alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Rusunawa Unud Batal Jadi Tempat Isoter

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Rencana Pemkab Badung menggunakan Rusunawa Mahasiswa Universitas Udayana (Unud) sebagai tempat isolasi terpusat (Isoter) dibatalkan. Pasalnya tempat yang akan menampung orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 dianggap belum memenuhi syarat, dari fasilitas dan ketersediaan air bersih.

“Rencana awal penambahan tempat Isoter memang menggunakan Rusunawa Mess Mahasiswa Unud. Namun berkenaan perhitungan tempat yang perlu perbaikan, sehingga cukup lama memakan waktu. Maka setelah diperhitungkan dan dipertinbangkan, kami tidak jadi memakai tempat itu,” ungkap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara saat meninjau hotel yang akan dijadikan tempat Isoter, Kamis (19/8).

Pihaknya bersama tim Satgas Kabupaten Badung dan BPBD Provinsi kemudian berencana menggunakan Hotel Infinity8 Bali sebagai tempat tambahan Isoter. Sebab lokasi tersebut pernah menjadi tempat Isoter mandiri berbayar, sehingga tempat itu dirasa sangat memungkinkan dijadikan tempat tambahan Isoter tanggungan Pemprov Bali. Karena itu, pihaknya turun melakukan survey dan memastikan kondisi kesiapan di lapangan, untuk kemudian dilakukan proses kontrak dengan Pemprov Bali. “Dari survey dan pengecekan di lapangan tadi, tempat sudah siap dan layak. Jadi sekarang tinggal berproses deal kontrak antara pihak hotel dengan pihak provinsi. Kami di Pemkab Badung juga sudah siap dengan tenaga dan hal yang diperlukan, kapanpun itu. Hari ini sepakat, maka hari ini kami tempatkan personil,” ungkap Suryanegara.

Dengan adanya penambahan kapasitas 190 bed, seluruh kapasitas tempat Isoter mencapai 927 bed. Rencananya tempat tersebut akan dipergunakan untuk pasien yang berasal dari wilayah Kutsel. “Untuk biaya karantina pasien di Infinity8 Hotel akan dibiayai provinsi. Kami berharap kontrak antara pihak hotel dan provinsi segera terlaksana. Sehingga pasien yang masih menjalani isolasi mandiri segera dapat dipindahkan ke tempat Isoter,” harapnya.

Sementara itu, Ni Ketut Karneli yang merupakan perwakilan Dinkes Badung mengungkapkan, dari pengecekan di lokasi, pihaknya menilai hotel tersebut sangat layak dijadikan tempat Isoter. Sebab hotel itu secara umum sudah memenuhi standar persyaratan pelayanan. “Pasien nantinya akan ditempatkan di kamar hotel pada lantai 3. Jadi dari basement mereka akan diarahkan langsung ke kamar melalui jalur khusus. Pada lantai 3, nantinya akan ada zona tertentu yang tidak bisa diakses warga Isoter. Untuk itu pihaknya sudah meminta agar pihak hotel menyediakan sekat khusus transparan,” terangnya.

Selain bagi pasien, Karneli menjelaskan, nantinya akan ada sebuah kamar yang dipakai posko petugas. Pos tersebut juga akan menjadi lokasi penempatan perlengkapan medis, obat dan alat lainnya dari petugas. Ketika kapasitas kamar di lantai 3 penuh, pihak hotel akan membuka kamar yang berlokasi di lantai 5. Selain itu, pihak hotel juga menyediakan lokasi dan akses khusus bagi pasien untuk berjemur dan berolahraga di rooftop. Termasuk dengan lokasi ruang ganti baju infeksius dan pengolahan sampah dari aktivitas Isoter. “SOP sudah kami buat dan alokasi tenaga sudah kami lakukan. Nanti diharapkan bantuan dari pihak hotel, untuk menyiapkan tanda yang mengarahkan peserta Isoter. Tatib yang kami siapkan nanti juga akan dibagikan melalui selembar kertas,” pungkasnya. (esa)

 

 


MANGUPURA, BALI EXPRESS – Rencana Pemkab Badung menggunakan Rusunawa Mahasiswa Universitas Udayana (Unud) sebagai tempat isolasi terpusat (Isoter) dibatalkan. Pasalnya tempat yang akan menampung orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 dianggap belum memenuhi syarat, dari fasilitas dan ketersediaan air bersih.

