Tugas Jembrana dan kami tindaklanjuti dengan tes swab yang hasilnya dinyatakan positif Sarcov-2, termasuk anaknya juga,” papar Arisantha.

Seluruh pasien terkonfirmasi Covid-19 itu, lanjut Arisantha, saat ini sudah menjalani perawatan di RSUD Negara. Arisantha tidak menampik saat disinggung bahwa salah satu pasien baru itu merupakan pegawai eselon III yang menjabat sebagai Kepala Bidang di salah satu kantor di Lingkup Pemkab Jembrana.

“Ibu ini berusia 51 tahun tercatat pekerjaannya sebagai PNS di Lingkup Pemkab Jembrana. Sementara anaknya berusia 22 tahun dan baru saja tamat,” terangnya.

Pihaknya juga sudah melakukan pengembangan tracking dari  kasus ibu dan anak ini. Bahkan, selain  mengambil sampel swab untuk kontak erat, dalam waktu dekat juga akan dilaksanakan rapid test massal untuk seluruh pegawai pada kantor tersebut.

“Kami akan lakukan pengambilan swab untuk kontak erat dari ibu ini. Ada 9 orang yang direncanakan Jumat (21/8). Mereka terdiri dari keluarga 5 orang serta rekan kantor 4 orang. Termasuk juga seorang balita yang merupakan cucu dari ibu ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Menunggu Perintah Edarkan Shabu, Satya Terciduk di Dalung

Sementara itu, untuk rapid test massal, akan dilakukan terhadap 99 orang lainnya yang merupakan pegawai di kantor tempat ibu ini bekerja yang sempat melakukan kontak jauh. Kebijakan rapid test massal ini diambil sebagai deteksi dini guna mencegah meluasnya klaster.

Dengan penambahan ini, secara kumulatif  jumlah kasus terkonfirmasi di Jembrana kini bertambah menjadi 81  kasus. Sementara pasien yang sudah sembuh sebanyak 68 orang . Saat ini RSU Negara masih merawat pasien terkonfirmasi sebanyak 12  orang dengan kasus kematian tercatat 1 orang.

Di sisi lain, terkonfirmasinya ibu asal Kelurahan Dauhwaru berinisial A itu, sejatinya sudah masif beredar di beberapa whatsApp group. Bahkan, dari informasi, ibu itu sempat melakukan kontak dengan beberapa pejabat lainnya. Hal itu menjadi catatan khusus pihak Gugus Tugas, mengingat potensi penyebarannya bisa  menjadi klaster baru di perkantoran. 

“Karena urusan pekerjaan, ibu itu diketahui sempat kontak juga dengan pejabat maupun pegawai dari dinas lain di Lingkup Pemkab Jembrana. Bahkan, beberapa Kepala Dinas sudah ada yang melaporkan kepada gugus jika bawahan mereka sempat kontak untuk berkoordinasi dengan pasien ibu tersebut,” pungkasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/