24.8 C
Denpasar
Monday, November 28, 2022

Insiden Meledaknya Kompor Mayat saat Ngaben Massal di Belega

Amankan Tabung dan Kompresor, Polisi Selidiki Penyebab Kompor Mayat Meledak

GIANYAR, BALI EXPRESS – Hingga saat ini polisi masih menyelidiki apa penyebab meledaknya kompor mayat yang digunakan dalam upacara Ngaben Massal di Desa Adat Selat, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Jumat petang (19/8), sehingga menyebabkan setidaknya 10 orang mengalami luka bakar.

 

Kapolsek Blahbatuh, Kompol I Made Tama menjelaskan bahwa pasca peristiwa naas itu terjadi, kini pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Sedangkan untuk tukang kompor mayat yang meledak tersebut, kata dia akan dilakukan pemeriksaan ketika kondisinya sudah sehat. “Mengingat yang punya kompor juga menjadi korban, jadi kita tunggu sampai sehat baru akan kita akan periksa untuk dimintai keterangan di Polsek Blahbatuh,” ungkapnya Sabtu (20/8).

 

Ditambahkannya jika dari 10 orang korban yang sempat dibawa ke UGD RSU Sanjiwani, total ada 6 orang korban yang dirujuk ke RSUP Sanglah lantaran mengalami luka bakar hingga 90 persen. Kemudian 2 orang korban sudah diperbolehkan pulang, dan 1 orang masih dirawat di RSU Sanjiwani.

 

Atas peristiwa tersebut, Kompol Tama pun mengimbau agar seluruh masyarakat waspada terhadap kegiatan pembakaran petulangan atau jenazah, terutama karena saat ini musim Ngaben. “Kita imbau agar jangan terlalu dekat dengan tempat pembakaran mayat, dan kepada pemilik kompor mayat sebelum menggunakan kompornya harus cek dan ricek. Jangan sampai berakibat fatal. Kalau memang ada kerusakan sekecil apapun harus segera diperbaiki, jangan sampai terjadi lagi seperti yang terjadi tadi malam di Banjar Selat,” tegasnya.

Baca Juga :  WNA Kanada Ditemukan Tewas Di Kamar Hotel

 

Ia juga mengimbau kepada penyelenggara Ngaben, agar kalau bisa prosesi pembakaran dilakukan siang hari. Sehingga ketika terjadi kebocoran atau kerusakan komponen kompor dapat lebih mudah diketahui, ketimbang jika dilakukan pada malam hari. Kini, pihaknya pun telah mengamankan sejumlah barang bukti dari TKP, mulai dari tabung yang diduga mengalami kebocoran lalu meledak, kompresor serta sejumlah selang.

 

Dan berdasarkan hasil penyelidikan awal, diketahui jika peristiwa itu terjadi disebabkan karena tabung yang didalamnya berisi solar meledak kemudian apinya mengenai para korban. “Itu baru hasil penyelidikan awal, untuk penyebab pastinya masih kita dalami dan nanti akan kita sampaikan lagi,” tandasnya.

 

Sebelumnya diberitakan bahwa peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 18.00 WITA. Dimana ketika itu petulangan berbentuk singa yang posisinya paling selatan dan berisikan 12 sawa (jenazah) yang giliran dibakar. Awalnya pembakaran dengan menggunakan kompor mayat itu berjalan lancar, setelah 30 menit berlalu keluarga pemilik sawa pun mendekat. Namun tiba-tiba kompor meledak sehingga api menyambar belasan orang yang ada di lokasi.

Baca Juga :  Hasil Swab 18 Pedagang Pasar Kumbasari dan Tukang Suwun Positif

 

Paling parah dialami oleh 9 orang warga yang terdiri dari tiga orang tukang kompor mayat dan lainnya merupakan warga setempat. Bahkan dua diantaranya masih anak-anak. Selanjutnya para korban pun dilarikan ke RSU Sanjiwani guna mendapatkan pertolongan. Adapun sembilan orang korban tersebut diantaranya warga Desa Adat Selat sebanyak 6 orang yakni I Ketut Muliana, 49, yang mengalami kedua jari tangan melepuh. I Gusti Nyoman Gede, 60, yang mengalami luka bakar pada siku kiri. I Gusti Made Budiarta, 50, yang mengalami luka bakar disekujur tubuh. I Kadek Gian Pramana Putra, 15, yang mengalami luka bakar disekujur tubuh. Gusti Ketut Wiriantara, 38, yang mengalami luka bakar ringan. Dan I Gusti Ngurah Pradita, 11, yang mengalami luka bakar disekujur tubuh.

