alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

BPJamsostek Serahkan Data BSU Gelombang IV Wilayah Banuspa

DENPASAR, BALI EXPRESS – Data calon penerima Bantuan Subsidi Upah/BSU gelombang IV untuk wilayah Bali, Nusa Tenggara, dan Papua secara resmi diserahkan BPJamsostek kepada Kemenaker, Rabu (16/9), dengan jumlah data sebanyak 2,8 juta nomor rekening peserta. Deputi Direktur BPJamsostek Bali Nusa Tenggara Papua (Banuspa) Deny Yusyulian melalui siaran persnya, Minggu (20/9) mengatakan, penyerahan data gelombang keempat ini adalah data yang sempat dikembalikan karena ada beberapa persyaratan yang belum lengkap. “Kami berharap kerja sama semua pihak agar proses pengumpulan nomor rekening pekerja calon penerima BSU ini berjalan dengan lancar,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto menjelaskan, total nomor rekening yang telah diserahkan ke Kemnaker hingga saat ini sebanyak 11,8 juta data nomor rekening peserta. Penyerahan data secara berkala ini ditargetkan rampung pada akhir September 2020. “Hal ini dilakukan untuk mempermudah proses pengecekan dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaan program BSU,” tegasnya.

Dia menyatakan, pihaknya telah mengumpulkan 14,7 juta nomor rekening sejak pertengahan Agustus 2020. Agus menjelaskan, setiap data nomor rekening yang diserahkan telah melalui tahapan validasi berlapis, untuk memastikan penerima BSU ini tepat sasaran. Data yang belum lolos validasi karena ketidaksesuaian data dengan bank atau sistem internal BPJamsostek, akan dikembalikan kepada pemberi kerja atau perusahaan untuk dilakukan konfirmasi ulang.

Ada sebanyak 1,2 juta data masih dalam proses validasi perbankan dan konfirmasi ulang kepada pemberi kerja. Data yang dikonfirmasi ulang seperti nomor rekening yang tidak aktif karena ditutup, dibekukan, nama tidak sesuai nomor rekening, data nomor rekening tidak sesuai catatan kepesertaan BPJamsostek atau kepesertaannya lebih dari satu, telah dikembalikan kepada pemberi kerja.

Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker, Haiyani Rumondang menyatakan, hingga 20 September 2020, dari 2,5 juta data pekerja yang diserahkan pada gelombang I, terdapat 2,47 juta pekerja atau 99,32 persen yang telah mendapatkan bantuan tersebut. Sedangkan untuk data gelombang II telah mencapai 99,28 persen atau 2,97 juta pekerja. Selanjutnya untuk gelombang III proses pencairan dana bantuan telah mencapai 40,9 persen atau 1,43 juta pekerja.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Data calon penerima Bantuan Subsidi Upah/BSU gelombang IV untuk wilayah Bali, Nusa Tenggara, dan Papua secara resmi diserahkan BPJamsostek kepada Kemenaker, Rabu (16/9), dengan jumlah data sebanyak 2,8 juta nomor rekening peserta. Deputi Direktur BPJamsostek Bali Nusa Tenggara Papua (Banuspa) Deny Yusyulian melalui siaran persnya, Minggu (20/9) mengatakan, penyerahan data gelombang keempat ini adalah data yang sempat dikembalikan karena ada beberapa persyaratan yang belum lengkap. “Kami berharap kerja sama semua pihak agar proses pengumpulan nomor rekening pekerja calon penerima BSU ini berjalan dengan lancar,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto menjelaskan, total nomor rekening yang telah diserahkan ke Kemnaker hingga saat ini sebanyak 11,8 juta data nomor rekening peserta. Penyerahan data secara berkala ini ditargetkan rampung pada akhir September 2020. “Hal ini dilakukan untuk mempermudah proses pengecekan dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaan program BSU,” tegasnya.

Dia menyatakan, pihaknya telah mengumpulkan 14,7 juta nomor rekening sejak pertengahan Agustus 2020. Agus menjelaskan, setiap data nomor rekening yang diserahkan telah melalui tahapan validasi berlapis, untuk memastikan penerima BSU ini tepat sasaran. Data yang belum lolos validasi karena ketidaksesuaian data dengan bank atau sistem internal BPJamsostek, akan dikembalikan kepada pemberi kerja atau perusahaan untuk dilakukan konfirmasi ulang.

Ada sebanyak 1,2 juta data masih dalam proses validasi perbankan dan konfirmasi ulang kepada pemberi kerja. Data yang dikonfirmasi ulang seperti nomor rekening yang tidak aktif karena ditutup, dibekukan, nama tidak sesuai nomor rekening, data nomor rekening tidak sesuai catatan kepesertaan BPJamsostek atau kepesertaannya lebih dari satu, telah dikembalikan kepada pemberi kerja.

Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker, Haiyani Rumondang menyatakan, hingga 20 September 2020, dari 2,5 juta data pekerja yang diserahkan pada gelombang I, terdapat 2,47 juta pekerja atau 99,32 persen yang telah mendapatkan bantuan tersebut. Sedangkan untuk data gelombang II telah mencapai 99,28 persen atau 2,97 juta pekerja. Selanjutnya untuk gelombang III proses pencairan dana bantuan telah mencapai 40,9 persen atau 1,43 juta pekerja.


Most Read

Artikel Terbaru

/