“Rencana awal penambahan tempat Isoter memang menggunakan Rusunawa Mess Mahasiswa Unud. Namun berkenaan perhitungan tempat yang perlu perbaikan, sehingga cukup lama memakan waktu. Maka setelah diperhitungkan dan dipertinbangkan, kami tidak jadi memakai tempat itu,” ungkap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara saat meninjau hotel yang akan dijadikan tempat Isoter, Kamis (19/8).

Pihaknya bersama tim Satgas Kabupaten Badung dan BPBD Provinsi kemudian berencana menggunakan Hotel Infinity8 Bali sebagai tempat tambahan Isoter. Sebab lokasi tersebut pernah menjadi tempat Isoter mandiri berbayar, sehingga tempat itu dirasa sangat memungkinkan dijadikan tempat tambahan Isoter tanggungan Pemprov Bali. Karena itu, pihaknya turun melakukan survey dan memastikan kondisi kesiapan di lapangan, untuk kemudian dilakukan proses kontrak dengan Pemprov Bali. “Dari survey dan pengecekan di lapangan tadi, tempat sudah siap dan layak. Jadi sekarang tinggal berproses deal kontrak antara pihak hotel dengan pihak provinsi. Kami di Pemkab Badung juga sudah siap dengan tenaga dan hal yang diperlukan, kapanpun itu. Hari ini sepakat, maka hari ini kami tempatkan personil,” ungkap Suryanegara.

Dengan adanya penambahan kapasitas 190 bed, seluruh kapasitas tempat Isoter mencapai 927 bed. Rencananya tempat tersebut akan dipergunakan untuk pasien yang berasal dari wilayah Kutsel. “Untuk biaya karantina pasien di Infinity8 Hotel akan dibiayai provinsi. Kami berharap kontrak antara pihak hotel dan provinsi segera terlaksana. Sehingga pasien yang masih menjalani isolasi mandiri segera dapat dipindahkan ke tempat Isoter,” harapnya.

Sementara itu, Ni Ketut Karneli yang merupakan perwakilan Dinkes Badung mengungkapkan, dari pengecekan di lokasi, pihaknya menilai hotel tersebut sangat layak dijadikan tempat Isoter. Sebab hotel itu secara umum sudah memenuhi standar persyaratan pelayanan. “Pasien nantinya akan ditempatkan di kamar hotel pada lantai 3. Jadi dari basement mereka akan diarahkan langsung ke kamar melalui jalur khusus. Pada lantai 3, nantinya akan ada zona tertentu yang tidak bisa diakses warga Isoter. Untuk itu pihaknya sudah meminta agar pihak hotel menyediakan sekat khusus transparan,” terangnya.

Selain bagi pasien, Karneli menjelaskan, nantinya akan ada sebuah kamar yang dipakai posko petugas. Pos tersebut juga akan menjadi lokasi penempatan perlengkapan medis, obat dan alat lainnya dari petugas. Ketika kapasitas kamar di lantai 3 penuh, pihak hotel akan membuka kamar yang berlokasi di lantai 5. Selain itu, pihak hotel juga menyediakan lokasi dan akses khusus bagi pasien untuk berjemur dan berolahraga di rooftop. Termasuk dengan lokasi ruang ganti baju infeksius dan pengolahan sampah dari aktivitas Isoter. “SOP sudah kami buat dan alokasi tenaga sudah kami lakukan. Nanti diharapkan bantuan dari pihak hotel, untuk menyiapkan tanda yang mengarahkan peserta Isoter. Tatib yang kami siapkan nanti juga akan dibagikan melalui selembar kertas,” pungkasnya. (esa)

 

 


Most Read

Artikel Terbaru

/