 

Kemudian tiga orang lainnya merupakan tukang kompor asal Pejeng, Tampaksiring, yakni Ketut Adi Wiranata, 32, yang mengalami luka bakar disekujur tubuh. Bagus Oscar. 34, yang mengalami luka bakar disekujur tubuh, dan I Kadek Dwi Putra Jaya, 32, yang juga mengalami luka bakar disekujur tubuh. Selanjutnya 6 orang korban harus dirujuk ke RSUP Sanglah karena mengalami luka bakar berat.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Hingga saat ini polisi masih menyelidiki apa penyebab meledaknya kompor mayat yang digunakan dalam upacara Ngaben Massal di Desa Adat Selat, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Jumat petang (19/8), sehingga menyebabkan setidaknya 10 orang mengalami luka bakar.

 

Kapolsek Blahbatuh, Kompol I Made Tama menjelaskan bahwa pasca peristiwa naas itu terjadi, kini pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Sedangkan untuk tukang kompor mayat yang meledak tersebut, kata dia akan dilakukan pemeriksaan ketika kondisinya sudah sehat. “Mengingat yang punya kompor juga menjadi korban, jadi kita tunggu sampai sehat baru akan kita akan periksa untuk dimintai keterangan di Polsek Blahbatuh,” ungkapnya Sabtu (20/8).

 

Ditambahkannya jika dari 10 orang korban yang sempat dibawa ke UGD RSU Sanjiwani, total ada 6 orang korban yang dirujuk ke RSUP Sanglah lantaran mengalami luka bakar hingga 90 persen. Kemudian 2 orang korban sudah diperbolehkan pulang, dan 1 orang masih dirawat di RSU Sanjiwani.

 

Atas peristiwa tersebut, Kompol Tama pun mengimbau agar seluruh masyarakat waspada terhadap kegiatan pembakaran petulangan atau jenazah, terutama karena saat ini musim Ngaben. “Kita imbau agar jangan terlalu dekat dengan tempat pembakaran mayat, dan kepada pemilik kompor mayat sebelum menggunakan kompornya harus cek dan ricek. Jangan sampai berakibat fatal. Kalau memang ada kerusakan sekecil apapun harus segera diperbaiki, jangan sampai terjadi lagi seperti yang terjadi tadi malam di Banjar Selat,” tegasnya.

Baca Juga :  Pria Gempal Bertato Ditemukan Tewas di Pantai Padanggalak

 

Ia juga mengimbau kepada penyelenggara Ngaben, agar kalau bisa prosesi pembakaran dilakukan siang hari. Sehingga ketika terjadi kebocoran atau kerusakan komponen kompor dapat lebih mudah diketahui, ketimbang jika dilakukan pada malam hari. Kini, pihaknya pun telah mengamankan sejumlah barang bukti dari TKP, mulai dari tabung yang diduga mengalami kebocoran lalu meledak, kompresor serta sejumlah selang.

 

Dan berdasarkan hasil penyelidikan awal, diketahui jika peristiwa itu terjadi disebabkan karena tabung yang didalamnya berisi solar meledak kemudian apinya mengenai para korban. “Itu baru hasil penyelidikan awal, untuk penyebab pastinya masih kita dalami dan nanti akan kita sampaikan lagi,” tandasnya.

 

Sebelumnya diberitakan bahwa peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 18.00 WITA. Dimana ketika itu petulangan berbentuk singa yang posisinya paling selatan dan berisikan 12 sawa (jenazah) yang giliran dibakar. Awalnya pembakaran dengan menggunakan kompor mayat itu berjalan lancar, setelah 30 menit berlalu keluarga pemilik sawa pun mendekat. Namun tiba-tiba kompor meledak sehingga api menyambar belasan orang yang ada di lokasi.

Baca Juga :  Ini Persiapan RSUP Sanglah Sambut Lebaran

 

Paling parah dialami oleh 9 orang warga yang terdiri dari tiga orang tukang kompor mayat dan lainnya merupakan warga setempat. Bahkan dua diantaranya masih anak-anak. Selanjutnya para korban pun dilarikan ke RSU Sanjiwani guna mendapatkan pertolongan. Adapun sembilan orang korban tersebut diantaranya warga Desa Adat Selat sebanyak 6 orang yakni I Ketut Muliana, 49, yang mengalami kedua jari tangan melepuh. I Gusti Nyoman Gede, 60, yang mengalami luka bakar pada siku kiri. I Gusti Made Budiarta, 50, yang mengalami luka bakar disekujur tubuh. I Kadek Gian Pramana Putra, 15, yang mengalami luka bakar disekujur tubuh. Gusti Ketut Wiriantara, 38, yang mengalami luka bakar ringan. Dan I Gusti Ngurah Pradita, 11, yang mengalami luka bakar disekujur tubuh.

 

Kemudian tiga orang lainnya merupakan tukang kompor asal Pejeng, Tampaksiring, yakni Ketut Adi Wiranata, 32, yang mengalami luka bakar disekujur tubuh. Bagus Oscar. 34, yang mengalami luka bakar disekujur tubuh, dan I Kadek Dwi Putra Jaya, 32, yang juga mengalami luka bakar disekujur tubuh. Selanjutnya 6 orang korban harus dirujuk ke RSUP Sanglah karena mengalami luka bakar berat.


Most Read

Artikel Terbaru

/